
Teruntuk pembaca tercinta
Hai, apa kabar? Semoga hati, jiwa, raganya diberi kesehatan dari Yang Maha Esa, dan semoga hal-hal baik menyertai kita semua.
Kehadiran saya kali ini tidak lain dan tidak bukan ingin mengajak pembaca tercinta menysuri kehidupan yang lebih kelam. Kisah yang barangkali membuat kita sama-sama penasaran. Mengusung konsep berbahasa dengan komposisi yang sedikit lebih berat. Mengajak diksi menari bersama alur cerita.
Usai berdebat di kepala, menyelesaikan kisah Binar dan Riswan. Saya memberanikan diri kembali pada fitrah. Fantasi bertajuk romansa. Kisah yang mungkin akan sedikit lebih sulit dimaknai maksudnya. Perlu lebih banyak usaha membaca, namun saya harap masih bisa memenuhi selera khalayak.
Jauh berbeda dengan Riswan dan Binar yang terbentuk secara spontan. Saya mengenal karakter-karakter ini lebih lama. Seharusnya lebih mesra pula saya memaparkan apa, siapa, kapan, dimana, kenapa dan bagaimana semua ini bisa terjadi pada mereka.
Semoga saja, semoga...
Ada makna yang bisa dipetik dari sebuah kematian
Apa kau pernah dengar tentang kematian?
Jangan bilang kalau kau belum pernah mendengarnya. Aku cukup yakin jika semua orang tahu tentang kematian.
__ADS_1
Sebuah keadaan yang akan menuntunmu pada kesendirian. Peristiwa ketika rohmu bergerak bebas, sementara jasadmu tak berdaya.
Sebujur tubuh yang membeku kaku itu hanya diam, dan kau terbiasa menatapnya dari kejauhan.
Ia sama sekali tak pernah memintamu untuk tetap tinggal, namun tidak berarti pula kau bisa membebaskan diri dari sana.
Ya, kau seperti terpenjara. Didekap erat oleh kegelapan yang amat pekat. Dibelenggu sunyi yang membudidayakan perasaan hampa. Kau purna sendirian.
Bagi kematian, segala penyesalan sama sekali tidak berguna. Meski jutaan air mata dicucurkan, ribuan maaf dituturkan, semuanya akan tetap sia-sia.
Setidaknya seperti itulah kematian yang bisa aku gambarkan.
Ada banyak roh di sekitarku sekarang. Mereka semua merasakan hal yang sama; kekosongan. Kami tidak bisa berharap banyak, sebab tak ada satupun roh bisa terlahir kembali ke dunia. Kecuali satu hal, yakni dosa besar.
Keyakinan yang kami imani bersama, bahwa dosa besar bisa membawa kehidupan.
Mungkin ini akan terdengar sedikit konyol, namun para roh percaya bahwa masih ada cara lain untuk kembali merasakan kehidupan, yaitu dengan menebus dosa yang pernah dilakukan.
__ADS_1
Sebuah dosa besar yang bahkan tak pernah kami ingat, atau mungkin telah kami lakukan tanpa sadar.
Entahlah, sejujurnya aku juga tidak mengerti kehidupan seperti apa yang ditawarkan melalui penebusan dosa. Tapi asal kau tahu saja, semua roh di dunia mengharapkan dosa besar itu mau memanggilnya.
Diam-diam, aku pun demikian. Mengharapkan dosa besar menagih penebusanku juga.
Walau pada akhirnya aku tak tahu apa yang akan kulakukan kalau kesempatan itu datang, setidaknya akan jauh lebih baik dibanding menatapi jasadku yang tidak lagi bernyawa.
Aku sudah tidak sanggup menangisi diriku yang tak bisa masuk ke dalam jasad. Rasanya begitu mengerikan tiap kali aku sadar kalau roh dan jasadku telah terpisah.
Jangan tertawa, tapi inilah kematian yang kumaksudkan.
Setelah kematian datang, aku sering berharap dosa-dosa itu segera meminta pertanggungjawaban.
Tak seharipun aku lupa melantunkan seberkas doa; Tuhan, semoga saja masih ada dosa besar yang tersisa.
__ADS_1