MISTERI DUNIA PERSILATAN

MISTERI DUNIA PERSILATAN
EPISODE 10


__ADS_3

Guan Ning merasa matanya tidak sempat berkedip tapi dia tidak melihat dengan cara apa gadis itu begitu cepat berjalan ke arahnya, rupanya ilmu meringankan tubuhnya sangat tinggi dan melebihi kemampuan Guan Ning beberapa kali lipat.


Dia merasa malu, dia benar benar merasa dirinya tidak berguna.


Gadis itu melihat sikap Guan Ning yang tiba tiba menjadi bengong, dia mendesak lagi, “Apakah kata katamu benar? Apakah kau dengar pertanyaanku tadi?"


Guan Ning menenangkan dirinya.


"Walaupun aku bukan orang berbakat,tapi aku tidak akan menjadikan kematian orang lain dijadikan sebagai bahan gurauan,“ kata Guan Ling dengan alis terangkat.


"Apakah kau melihat sendiri suami istri Wisma Si Ming sudah meninggal?"


"Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri suami istri Wisma Si Ming sudah meninggal dan aku sendiri yang menguburkan mereka..."


Dia melihat gadis itu kaget dan terpana kepadanya, alisnya tampak berkerut sepertinya dia sangat sedih.


Guan Ning menarik nafas, “Orang yang sudah mati tidak bisa hidup kembali,jika Nona adalah teman mereka, aku harap Nona bisa menahan kesedihan.“


Walaupun Guan Ning bersifat angkuh, tapi sebenarnya dia orang yang baik, dia tidak menyukai sikap gadis yang menamakan dirinya Shen Jiang Niang Niang,tapi dia berusaha untuk menasehati dan menghiburnya.


Terlihat gadis itu menundukkan kepala sambil memainkan bajunya. Dia bertanya dengan suara kecil,"!mengapa suami istri Wisma Si Ming bisa mati secara bersamaan? benar benar peristiwa yang aneh. Apakah kau melihat bagaimana mereka bisa mati?"


“Suami istri Wisma Si Ming mati dengan mengenaskan, mereka dipukul di bagian kepala dan mati di pondokan yang ada dibelakang wisma."


Dengan kaget gadis itu bertanya, "Apakah suami istri Wisma Si Ming secara bersamaan dipukul hingga mati oleh satu orang?"


Guan Ning mengangguk, terlihat mata gadis itu berubah, dengan galak dia berkata, “Kau tidak kenal dengan pemimpin wisma Si Ming, tapi sekarang kau sendiri yang mengatakan kalau kau sudah menguburkan mereka dan mengatakan kalau mereka mati karena dipukul dengan telapak tangan seseorang... apa maksudmu? Apakah kau ingin berbohong!"

__ADS_1


Tiba tiba tangan gadis itu memegang sebilah pedang pendek yang tampak berkilau, pedang itu terlihat mengetuarkan hawa dingin.


Gadis itu menunjuk Guan Ning dengan pedangnya dan membentak, "Siapa kau sebenarnya! Apa maksud mu datang kemari? Lebih baik kau ceritakan semuanya kepadaku! Hei... jangan kira aku mudah dibohongi!"


Pedang itu mulai mendekati wajahnya. Rasa dingin pedang itu membuat urat syaraf di wajahnya bergerak gerak. Tapi Guan Ning tetap membusungkan dadanya dan tidak mundur selangkah pun.


“Kata kata yang kukatakan tadi semuanya adalah kejadian sebenarnya, aku tidak berbohong kepadamu,jika Nona tidak percaya, aku tidak memaksa, Nona boleh melihatnya sendiri." Dia membalikkan badan dan bersiap siap akan pergi.


Tapi gadis itu membentak dan pedangnya yang berkilau sudah terarah ke tenggorokan Guan Ning.


Guan Ning sangat terkejut. Dia berusaha menghindar kebelakang supaya dia bisa melarikan diri.


Dia belajar ilmu pedang selama tiga tahun, walaupun belajar bukan pada seorang guru yang terkenal,tapi karena pada dasarnya dia sangat berbakat dengan dasar ilmu silat yang lumayan kuat, begitu dia lari dia bisa mencapai lima kaki jauhnya.


Guan Ning tadi berlari supaya bisa menghindari serangan pedang gadis itu, sekarang dia tidak bisa lagi mengubah posisi tubuhnya karena dia telah menjadi mati iangkah, kilauan pedang tepat mengarah ditenggorokannya, dia merasa cahaya pedang yang berwarna merah membuatnya tidak bisa menghindar lagi.


Guan Ning merasa kilauan pedang itu datang dengan cepat seperti kilat, diapun sadar hanya dalam satu kedipan mata, dia akan mati tertusuk pedang itu, walaupun sifatnya terbuka, tapi begitu terpikir dia akan mati, di dalam dadanya timbul perasaan sedih yang


tidak bisa dikatakan, kilauan pedang yang datang seperti kilat itu, tiba tiba berhenti ditengah tengah.


Guan Ning merasa tenggorokan ada hawa dingin. Dia menarik nafas.


"Maut sudah menjemputku.“


Anehnya ujung pedang itu ternyata ditarik kembali, urat Guan Ning yang tadinya kencang sekarang mengendur kembali, dia merasa aneh dan tidak mengerti apa maksud gadis itu.


Terlihat gadis itu dengan satu tangannya memegang pedang, sedangkan tangan yang lain tampak mengepal, kedua tangannya sama sama berhenti di tengah dan, lama tidak ditusukan, dengan wajah penuh keanehan dia melihat Guan Ning.

__ADS_1


Kemudian pelan pelan berkata, "Apakah hanya dengan kemampuan seperti ini, kau berani masuk ke Wisma Si Ming untuk mengacaukan keadaan?"


Dia berhenti bicara tapi matanya terus melihat Guan Ning, dia seperti setengah percaya kepada kata kata Guan Ning tadi.


Guan Ning menegakkan dadanya, perasaan malu dan kesal semakin mengental di dalam rongga dadanya.


Dari kata kata gadis itu, dia tahu kalau gadis itu tidak berniat membunuhnya karena dia sudah melihat kemampuan ilmu silat Guan Ning yang lebih rendah darinya, perlakuan seperti ini bagi orang yang berstatus tinggi dan keras merupakan penghinaan besar.


Guan Ning melihat sikap gadis itu, dia kesal, mengapa dia tidak jadi mati di bawah pedang gadis itu. Sekarang hatinya benar benar merasa tidak enak, menangis pun rasanya sulit.


Pelan pelan dia berkata, "Aku bukan orang dunia persilatan, lebih lebih aku tidak mempunyai dendam dengan pemimpin wisma Si Ming. Aku bukan orang yang seperti Nona pikirkan, aku tidak bisa dengan sadis membunuh orang. “tadi...."


Gadis itu terus melihatnya, seperti tidak mendengar apa yang dikatakannya sejak tadi.


Guan Ning merasa malu dan marah. "Tadinya aku berniat berteduh dari hujan. Begitu


memasuki wisma, aku baru tahu kalau disini penuh dengan gelimpangan mayat, walau pun aku tidak mengenal mereka,tapi aku tidak tega melihat mayat mayat itu kehujanan atau terkena angin, maka aku memutuskan untuk mengubur mereka terlebih dulu..."


Dia berhenti sejenak,terlihat gadis itu dengan teliti mendengarkan semua penjelasannya.


Guan Ning berkata lagi' "Aku tidak tahu apakah di antara mayat mayat itu ada pemimpin wisma ini, aku pun tidak tahu siapa pemimpin Wisma Si Ming? Maka pada saat Nona bertanya kepadaku, aku benar benar tidak tahu."


Sorot mata gadis itu mulai terlihat melembut,


Terdengar Guan Ning berkata lagi, "Kemudian ketika Nona berkata bahwa orang berbaju merah dari wisma Si Ming,aku baru ingat kalau diantara mayat mayat itu terdapat dua orang yang mengenakan baju merah, aku tidak tahu apa alasan Nona mengunjungi mereka,tapi aku menebak kalau Nona pasti mengenal mereka, aku takut setelah mendengar bagaimana cara mereka mati, Nona akan...."


Fb@ardhy ansyah

__ADS_1


Ig@ardhy_ansyah123


__ADS_2