MISTERI DUNIA PERSILATAN

MISTERI DUNIA PERSILATAN
EPISOSE 35


__ADS_3

Guan Ning melihat lampu yang apinya hanya sebesar kacang dan berkata, “Aku keluar dari rumah sudah cukup lama, seharusnya aku harus pulang sekarang tapi begitu banyak masalah yang telah kutemui,jika aku membiarkan masalah itu terus bertumpuk, hatiku tidak akan tenang. Orang orang jahat juga tidak akan melepaskanku begitu saja. Tapi kalau aku tidak pulang....“


Dia teringat kalau di rumahnya banyak orang yang sedang menunggu kepulangannya dan juga teringat pada tawa ayah dan ibunya. Segera dia merasa rindu kepada keluarga.


Ling Ying menghembus nafas panjang, “Keluargamu pasti keluarga bahagia. Ada ayah dan ibu.... mengapa Tuhan begitu tidak adil? Dia membiarkan seseorang yang mempunyai keluarga hangat tetapi membiarkan sebagian orang tidak mempunyai keluarga?"


Di bawah sinar lampu yang redup, tawa di wajah Ling ying sudah menghilang. Bulu matanya yang panjang menutupi kelopak matanya, di sudut mata terlihat ada dua butir air mata.


Karena itu Guan Ning segera memegang tangannya, dia ingin menghibur Ling Ying,tapi hatinya sendiripun sangat khawatir. Bagaimana bisa dia menghibur orang lain yang sedang bersedih?


Mata Ling ying berkedip.


Tiba tiba dia tertawa dengan lembut dan bertanya, "Dimana rumahmu?"


“Di Bei Jing. Apakah kau pernah pergi ke Bei Jing? Bei Jing merupakan tempat bagus. Angin dan pasir akan meniup tubuhmu, kau akan merasa hangat seperti.... seperti tangan seorang ibu yang sedang memainkan rambutmu."


Hatinya penuh dengan perasaan lembut, karena itu kata katanya terdengar seperti puisi.


Ling ying terpaku, "Seperti seorang ibu yang sedang memainkan rambutku.... ini benar benar indah tapi....Aku belum pernah merasakan hal seperti ini."


Hati Guan Ning bergetar, dia menyalahkan dirinya mengapa dia telah membuat gadis yang dicintainya menjadi sedih.


Dengan tertawa sedih Ling ying berkata lagi, "Sudah lama aku mendengar tentang keramaian kota Bei Jing, tapi aku belum pernah pergi kesana, bolehkah aku menemanimu pulang ke Bei Jing? melihat rumahmu setelah itu.... kita baru meneruskan pekerjaan yang belum selesai."


Sambil berkata seperti itu,wajahnya sudah menjadi merah.


Guan Ning menjadi senang, dia memegang tangan Ling Ying lebih erat lagi dan bertanya, "Apakah semua perkataanmu benar?"


Kepala Ling ying lebih ditundukkan lagi.

__ADS_1


Ling ying sudah tidak terlihat judes dan manja lagi, dia menjawab dengan pelan, "Kau tahu aku tidak akan berbohong kepadamu."


Dia diam dan merasa bahagia, pandangannya begitu mesra, lama dan sangat lama.


Mereka seperti hanyut dalam alam impian,tiba tiba terdengar pelajar berbaju putih menarik nafas dengan berat, suara ini membuat mereka sadar dan kembali ke alam nyata.


Ling ying yang tadi terlihat penuh dengan kesedihan, sekarang mulai bisa tertawa lagi, matanya yang bercahaya terus berkedip. Dia seperti sudah melupakan kehidupannya yang tidak mempunyai keluarga.


"Begitu sampai di He Bei, aku akan membawamu menemui dengan seseorang, ilmu silat orang ini sangat tinggi dan dia adalah tabib sakti di dunia persilatan,temanmu yang terkena racun, pasti akan bisa disembuhkan... Tapi yang terpenting adalah kita harus pulang dulu ke rumahmu, untuk menengok ayah dan ibumu. Supaya mereka tidak mengkhawatirkanmu lagi." Ling ying seperti seorang istri yang lembut, semuanya diatur untuk kepentingan Guan Ning.


Perasaam Guan Ning seperti tenggelam di dalam air,walaupun dia mengalami banyak kesulitan, ternyata dia sudah melupakannya. Sudah berganti dengan kebahagiaan.


Guan Ning berkata dengan lembut, "Kita akan menyewa sebuah kereta, pelajar berbaju putih akan dibaringkan di dalam kereta, sedangkan kita menunggang kuda sambil bisa menikmati keindahan alam....“


Tiba tiba dia teringat kepada Nang Er lagi. Nang Er yang nakal dan lucu, dia menghembus nafas panjang.


Ling ying mengerti kesedihan Guan Ning, dia juga mengetahui bagaimana kesedihan yang ada di dalam hatinya,tidak bisa dihilangkan dengan bahasa indah, maka dia terus mendengarkan cerita Guan Ning tentang kelucuan Nang Er.


Kau harus mengerti. Jika dia sedang menceritakan tentang orang yang sudah meninggal, hatinya pasti dipenuhi dengan kesedihan.


Secara bersamaan mereka melihat pelajar berbaju putih yang belum sadarkan diri sampai sekarang.


Sepasang pemuda dan pemudi yang sedang menikmati kebahagiaan mereka, ternyata mereka tidak melupakan kesedihan orang lain.


Mereka tahu orang yang sekarang sedang berbaring tidak berdaya ini ternyata mempunyai ilmu silat tinggi dan juga mempunyai masa lalu yang sangat mengejutkan,saat ini dia hanya bisa berbaring di tempat tidur seperti orang normal yang sakit, karena itu mereka menjadi kasihan kepadanya.


Mereka berdua tidak mengenalnya juga tidak mengetahui sampai mana kehebatan ilmu silatnya, masa lalunya pasti mengejutkan, pasti dia adalah orang yang telah menggegerkan di dunia persilatan.


Orang sering dipermainkan dengan hal semacam ini. Jika mereka mengetahui siapa dia sebenarnya, mungkin mereka tidak akan merasa kasihan kepadanya.

__ADS_1


Bei Jing adalah kota tua, seperti seorang pendekar yang bisa menangis juga bisa tertawa, bisa marah juga bisa merasa senang, musim dingin terasa sangat dingin, musim panas, panasnya membuat orang kewalahan.


Sewaktu Guan Ning tiba di kota Bei Jing, musim gugur sudah berlalu, salju putih sudah membuat kota kuno itu tertutup oleh salju putih.


Walaupun turun salju, tapi orang orang kota Bei Jing tetap terlihat sibuk berjalan mandar mandir.


Kedua muda mudi ini berada diantara orang orang yang sedang berjalan dengan tergesa gesa. Kuda mereka berjalan sangat pelan, mereka tahu jika sudah sampai di kota Bei Jing, untuk apa berjalan tergesa gesa lagi.


Dengan mengenakan mantel yang terbuat dari bulu binatang, Guan Ning menunggang kuda gagah, ditemani oleh seorang gadis cantik, dia melihat kampung halamannya sudah terbentang di depan mata...


Guan Ning merasa dia adalah orang yang paling berbahagia, paling sedikit sekarang orang orang yang berpapasan dengan mereka merasa iri melihat tuan muda yang tampan ini ditemani seorang gadis cantik.


Walaupun sekarang sedang musim dingin, angin yang membawa salju meniup ke tubuh Ling Ying, didalam hati, dia merasa saat ini seperti sedang musim semi, begitu hangat, kata kata yang terdengar lembut,tertawa senang, semua tenggelam di dalam tiupan angin musim dingin.


Roda kereta menggilas tumpukan es, kuda menginjak tanah yang ditutupi salju. Suara derap kuda terlihat penuh keceriaan.


Tiba tiba Ling ying berteriak, "Kota Bei Jing, aku sudah sampai“


Dinding pembatas kota Bei Jing mulai terlihat, dengan senang Guan Ning berteriak, " Kota Bei Jing, kita sudah sampai!"


selamat membaca dan menikmati novel ini,walapun mungikin masih ada kekuranagan dari cara saya menulis dalam membuat novel ini semoga para pembaca dapat terhibur dengan adanya novel ini,saya sebagai author sangat berterima kasih kepada para pembaca atas aspirasinya agar kedepannya novel ini menjadi lebih menarik lagi dan tentunya membuat para pembaca puas


salam hangat dari author


ardhy ansyah


Fb@ardhy ansyah


Ig@ardhy_ansyah123

__ADS_1


__ADS_2