
"Yakin kamu mau masuk sekolah." tanya Qianu sekali lagi sebelum mereka turun kebawah untuk sarapan pagi itu.
"Yakin kak, aku sudah sembuh kok."
"Hmm, baiklah kalau gitu, tapi saat disekolah, jangan banyak bergerak, kalau kamu merasa pusing atau panas, telpon aku untuk menjemputmu."
"Kakak gak perlu menjemputku, aku bisa istirahat di uks kak." tolak Imel.
"Kasih tahu aku Imel, biar bagaimanapun, istirahat dirumah sendiri itu lebih nyaman."
"Iya iya, aku telpon kakak deh." Imel ngalah.
"Udah yuk kita turun." Qianu menyodorkan telapak tangannya untuk digenggam oleh Imel.
Imel yang tidak peka berkata, "Kak Qianu, kakak minta apa."
Qianu segera menarik tangannya, "Ayok turun cepat." ujarnya berjalan duluan meninggalkan Imel.
****
Saat tiba disekolah, Imel menunjuk punggung tiga orang gadis yang berjalan menuju gerbang sekolah, gadis-gadis itu tidak lain dan tidak bukan adalah sahabat-sahabatnya yaitu Gebi, Nuri dan juga Juli.
"Itu sahabat-sahabat aku kak." Imel memberitahu.
"Woee." teriak Imel keluar dari mobil untuk membuat ketiga sahabatnya berbalik.
__ADS_1
"Astaga siek bocah, bisa tidak dia gak usah pakai teriak-teriak segala." desis Qianu.
Ketiga gadis yang mendengar teriakan Imel berbalik, mereka bisa melihat Imel melambai ke arah mereka yang membuat mereka mendekati Imel.
Qianu bukannya memerintahkan sopirnya untuk jalan, dia malah keluar dan berdiri disamping istrinya, apa yang dilakukan oleh Qianu membuat Imel mengerutkan keningnya bingung.
"Kak Qianu kenapa masih disini, kakak gak ke kantor."
"Ada yang ingin kakak bicarakan dengan ketiga sahabat kamu." jawab Qianu acuh tak acuh.
"Hah, kakak mau membicarakan apa."
"Emangnya aku harus ngasih tahu." ucapan Qianu itu berhasil membungkam bibir Imel.
"Ishh, resek." Imel hanya bisa mengumpat dalam hati.
Qianu hanya mengangguk singkat sebagai jawaban atas sapaan ketiga gadis-gadis itu.
Sementara Imel menjawab secara lisan, "Hai semuanya."
"Mell, kenapa kemarin lo gak masuk." Juli bertanya.
Imel menimpali, "Kami menghubungi nomer elo, sayangnya gak aktif."
Sahut Gebi, "Kami khawatir, kami fikir lo sakit."
__ADS_1
"Emang gue sakit, badan gue panas, tapi sekarang udah sehat makanya gue bisa masuk sekolah."
"Beneran lo sakit kemarin Mel." cecar Juli.
Gebi menyambung, "Kenapa elo ngak ngabarin, kalau lo ngabarinkan kita bisa jengukin elo kerumah suami lo."
"Tapi sekarang gue sudah sehatkan, jadi gak perlu berlebiha kalian."
"Ada sesuatu hal yang penting gak yang terjadi saat gue gak masuk."
"Gak ada, hanya bapak kita pak Rapi yang nanyain lo kenapa gak masuk." Nuri yang menjawab.
"Terus lo bilang apa."
"Ya gue bilang saja lo gak masuk karna melahirkan." canda Juli yang membuat keempat gadis itu tertawa bersamaan, sedangkan Qianu, laki-laki itu tidak terpengaruh sama sekali dengan kekenyolan ketiga sahabatnya.
"Maafkan mereka ya kak, mereka memang suka gitu." Imel meminta maaf atas kekonyolan ketiga sahabatnya yang membuat jokes garing.
Saat tawa mereda, Qianu menyampaikan niatnya sampai membuatnya keluar mobil untuk bertemu dengan ketiga sohib sahabatnya itu, Juli, Nuri dan juga Gebi.
"Imelkan baru sembuh, jadi bisakah selama disekolah kalian lebih memperhatikannya." ternyata itulah yang akan dia katakan, tapi agak malu juga sieh untuk mengatakan hal tersebut.
Dan ketiga sahabat Imel memang setia kawan orangnya, buktinya mereka bertiga kompak mengangguk untuk mengiyakan permintaan Qianu.
"Pasti kak Qianu, serehakan semuanya pada kami, istri kak Qianu akan kami jaga dan sudah bisa dipastikan saat kakak akan menjemputnya bodynya masih mulus." konyol Nuri.
__ADS_1
****