MENIKAH KARNA DENDAM

MENIKAH KARNA DENDAM
MENEMANI QIANU BEKERJA


__ADS_3

Ada beberapa pekerjaan yang harus diselsaikan oleh Qianu sehingga setelah makan malam, dia bukannya kembali ke kamarnya, tapi pergi ke ruang kerjanya, melihat suaminya pergi keruang kerjanya, Imel ikutan mengekor.


"Kenapa ngikutin aku."


"Malas sendirian dikamar, lagian aku masih kangen sama kak Qianu." jawab Imel, gadis itu tanpa malu-malu menyuarakan isi hatinya.


"Aku mau kerja Imel, kamu sebaiknya masuk ke kamar dan tidur ya."


"Gak mau, aku mau nungguin kak Qianu saja, ntar ke kamarnya bareng-bereng, lagiankan ini malam minggukan ya kak, seharusnya itu kita menghabiskan waktu berdua dikamar, ngapain kek gitu, bukannya kak Qianu malah bekerja begini." protes Imel.


"Kalau aku tidak bekerja, bagaimana aku bisa menghidupi kamu Imell."


"Tapikan kak Qianu sudah kaya raya, tidak kerja malam ini tidak akan membuat kak Qianu miskinkan."


"Hmmm." Qianu membenarkan dalam hati, tapi dia memang harus menyelsaikan pekerjaannya malam ini sehingga Qianu tetap melangkah ke ruang kerjanya, dan Imel mengekor dibelakangnya, Qianu berjalan ke kursi kerjanya, sedangkan Imel, sembari menunggu Qianu, dia duduk disofa yang terdapat diruang kerja sang suami dengan pandangan lekat menatap ke arah Qianu yang sekarang sudah sibuk sendiri dengan leptopnya.


"Suamiku, aku mencintaimu." ujarnya tanpa suara, Imel memandang Qianu sambil senyum-senyum, "Apa dia juga mencintaiku gak ya, ahh aku sangat berharap dia juga memiliki perasaan yang sama seperti itu, karna mencintai tapi tidak dicintai itu rasanya sakit."


"Mell." panggil Qianu dengan mata tetap terarah pada leptop yang ada didepannya.


"Kenapa suamiku."


"Bisakah kamu membuatkanku kopi."


"Ohh tentu saja kak, tunggu sebentar." Imel dengan antusias melangkah ke dapur untuk membuat kopi untuk suami tercintanya.


****


"Pokoknya aku gak mau tahu ya Altan, kita harus segera memisahkan Imel dan Qianu, rasanya aku tidak sanggup terus-terusan melihat dua orang itu, itu membuat hatiku terbakar." ujar Agnes berapi-api, saat ini dia dan Altan tengah terlibat pembicaraan serius didapur.


"Iya aku tahu Agnes, akupun ingin membuat Imel menjadi milikku, tapi sayangnya, tidak semudah itu untuk memisahkan mereka."


"Makanya, cari caranya donk, kita pura-pura pacaran begini supaya kamu bisa dengan mudah datang ke rumah ini dan bisa mendekati Imel, Imel itu masih labil, hatinya masih gampang untuk dipengaruhi dan dirayu, seharusnya kamu berusaha lebih keras donk untuk mendapatkan hatinya."


Dua orang itu langsung menghentikan ucapannya saat mendengar suara langkah memasuki dapur, dan dua detik kemudian, sosok Imel muncul didapur dan agak heran juga sieh dia saat melihat Agnes dan juga Altan berada didapur, dalam hati berkata, "Dari sekian tempat dirumah ini, mereka malah memilih dapur untuk pacaran, apa menariknya sieh pacaran didapur, lebih seru juga pacaran dikamar."


"Mell." sapa Altan, Altan rasanya tidak bisa tidak tersenyum saat melihat wanita yang dia cintai itu.


"Kak Altan dan Agnes ngapain didapur."


"Ohh ini, kami..." Agnes gak tahukan harus ngasih alasan apa.


"Kak Agnes mau bikin kopi juga ya untuk kak Altan, aku juga mau bikin kopi tuh untuk kak Qianu."

__ADS_1


"Ahh iya, aku mau bikin kopi untuk Altan."


"Senang ya kak bikin kopi saja ditemenin sama pacar."


"Hmmm ya begitulah."


Setelah selesai membuat kopi untuk Qianu, Imel membawa kopi yang dia bikin ke ruang kerja suaminya, "Aku duluan ya, selamat pacaran."


"Iya mell." lisan Altan, dia kemudian menambahkan dalam hati sambil mengiringi kepergian Imel, "Aku maunya kamu Mell, bukan gadis galak yang saat ini ada didekatku ini."


"Oke, Altan, sebaiknya kita harus segera menyusun rencana untuk memisahkan mereka."


"Iya."


****


Qianu terbilang lama menyelsaikan pekerjaannya, padahal ini malam minggu dan besokpun tidak masuk kerja, tapi yang namanya boss besar, tidak ada yang namanya libur, harus tetap bekerja tanpa mengenal yang namanya libur, begitu menutup leptopnya, pandangan Qianu terarah pada sofa dimana istrinya terlelap disana, Qianu hanya bisa menggeleng, pasalnya sejak tadi dia meminta Imel untuk masuk ke kamar dan menunggunya disana saja, tapi wanita itu kukuh ingin menunggunya.


"Sekarang kalau sudah begini, akukan yang repot harus menggendongnya ke kamar."


Qianu mengangkat tubuh Imel, tidak berat dan tidak ringan juga sieh, sukma Imel lagi berada dialam mimpi memang, tapi diluar kesadarannya, Imel melingkarkan tangannya dileher Qianu.


"Dasar merepotkan." desis Qianu, Qianu mengatakan hal itu dengan senyum terukir dibibirnya.


"Tidurlah."


Imel bukannya tidur, dia malah menyurukkan wajahnya dileher Qianu.


"Jangan mancing-mancing ya Mell."


"Mancing apaan sieh, kak Qianukan bukan ikan." ujarnya tanpa rasa berdosa karna telah membuat sesuatu yang ada dibawah sana terbangun.


"Hentikan Imel, atau aku tidak akan membuat kamu tidur malam ini."


"Hmmm, biarin saja, lagian siapa juga yang butuh tidur."


"Baiklah, kamu yang minta, jadi tanggung sendiri akibatnya." kini Qianu semakin mempercepat langkah supaya dia bisa memberi pelajaran pada istri nakalnya ini.


"Kamu akan aku buat tidak bisa berjalan keesokan paginya."


"Dasar ganas."


*****

__ADS_1


Dan malam itu mereka melakukannya lagi sampai beberapa kali, Qianu benar-benar melakukan apa yang diakatakan, dia membuat Imel kelelahan bahkan bergerak saja Imel rasanya tidak mampu, dia hanya menyurukkan kepalanya diceruk leher Qianu begitu mereka selesai melakukan hal yang memang seharusnya dilakukan oleh sepasang suami istri.


"Capek." tanya Qianu.


"Hmm, kak Qianu jahat, kalau besok aku tidak bisa jalan gimana."


Qianu terkekeh, "Salahmu sendiri yang mancing-mancing aku, jadi beginikan."


"Pokoknya besok kalau aku gak bisa jalan saat kita pergi double date, kak Qianu harus menggendongku."


"Bagaimana kalau seharian kita mengurung diri dikamar dan melakukannya saja, aku malas kalau harus keluar, apalagi kalau harus pergi dengan Altan sialan itu."


"Kita harus ikut kak, aku ingin sekali jalan-jalan, lagiankan kak Qianu gak pernah ngajakin aku jalan seih, sibuk kerja mulu, akukan bosan terkurung dirumah besar kak Qianu terus."


"Akukan kerja demi kamu."


"Tapi sekali-kali luangkan waktu untukku kak dengan mengajakku jalan."


"Baiklah, baiklah, besok kita akan pergi jalan oke."


"Yesss."


"Lagi ya." Qianu rasanya belum puas juga, buktinya dia minta lagi.


"Capekk kak, kak Qianu ini kuat banget sieh, gak ada capek-capeknya deh." protes Imel.


"Ya udah, aku tidak jadi minta, ayok istirahatlah agar badanmu fress saat bangun besok."


"Aku akan tidur, tapi jangan gangguin."


"Emangnya aku mahluk astral apa gangguin kamu."


"Ihh kak Qianu gak lucu."


"Kak Qianu."


"Apa, katanya mau tidur, masih saja ngajakin ngobrol."


"Besok pakai pakaian couple itu ya."


"Kan habis dipakai, ya udah kusut donk."


"Ahh iya benar juga, seharusnya sieh kita makainya besok."

__ADS_1


****


__ADS_2