MENIKAH KARNA DENDAM

MENIKAH KARNA DENDAM
KENAN


__ADS_3

"Apa, jadi kamu diusir oleh Qianu." tukas Altan begitu Agnes memberitahukannya akan hal tersebut.


"Bukan diusir Altan, tapi aku yang memilih pergi dari rumah itu."


"Terus gimana sekarang."


"Ya gak gimana, dengan keluarnya aku dari rumah tersebut, berarti kita juga menghentikan sandiwara, kita tidak perlu lagi berpacaran pura-pura lagi."


"Baguslah, lagian walaupun cuma pacaran pura-pura doank, rasanya aku ogah pacaran dengan kamu." batin Altan.


"Terus rencana kamu sekarang apa Nes."


"Kembali seperti rencana awallah, aku akan memisahkan Qianu dan Imel."


Altan mengangguk, tentunya dia sangat setuju dengan rencana Agnes mengingat kalau dia juga ingin mendapatkan Imel untuk menjadi miliknya.


****


Imel yang wajahnya sudah sembuh total saat ini tengah mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajahnya, dia berharap wajahnya yang saat ini tengah kepanasan sedikit sejuk, tapi percuma saja gak ada pengaruhnya sama sekali, akhir-akhir ini cuaca seperti mempermainkan bumi, disaat musim hujan seperti ini, tiba-tiba saja cuaca begitu sangat menyengat, keringat sebesar biji jagung merembas dari kening Imel yang tengah menunggu angkutan umum bersama beberapa murid lainnya, entah kenapa, Imel saat ini ingin naik kendaraan umum, kalau Qianu tahu akan hal ini, sudah pasti suaminya itu tidak akan mengizinkannya, tapi Imel berbohong dengan mengatakan kalau sopirny Gebi yang akan mengantarkannya, dan Qianu percaya sehingga dia tidak terlalu mencecar Imel.


Dan saat tengah menunggu begitu, sebuah motor besar berhenti tepat didepannya, Imel sempet heran dengan pengendara motor yang tiba-tiba berhenti didepannya itu, tapi rasa herannya terjawab setelah si pengendara membuka helmmnya yang menampilkan wajah tampan sik murid baru yang lagi booming disekolah siapa lagi kalau bukan Kenan, Kenan yang notabenya adalah murid baru dengan cepat menjadi idola sekolah dan digilai oleh para siswi SMA PERTIWI, andai saja Imel belum menikah, sudah bisa dipastikan kalau dia juga akan tergila-gila sama laki-laki tersebut.


“Hai Mell, lagi menunggu bis ya." tanya Kenan basa-basi.


Imel adalah cewek tercantik di SMA PERTIWI sehingga meskipun mereka beda kelas, Kenan tentu saja kenal dengan Imel yang kecantikannya di akui oleh seantero sekolahan.


Imel menjawab dalam hati “Ya iyalah kalau dihalte nunggu bis, gak mungkinkan nungu pesawat terbang." tapi Imel hanya mengagguk sebagai jawaban, dia malas untuk membuka bibirnya hanya untuk menjawab pertanyaan basa-basi anak baru yang sok kegantengan itu, seenggaknya itu menurut pandangan Imel sieh.


Imel berusaha untuk tidak peduli dengan kehadiran Kenan, tapi gak bisa karna dia mendengar bisik-bisik dari arah belakang dari beberapa murid yang tengah memperhatikan intraksi antara dirinya dan Kenan.


“Eh, jangan-jangan mereka pacaran lagi.” itulah salah satu bisikan dari murid yang didenger oleh Imel yang membuat kuping Imel terasa panas.


“Mau pulang bareng gak Mel.” kenan menawarkan, dia tidak mempedulikan wajah Imel yang masam karna kehadirannya.


“Tidak terimaksih.” jawab Imel cepat.


“ayolah aku anter, lagiankan aku gak akan berniat buruk sama kamu Imel."


Imel lagi-lagi menolak, dengan dongkol dia menjawab, ”sekali lagi terimakasih atas kebaikannya kenan, tapi sungguh aku gak mau merepotkan kamu.” tolak Imel sopan.


“Lho, ngapain aku repot, orang rumahku searah dengan rumah kamu Imel, makanya dari pada kosong gak ada yang menduduki kan mubazir mending saya mengajak kamu untuk pulang bareng." jelas saja disinu kenan bohong karna rumahnya jelas berlawanan arah dengan rumah Imel, "lagian kan dalam agama kita mengajarkan kalau tolong menolong itu ibadah dan berpahala." Kenan pakai bawa-bawa agama lagi, paling bisa dah dia kalau pdkt, dia tidak tahu saja kalau Imel sudah menikah, dan Imel juga tidak mungkin memberitahukan didepan murid-murid yang lainnya.


Imel yang dari tadi dongkol karna paksaan kenan kini berubah menjadi jengkel-sejengkel-jengkelnya ,gimana tidak, didepan murid lainnya, kenan menceramahinya segala seperti dia adalah anak kecil yang tidak tau tentang pahala.


Imel yang tadi sudah mengeluarkan penolakan secara baik-baik akhirnya terpaksa membuat alasan yang dibuat-buat untuk menolak kekuhan niatnya kenan untuk mengantarnya, ”,maafkan saya kenan, tapi saya gak terbiasa naik motor, badan saya cendrung sensitif kalau terkena angin.”


kenan yang tau itu cuma alasan Imel saja untuk menolak tawarannya kukuh gak mau menyerah, tanpa disangka-sangka oleh Imel, kenan turun dari motornya dan merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponselnya, dan setelah  menyentuh layar ponselnya beberapa saat, kenan kemudian menempelkan benda multi fungsi itu ditelinga kanannya, Imel dengan jelas mendengar suara kenan tengah berbicara dengan seseorang.


“Iya kamu dimana sekarang, aku boleh minta tolong gak bawa motorku."


"....."


"Aku dihalte deket sekolah."


"....."


"oke aku tunggu." Kenan mengakhiri pembicaraanya, dia kemudian kembali menatap kearah Imel dengan seulas senyum.


Imel yang dari tadi berlagak cuek gak tahan untuk tidak bertanya pada Kenan, apalagi  tadi didengarnya kenan menyuruh seseorang membawa motornya.

__ADS_1


”kenan, tadi kamu telponan sama siapa."


“oh itu, aku kira tadi kamu gak peduli aku nelpon dengan siapa.”


Imel mendengus, dia menyesal telah bertanya.


menyadari perubahan air muka Imel, kenan kembali melanjutkan kata-katanya, “itu tadi temenku, aku minta tolong untuk mengambil motorku.”


Sebenarnya sieh Imel gak peduli apa yang akan dilakukan kenan dengan menyuruh orang mengambil motornya, tapi lagi-lagi dia gak tahan untuk tidak bertanya kembali.


“lho emangnya motor kamu kenapa Kenan, bukannya motor kamu baik-baik saja ya tadi."


“ya memang gak kenapa-kenapa sieh, sengaja biar aku bisa naik bis sama kamu Mel, kan tadi kamu bilang kalau naik motor kamu tidak bisa terkena angin dan akan membuat kamu masuk angin."


mata Imel membelalak, dia gak menyangka kenan akan melakukan hal sejauh itu hanya demi mengantarnya pulang, ” kenan, apa-apaan sieh kamu.” suara Imel meninggi tanpa disadari.


“ssttt, Imel jangan teriak-teriak, masih banyak murid lainnya lho disini, gak enak didengar."


Membenarkan ucapan kenan, Imel kembali memelankan suaranya, Imel sadar berada deket kenan bisa membuat emosinya tersulut, walaupun udara begitu panas yang bisa juga berpengaruh pada otak yang cepat panas, Imel masih bisa menggunakan otaknya berfikir jernih, daripada mengambil resiko membiarkan kenan satu bis dengannya dengan banyaknya pasang mata murid lainnya yang kebetulan satu bis dengan mereka, karna gak menutup kemungkinan kenan tidak akan duduk diem dengan manis tanpa mengajaknya ngobrol ini dan itu, dan Imel tambah yakin akan menjadi pusat perhatian ingin tahu dari murid-murid lainnya, ini saja beberapa dari murid dengan terang-terangan memandang kearah mereka dengan tatapan ingin tahu, dan yah walaupun Imel sudah sangat yakin kalau hal ini akan menjadi gosip, tapi Imel tambah yakin ceritanya bakalan seru kalau seandainya kenan nekat ikut dengannya dan menitipkan motornya, mengingat reputasi kenan yang bak selebriti disekolah, dengan pemikiran itu akhirnya setelah menghela nafas berat dan menyakinkan dirinya, Imel  memilih mengalah dan lebih memilih ikut naik motor kenan, Imel berkata, ”baiklah kenan, aku ikut motor kamu saja.”,


kenan tentu saja girang bukan main, tapi hal itu tentu saja dia sembunyikan dengan menampakkan wajah yang biasa-biasa saja dengan sedikit senyum, untuk kedua kalinya kenan mengeluarkan poselnya untuk menghubungi orang yang sama lagi.


”halo Ren, gak jadi ”


“apaan.” tanya orang seberang yang ditelpon oleh Kenan.


“kamu gak perlu ketempat yang aku sebutkan tadi, motornya bakalan aku gunain.”,


“alah, kamu apa-apaan sieh, ya udah kalau begitu."


“neih." kenan menyodorkaan jaket yang baru saja dilepasnya yang dari tadi melapisi kemeja putihnya.


Imel hanya menatap tangan kenan yang mengulurkan jaket itu ke arahnya.


kembali suara bisik dari belakang yang berasal dari murid-murid perempuan mampir dipendengaran Imel, yang Imel yakin kenan bisa juga bisa mendengarnya, tapi Imel tau kenan pasti pura-pura tidak mendengarnya.


“kayaknya kenan dan Imel beneran pacaran deh.,”


“aduh kenan kok swet banget yah ih bikin baper.” "romantisnya”


bisik-bisik itu makin kacau saja.


lagi-lagi mendengar bisik-bisik itu Imel merasa tidak enak.


“ kenan apa-apaan sieh, lagian aku gak akan sakit hanya karna kena angin sedikt aja.“


kenan mengulum senyum, ”tadi katanya gak biasa naik motor dan rentan sakit.”


“ah ternyata dia mengingat kataku tadi rupanya” desah Imel dalam hati, menyadari itu Imel malu sendiri, tapi dia pantang terpengaruh, "Iya kalau panas kayak gini anginnyakan memang agak bersahabat, jadi saya gak perl..."


tapi belum saja Imel mengeluarkan semua ucapannya, kenan menyampirkan jaket itu mengeliling kedua bahu Imel, ”pakai, gak usah protes oke, jaket itu juga ada kupluknya biar rambut kamu tidak berantakan."


karna merasa percuma membantah kata-kata kenan yang baru diketahuinya keras kepala, Imel tanpa bicara lagi dan dengan malas Imel menggunakan jaket yang kebesaran untuk badannya, Imel agak susah naik diboncengan motor kenan karna motor kenan yang berbody tinggi, kenan mengulurkan tangannya untuk membantu  Imel yang reflek aja dipegang oleh Imel, karna memakai rok, Imel duduk menyamping.


sebelum motor kenan meninggalkan hallte, kenan  sempet tersenyum dan berujar pada murid-murid lainny yang dari tadi gak mengalihkan pandangan mereka pada kedua orang itu, ” kami duluan ya teman-teman."


yang dijawab oleh mereka dengan kompak, "hati-hati pak."


***

__ADS_1


Bener saja apa yang dikhawatirkan oleh Imel, berita kalau kenan memboncengnya ketika dihalte dengan begitu cepat menyebar dari mulut ke mulut diseantero sekolah keesokan paginya, bahkan berita itu menjadi hot news, setiap orang menceritakan dengan versi berbeda-beda, ada yang mengatakan kalau Imellah yang merengek minta dibonceng, atau kenan Cuma lewat didepan halte kemudian dihentikan oleh Imel, Imel yang keganjenan lah nempel-nempel dipunggung kenan, ada yang ada juga yang mengatakan kalau mereka sudah resmi jadian, dan Imel sadari dari semua gosip yang didengarnya sepertinya gosip itu semuanya mengarah menjelek-njelekkannya, padahal cerita yang sebenarnya adalah kenanlah yang memaksanya untuk mengantarkannya, Imel jelas-jelas saja sewot dan  risih mendengar gosip murahan itu, kupingnya terasa panas, tapi dia tidak tau harus marah pada siapa karna dia tidak tau siapa orang pertama yang menyebarkan gosip tentang dirinya dan kenan mengingat begitu banyak murid yang menyaksikan kejadian kemarin, gak mungkinkan Imel mengintrogasi mereka satu-persatu.


hari ini gak sama dengan hari kemarin, kini setiap kemana kakinya melangkah dilingkungan sekolah dia selalu mendengar bisik-bisik dan mendapat tatapan tidak suka dari para siswi yang tergabung dalam club pecinta Kenan, Imel ingin kenan mengklrifikasikan berita itu kepada semua orang, tapi dari tadi dia belum melihat batang hidung kenan dimanapun diarea sekolah sampai tiba-tiba sebuah suara menyapanya.


“Pagi Imel cantik.” tahu-tahunya kenan sudah berada disamping Imel dan menyajajarkan langkahnya, Imel tersentak karna kaget, dia memegang dadanya akibat kejutan tiba-tiba dari kenan, orang yang sangat ingin dia hindari sekaligus orang yang ingin dijumpainya disaat bersamaan, dan tahu-tahunya sudah menyodorkan dirinya didepan hidungnya, Imel ingin menjauhi kenan karna dia gak mau dianggap pacaran dengan kenan dan membenarkan semua gosip yang beredar sepagian ini, tapi disisi lain, dia ingin bertemu dengn kenan dan meminta supaya kenan mengkalrifikasi berita bohong yang beredar tentang mereka dan mengatakan pada tukang gosip itu kalau dia gak keganjenan merayu-rayu kenan saat dihalte kemarin.


“ kenan, bisa gak sieh gak ngagetin kayak gitu” raut wajah Imel terlihat kesel.


“wah,.ternyata kamu orangnya kagetan yah, padahalkan aku Cuma menyapa saja, kok bisa kamu sekaget itu, atau jangan-jangan kamu lagi memikirkan aku yah, ayo ngaku."


mengabaikan kata-kata kenan yang menggodanya, Imel  tanpa mau berbasa-basi langsung mengungkapkan kekalutan hatinya, “Kenan, aku minta tolong ya supaya kamu membuat klarifikasi tentang gosip yang mengaggap kalau kita pacaran.”


“lho memangnya ada gosip  yang mengatakan kalau kita pacaran tho.”


Imel mendengus kasar, dia yakin kenan tau,.tapi pura-pura tidak tahu “ kenan tolong ya, saat ini aku dalam kondisi tidak mood untuk bercanda”


“,iya-iya saya minta maaf, tapi memangnya kenapa kamu gak suka gitu digosipkan pacaran dengan orang ganteg sepertiku.” kenan menggoda 


Imel menghentikan langkahnya dan memandang kenan dengan tatapan seolah ingin membolongi  kepala kenan, ”denger yah kenan, yang pertama kita murni gak punya hubungan seperti yang orang gosipkan tentang kita, kedua, gara-gara gosip murahan itu setiap langkah kakiku selalu mendengar ocehan murid-murid lainnya dan penggemar berat kamu yang menjelek-njelkkan aku seolah-olah akulah yang ngebet banget ngejar-ngjear kamu” wajah Imel merah padam menahan amarah, ”dan kamu jangan kegeeran ,hanya karna sebagian besar siswi yang mungkin mengatakan kamu ganteng  bukan berarti aku juga menganggap kamu ganteng” tentu saja hal terakhir ini bohong karna kalau boleh jujur, Imel juga mengakui kalau kenan ganteng tapi dia sengaja berkata seperti itu supaya kenan berhenti menggodanya dan mau diajak bicara serius, lagian dia juga bukan gadis alay lagi yang secara terang-terangan mengatakan kenan ganteng.


Kenan hanya menatap Imel seakan-akan menganggap Imel adalah mahluk asing yang terdampar  dibumi, kemudian seulas senyum tipis tersungging dibibir kenan membuat Imel semakin meradang.


“ kenan, kamu kira kata-kata saya lucu apa.”


“baiklah-baiklah kalau itu yang membuat kamu tenang saya akan melakukaan apa yang kamu minta."


Karna suara Imel  cukup keras membuat beberapa murid yang tengah belajar dikelas XI IPS 1  memanjangkan lehernya untuk mencari tau apa yang terjadi didepan kelas mereka karna kebetulan Imel dan kenan berhenti tepat didepan kelas itu, Imel yang tengah emosi melupakan kalau dia berbicara dengan kenan dilingkungan sekolah, sampai-sampai pak hariyono guru agama yang tengah mengajar dikelas XI  IPS 1 keluar untuk mencari tau apa yang terjadi


“ kenan, Imel, apa yang kalian lakukan disini, kenapa kalian tidak masuk kelas.”


imel malu sendiri dia hanya tersenyum sementara kenan yang menjawab, “Kamu memgambil buku paket dari perpustakaan pak, dan sekalian jalan gitu kami diskusi”


“oh, diskusi toh, tadi saya kalian tengah mendiskusikan tentang masa depan." pak hariyono tersenyum menggoda


"Haha." kenan tertawa tapi tidak begitu dengan Imel, Imel jelas-jelas saja kesel mendegar candaan pak hariyono, zara yakin gosip kalau dirinya dan kenan tengah pacaran sudah menyebar dikalangan para guru, di SMA PERTIWI, gosip begitu dengan sangat cepat menyebar.


“ah bapak bisa aja kalau bercanda” jawab Imel.


Sedangkan kenan menjawab terbalik dengan Imel, “minta doanya saja pak semoga kami bisa bener-benar membicarakan tentang masa depan suatu saat nanti” kenan seolah mengamini kata pak hariyono yang langsung membuat kenan mendapat pelototan super membunuh dari mata Imel, gimana tidak, diakan sudah menikah dan dia sangat mencintai suaminya.


“Hahah." pak hariyono tertawa, "Ternyata gosip yang saya denger beneran toh.”


“Walah gosip apa itu pak, kok saya belum mendengar.” jawab kenan pura-pura gak tau apa yang dikatakan oleh pak hariyono


“Halah." pak hariyono mengibaskan tangan kanannya, ”kamu jangan kayak kura-kura dalam perahu”


Imel tersenyum masam menanggapi candaan pak hariyono, dia ingin lekas mengakhirinya dengan berkata, ”itu cuman gosip pak, bener-benar gosip murahan”


Pak hariyono beralih menatap pada Imel, ”yah walaupun itu Cuma gosip, tapi saya bener-benar berharap kalau gosip itu bisa menjadi kenyataan, bukan kan begitu kenan.” lagi-lagi pak hariyono menatap kenan


“Saya sieh kalau dalam hal kebaikan saya aminkan saja pak,” guru dan murid itu tertawa, sedangkan zara terpaksa ikutan tertawa meskipun terpaksa suara nya lebih mengarah pada dengusan daripada tawa.


“Ehh malah keterusan lagi, kalian sebaiknya sana masuk kelas." perintah pak Hariyono.


“iya pak ini juga saya sudah mau masuk kelas” ujar Imel


Setelah pak hariono meninggalkan mereka, Imel buru-buru melangkahkan kakinya meninggalkan kenan tanpa berniat mengucapkan sepatah katapun, dia gak mau berlama-lama didekat kenan, salah-salah lagi nanti mereka kembali digosipkan lebih panas lagi.


Sementara itu kenan hanya menatap punggung Imel sampai Imel menghilang dibalik pintu kelas IPS 2 yang merupakan kelasnya imel.

__ADS_1


“Imel Imel.” lirih kenan masih setia mengarahkan tatapannya pada pintu yang dimasuki Imel, "Kenapa sieh kamu begitu sangat cantik."


***


__ADS_2