MENIKAH KARNA DENDAM

MENIKAH KARNA DENDAM
MAKAN MALAM


__ADS_3

"Qianu." panggil Agnes sebelum mereka mulai menyantap makanan yang ada didepan mereka.


"Hmm."


"Altan mau datang, bolehkan." Agnes meminta izin.


"Oh iya astaga, inikan malam minggukan ya, kak Altan pasti mau ngapelin Agnes." heboh Imel, dia jadi ingat saat dia masih belum menikah dulu, tiap malam minggu pasti dia dan pacarnya jalan, entah itu untuk nonton bioskop atau gak hanya sekedar jalan muter-muterin mall dan juga makan, dan sekarang setelah menikah, mana pernah Qianu mengajaknya jalan, padahalkan Imel juga ingin jalan berdua dengan kekasih halalnya itu.


"Kamu beneran pacaran sama sik Altan itu." tanya Qianu hanya sekedar untuk memastikan.


"Iya benar." jawab Agnes, "Itu aku lakukan untuk memisahkan hubungan kamu dan sik bodoh ini." tambahnya dalam hati.


"Jadi Qianu, bolehkan Altan kemari." Agnes mengulangi permintaannya.


"Asal dia tidak membuat masalah."


"Tentu saja tidak, kamu fikir Altan berandalan apa."


Tiba-tiba seorang pelayan datang menghampiri meja makan dengan tergopoh-gopoh dan memberi laporan pada Agnes, "Maaf tuan, nona kalau saya mengganggu, diluar ada laki-laki bermama tuan Altan yang mencari nona Agnes."


"Suruh dia masuk, dia adalah kekasihku." perintah Agnes.


"Baiklah nona." sik pelayan kembali berbalik untuk melaksanakan perintah Agnes


"Ihh, serunya punya pacar, ada yang ngapelin." seru Imel tanpa sadar yang membuatnya langsung mendapatkan tatapan horor dari Qianu yang duduk disampingnya.


"Ehh." Imel sadar dia tidak seharusnya menyuarakan isi hatinya itu, sehingga dia buru-buru meralat kata-katanya, "Tapi lebih senang sieh kalau punya suami, kekasih halal, mau ngapain aja bebas, iyakan kak Qianu."


"Hmmm." dengus Qianu yang tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang asam.


"Sial, kenapa sieh gadis bodoh ini selalu saja membuat kesal." setiap kali melihat Imel dan Qianu kayak gini selalu saja membuat Agnes terbakar api cemburu yang berkobar-kobar.


Gak lama kemudian, suara gema dari sepatu yang beradu dengan ubin terdengar yang membuat baik Agnes dan juga Imell menoleh ke arah sumber suara, suara yang ternyata berasal dari suara langkah sepatu Altan yang memasuki ruang makan, laki-laki itu tersenyum lebar saat melihat Imel, sejatinya dia datang hanya untuk melihat Imel untuk mengobati kerinduannya pada gadis belia itu, gadis yang telah mencuri hatinya pada pertemuan pertama.


"Hai sayang." sapa Altan pura-pura sok romantis.

__ADS_1


"Hoekk, ingin muntah rasanya." gumam Agnes dalam hati, namun demi untuk meyakinkan kalau mereka beneran pacaran, meskipun geli, Agnes membalas sapaan sayang yang dilontarkan oleh Altan barusan, "Hai sayang, ayok duduk ikut makan malam bersama kami."


Qianu berjengit mendengar Agnes dan Altan sayang-sayangan, dia jadi geli sendiri.


Altan duduk dikursi kosong yang ada didekat Agnes, "Hai Mell, hai Qianu." Altan menyapa tuan rumah, meskipun sebenarnya dia ogah sieh menyapa Qianu.


"Hai kak Altan." Imel membalas, sedangkan Qianu tidak merespon sama sekali.


"Mmm, apa boleh nieh aku ikut makan dengan kalian."


"Boleh donk kak, ayok makan bareng sama kami."


"Terimakasih Imel."


Dan keempat orang itu kemudian mulai makan, mereka makan dengan damai, sampai tiba-tiba Altan mengarahkan sendok ke arah bibirnya Agnes, ya sebenarnya dia juga tidak ingin sieh melakukan hal itu, tapi dia harus melakukan hal itu supaya Imel dan Qianu percaya kalau mereka beneran pacaran.


"Ishhh, sik sialan ini, bisa tidak dia gak usah sok romantis begini, sumpah aku jadi geli."


Agnes yang digituin, Imel tuh yang jadinya baper sehingga dia memandang dengan penuh minat, "Kak Altan romantis sekali." ucapnya, diakan juga ingin kalau Qianu bersikap seperti itu kepadanya, tapi sayangnya, daripada melakukan hal tersebut, Qianu lebih baik lompat ke jurang.


Agnes dengan terpaksa membuka mulutnya untuk menerima suapan dari Altan, dalam hati Agnes berharap kalau Altan tidak akan melakukan hal itu lagi.


Sadar Imel menatapnya, Qianu menoleh, "Kenapa menatapku begitu."


"Pengen disuapin kak Qianu." rengeknya manja.


"Apaan sieh kamu Mell, jangan kayak anak kecil." tolak Qianu mentah-mentah.


"Orang mau romantis-romantisan agar kayak kak Altan dan Agnes masak dibilang anak kecil sieh." Imel manyun.


"Kamu itukan punya tangan Mell, makan sajalah sendiri gak perlu disuapin, kita sudah cukup tua, jadi gak perlu tuh yang namanya romantis-romantisan begitu."


"Kak Qianu tuh yang sudah uzur, aku mah masih muda." Imel hanya bisa bergumam kesal dalam hati, "Begini deh kalau punya suami datar yang gak ada romantis-romantisnya." Imel hanya bisa mengeluh dalam hati.


"Kalau kamu sama aku Mell, aku akan selalu membahagiakanmu dan melimpahi kamu dengan kasih sayang." inginnya Altan mengatakan hal itu kepada Imel supaya Imel meliriknya, tapi dia bisa menahan kata-katanya.

__ADS_1


"Dasar gadis manja, dikit-dikit manyun, difikir dirinya imut apa." rutuk Agnes dalam hati saat melihat bibir Imel yang manyun.


"Rencananya besok kami mau jalan karna berhubung besok adalah minggu." Agnes buka suara setelah drama suap-suapan barusan.


Altan menimpali, "Kamu mau ikut gak Mell."


Qianu langsung memberi tatapan tajam pada Altan saat laki-laki itu menawarkan hal tersebut pada istrinya, tentu saja Qianu tidak akan membiarkan istrinya ikut.


Melihatan tatapan Qianu, membuat Altan buru-buru menambahkan, "Maksud aku, kita double date gitu, pasti serukan."


"Iya, kita double date, kalian ikut ya." Agnes menyambung.


Imel sudah pasti antusias akan hal tersebut, tapi tidak begitu dengan Qianu.


"Mau banget, pasti seru banget tuh bisa date bareng-bareng, kak Qianu, kita ikut yuk." kembali deh sik Imel merengek.


"Mel, kamu tahu tidak, kalau kita ikut, itu akan mengganggu mereka, kita dirumah saja, biarkan pasangan kekasih baru menghabiskan waktu mereka berdua."


"Tentu saja tidak mengganggu." bantah Altan, niatnya dan Agnes jalankan supaya Imel dan Qianu ikutan gitu, kalau mereka gak ikut, otomatis mereka juga tidak akan pergi.


"Tuhkan kak Qianu, kak Altan bilangnya gak apa-apa, lagiankan bosan dirumah terus, ya kak Qianu ya kita ikutan pergi bareng mereka." Imel membujuk.


Karna Imel terus merengek, terpksa deh pada akhirnya Qianu sedikit memberi harapan, "Kita lihat besok, kalau gak ada kerjaan, ya kita akan ikut."


Meskipun belum memberi kepastian, tapi hal itu sudah lebih dari cukup untuk membuat Imel tersenyum, "Yeyy." soraknya, benar-benar deh sik Imel itu, dia sudah seperti anak kecil saja, tapi bagi Altan yang memang menyukai Imel sejak pertamakali melihatnya, hal itu sangat menggemaskan, ingin rasanya dia memasukkan Imel dalam kotak supaya dia bisa membawanya pergi kemana-mana.


"Imel benar-benar menggemaskan, seandainya saja Imel adalah istriku, aku pasti akan menjadi laki-laki yang paling beruntung di dunia ini."


"Kak Altan, lihat deh baju yang aku dan kak Qianu kenakan, lucukan, ini baju couple lho." lapor Imel.


"Bagus Mell."


"Kak Altan juga butuh tuh baju couple kayak kami."


"Gak usah, gak perlu. " Agnes buru-buru menolak saran itu mentah-mentah, karna itu baginya sangatlah konyol, "Kami tidak butuh baju couplekan Altan."

__ADS_1


"Iya." lisan Altan, "Ogah bangetlah couplen sama kamu, kalau sama Imel sieh iya." seru Altan dalam hati.


*****


__ADS_2