MENIKAH KARNA DENDAM

MENIKAH KARNA DENDAM
WAJAHKU KENAPA


__ADS_3

"Duhh gimana ini ya, malah sekarang aku harus kesekolah lagi." galau Imel dengan kondisi kulitnya, "Gatal lagi ahh." Imel mulai menggaruk kulitnya.


Ingin rasanya Imel bolos saja hari ini, tapi apa dayanya, dia tidak bisa bolos karna hari ini ada ulangan matimatika, kalau dia sampai gak masuk dan tidak ikut ulangan, bisa-bisa dia mendapatkan nilai merah dan itu berpotensi membuatnya tidak naik kelas.


"Mell, mau sekolah atau gak, kenapa betah amet didepan cermin." komen Qianu yang saat ini tengah memakai jas kerjanya.


"Mmm iya."


Imel memakai masker untuk menutupi wajahnya, dia tidak ingin Qianu melihat wajahnya yang membuat laki-laki itu jadi bertanya-tanya apa yang terjadi dengan Imel.


Saat mereka akan turun, Qianu yang heran saat melihat istrinya mengenakan masker bertanya, "Mell, kenapa pakai masker."


"Mmm, aku flu kak." bohongnya.


Dan tentunya jawaban Imel barusan tidak membuat Qianu percaya begitu saja karna semalam Imel tampak baik-baik saja, dia tidak tampak seperti orang yang flu.


"Flu." ulangnya, "Bukannya semalam kamu baik-baik saja."


"Iya semalam masih baik-baik saja, tapi tadi pagi begitu bangun tidur tahu-tahunya aku sudah begini." bohongnya.


Qianu mendekat, mendengar penuturan Imel membuatnya agak khawatir juga, "Kita ke rumah sakit ya."


"Ehh jangan-jangan." Imel buru-buru menolak, "Aku tidak apa-apa kok, cuma flu biasa saja, jadi gak perlu ke rumah sakit segala."


"Ya sudah kalau kamu tidak mau ke rumah sakit, gak usah sekolah, istrirahat dirumah saja, takutnya nanti kamu tambah sakit lagi."


"Mmm, aku sekolah saja kak, soalnya aku ada ulangan lho hari ini, kalau aku gak masuk, bisa-bisa nilaiku merah dan tidak naik kelas."


"Kan bisa izin dan minta ulangan susulan Imel." biar bagaimanapun, Qianu khawatir dengan Imel dan dia tidak ingin Imel masuk sekolah, dia menginginkan Imel istirahat saja dirumah untuk mempercepat proses penyembuhannya.


Imel bisa saja sieh melakukan apa yang disarankan oleh Qianu, tapi masalahnya, kalau dia minta ulangan susulan, nantinya dia tidak punya teman, inti dari semua itu adalah, dia tidak bisa nyontek gitu lho, karna biasanya kalau ulangan susulan suka disuruh ngerjainnya diruang guru, dan jelas Imel tidak mau ngelakuinnya.


"Mmm, aku cuma sakit biasa saja kok Qianu, kakak gak perlu khawatir berlebihan begitu, hanya untuk kesekolah sieh aku masih sangat sanggup kak, lagian tadi aku juga sudah minum obat flu kok."


"Baiklah kalau begitu, ayok kita turun." akhirnya Qianu luluh juga dan tidak menyuruh Imel untuk istirahat lagi.

__ADS_1


Imel menolak untuk sarapan dengan alasan tidak nafsu makan, padahal mah dia tidak mau membuka maskernya didepan Qianu, Qianu memaksanya, tapi Imel tetap kukuh menolak.


Agnes yang melihat Imel yang menutup wajahnya dengan masker tertawa dalam hati, "Pasti masker wajah yang aku berikan semalam telah bereaksi, haha, rasain kamu Imel, pasti tuh sekarang wajah kamu jadi jelek, makanya kamu malu menampakkan wajahmukan."


****


Saat mobil berhenti tepat didepan gerbang SMA PERTIWI, yang merupakan sekolah Imel, sebelum Imel keluar dari mobil, Qianu berpesan, "Ingat ya, jangan memaksakan diri, hubungi aku kalau kamu merasakan sakit."


"Iya kak, kakak tenang saja, tidak akan terjadi apa-apa kok sama aku." setelah mengatakan hal tersebut, Imel keluar dari mobil.


"Bye kak Qianu." Imel melambaikan tangan sebelum mobil melaju.


Qianu hanya mengangguk untuk membalas lambaian tangan Imel sebelum memerintahkan Hugo untuk menjalankan mobil.


Setelah mobil suamianya telah pergi, barulah Imel melangkahkan kakinya memasuki sekolah, setibanya dikelas, Imel melihat kedua sahabatnya sudah berada disana.


"Wiehhh, kenapa nieh lo pakai masker segala." tanya Nuri saat Imel duduk dibangkunya.


Imel terlihat mendesah, "Wajah gue dalam keadaan tidak baik-baik saja."


"Maksud lo." Juli menimpali, "Wajah lo jerawatan gitu Mell."


"Lo bopengan gitu."


"Bukan bopeng juga."


"Buka deh Mel masker lo agar kami bisa melihat sendiri." pinta Nuri.


"Kalau kalian melihat wajah gue, kalian pasti akan kaget."


"Duhh, bikin penasaran aja deh, coba kami lihat Mel."


Untuk menunjukkan kondisi wajahnya kepada kedua sahabatnya, Imel perlahan mulai membuka masker yang sejak tadi menutupi wajahnya.


Dan benar saja apa yang dikatakan oleh Imel, kedua sahabatnya tercengang saat melihat wajah putih dan mulus Imel kini berubah memerah.

__ADS_1


"Astaga." Juli bahkan sampai membekap mulutnya saat melihat wajah sahabatnya itu, "Wajah lo Mell."


Imel kembali memakai maskernya, melihat reaksi kedua sahabatnya saat dia memperlihatkan kondisi wajahnya, Imel yakin kulit wajahnya semakin parah, dan itu membuat Imel ingin menangis saja.


"Kenapa bisa jadi seperti ini sieh Mell, emangnya apa yang lo pakai." tanya Nuri prihatin setelah melihat wajah sahabatnya yang sudah persis seperti daging sapi yang mentah.


"Semalam gue memakai masker yang diberikan oleh Agnes, dan keesokan paginya, tahu-tahunya wajah gue sudah kayak gini." Imel bercerita sambil nahan tangis.


"Apa tuh masker punya kandungan yang membuat wajah lo alergi kali Mell." duga Juli.


"Gue juga menduganya kayak gitu."


"Makanya Mell, jangan sembarangan make produk kecantikan donk, lihat kandungannya apa dulu, jadi kayak ginikan sekarang."


"Tapi setelah difikir-fikir, gue itu gak punya alergi terhadap hal-hal tertentu."


"Ya mungkin saja ada Mell, itu buktinya wajah lo sampai kayak gitu."


"Terus, wajah sik Agnes itu gimana."


"Bagus kok kulitnya."


"Nahh, memang benarlah ada kandungan dari masker yang membuat elo alergi, atau gak ya, siapa tahu aja gitu sik Agnes itu berniat jahat sama elo dan memasukkan sesuatu yang merusak kulit gitu dimasker yang diberikan ke elo." Nuri seih cuma iseng doank mengatakan hal itu, namun nyatanya, Imel menanggapinya dengan serius.


"Bisa jadi." Imel jadi ingat dengan pesan Hugo yang memintanya untuk berhati-hati dengan Agnes, dan dia malah dengan entengnya mau menerima masker pemberian dari Agnes.


"Benar juga yang dikatakan oleh Nuri, jangan-jangan Agnes memasukkan sesuatu lagi dimasker yang dia berikan kepadaku." batinnya.


"Heii, malah bengong lagi, gue cuma bercanda doank kali, masak lo nanggapinnya serius gitu sieh, lagian, masak iya sik Agnes yang merupakan sahabat kak Qianu berniat jahat sama lo, wanita itu pastinya sayanglah sama elo seperti dia yang menyayangi Qianu."


"Mell, woee kok lo malah jadi melamun gitu sieh, jangan ditanggepin serius kata-kata gue barusan."


"Hmmm." respon Imel.


"Sudahlah Mell, jangan terlalu mikirin masalah kulit elo sekarang ya, lo fikiran saja sebentar lagi kita akan ulangan, dan masalah wajah elo, sepulang sekolah, elo kami temani ke dokter kulit."

__ADS_1


Imel mengangguk setuju.


****


__ADS_2