MISTERI DUNIA PERSILATAN

MISTERI DUNIA PERSILATAN
EPISODE 33


__ADS_3

Sedang yang lainnya segera menyambut tali yang ada disisinya kemudian melemparkannya lagi. Tali yang terkulai dilempar sangat jauh. Salah satu dari mereka mengikuti tenaga lemparan itu dan berhasil melewati jurang yang lebarnya kurang lebih dua puluh meter. Sosok orang itu baru saja berdiri, pergelangannya sudah bergerak. Dia menarik orang yang masih berada di seberang jurang dan membawanya menyebrangi jurang. Tenaga dalam dan ilmu meringankan tubuh mereka ternyata sudah mencapai tingkat teratas. Mereka benar benar sangat kompak, benar benar membuatku terpaku, hanya dalam waktu sekejap mereka berdua berhasil menyebrang jurang dan berada disisi jurang sebelah sana."


Sambil bercerita, dia menggerakan tangan sampai ceritanya selesai, begitu gerakannya berhenti dan dia menghembuskan nafas.


"Aku berdiri dengan terpana melihat ilmu silat mereka begitu tinggi,tidak terasa kakiku pun berhenti melangkah. Tetapi..."


Kata katanya belum selesai, pundaknya ditepuk oleh seseorang, dia sangat terkejut dan melihat kebelakang, ternyata pak tua penebang kayu itu melihatnya sambil tertawa.


“Kata kata yang keluar begini panjang lebar, apakah kalian mau minum?"


Ling Ying tertawa lalu menerima cangkir teh dari tangan paktua itu, dia melihat pak tua aneh itu keluar melalui pintu, lama dia tidak bicara.


Guan Ning diam diam berpikir, "Sejak tadi dia terlihat begitu percaya diri dan sombong. tapi ternyata dia sangat mengagumi ilmu silat kedua orang itu, tampaknya ilmu silat kedua orang itu memang hebat.“


Guan Ning berpikir lagi, "Apakah mereka berdua adalah E Mei Baa Nang. Paling sedikit mereka dicurigai sebagai pembunuh di Wisma Si Ming."


Terlihat Ling Ying sedang berpikir kemudian dia meminum teh dari cangkir yang dipegangnya dan berkata, "Sewaktu aku sedang melihat sosok punggung mereka dengan terpana, tiba tiba di belakangku terasa ada angin berhembus, tampak bayangan seseorang berbaju putih melewatiku dan telah berada di depanku sesaat kemudian dia sudah berada disisi jurang,dia belum berhenti melangkah. Kedua tangannya sedikit dibuka, lalu dia meloncat ke atas, loncatannya sangat tinggi, mungkin ada kira kira sembilan meter. Aku sampai menjerit ngeri. Begitu dia loncat ke atas, tiba tiba dia melipat tubuhnya. Kepala dan kaki membentuk seperti panah lalu diapun meluncur ke seberang jurang…"


Gadis itu mengembus nafas dan melanjutkan lagi, "Tadinya aku berpikir ilmu meringankan tubuh kedua orang itu sangat tinggi dan tidak ada tandingannya, tapi temanmu itu ternyata kemampuannya lebih tinggi dari mereka bahkan beberapa kali lipat.


Aku melihat bayangan mereka menghilang di balik semak semak, aku pikir aku tidak akan mampu menyeberangi jurang itu,terpaksa aku kembali lagi ke tempat tadi. Tapi sewaktu aku mengejar orang orang itu, aku tidak memperhatikan arah, akhirnya akupun tersesat."


Dia mengubah posisi duduknya dan berkata lagi, "Aku berputar putar di gunung besar ini dan akhirnya turun hujan lebat, akupun mencari cari gua untuk berteduh,setelah hujan berhenti, aku baru menemukan jalan untuk turun lalu melihat ada rumah Ini...."


Dia terus bercerita, Guan Ning dengan penuh semangat mendengarkan semua ceritanya, suaranya kemudian berhenti seperti suara mesin tenun yang sedang menenun kain, tiba tiba digunting oleh seseorang.

__ADS_1


Hati Guan Ning bergetar karena wajah gadis yang sering tertawa ini tiba tiba mengeluarkan ekspresi ketakutan, dengan tidak tenang dia menarik nafas dalam dalam dan berbicam pada dirinya sendiri. "Ada apa denganku....“


Tiba tiba dia berdiri dan berlari keluar pintu.


Guan Ning kaget dan merasa aneh, dengan pelan dia berjalan ke depan pintu,terlihat gadis itu berlari kembali ke rumah ini, di bawah langit yang mulai gelap, tampak ketakutannya semakin kental, dengan diam dia kembali lagi ke dalam kamar lalu mencabut tusuk konde yang terbuat dari perak dan dicelupkan ke dalam air teh yang tadi diberikan oleh paktua itu.


Hanya dalam waktu sebentar tusuk konde yang berwarna terang berwarna perak segera beru bah menjadi hitam.


Wajah Guan Ning pun langsung berubah.


Dia cepat lari ke tempat gadis itu, dengan gemetar dia bertanya, "Apakah air teh ini mengandung racun?"


Ling Ying mengangguk dan menghembuskan nafas kemudian duduk kembali kesisi tempat tidur.


Guan Ning sangat terkejut. Dia berteriak "Mana pak tua itu?"


Hari ini Guan Ning telah melewati beberapa kali peristiwa pembunuhan, tapi tidak ada rasa lebih takut dibandingkan kali ini, dengan tergesa gesa dia berlari ke kursi itu dan menarik pundak gadis itu lalu bertanya, "Apakah kau telah meminum racunnya?"


Ling Ying mengangguk dan menjawab, "Benar."


Guan Ning menghembuskan nafas panjang, dia merasa sangat menyesal.


"Aku pantas mati, aku tidak melihat pak tua itu ternyata orang yang jahat! Hehhh.... sekarang aku harus bagaimana, harus bagaimana...."


Ling Ying tertawa dengan sedih. "Ini bukan salahmu, aku sendiri tidak menyangka kalau pak tua itu telah membubuhkan racun ke dalam air teh ini. Hehhh...diantara kami tidak ada dendam, akupun tidak mengenalnya."

__ADS_1


Tiba tiba Guan Ning berkata, "Bukankah kau bisa memakan Cui Xiu Hu Xin Tan setelah itu baru kita mencari cara lain?"


Ling Ying menundukkan kepala seperti tidak mendengar perkataan Guan Ning.


Tubuhnya terasa temah dan hampir jatuh terjerembab kebelakang, sepasang matanya yang bagus dipejamkan, angin mulai terasa dingin.


Kedua tangan Guan Ning terus memegangi pundak Ling ying. Dengan suara gemetar Guan Ning bertanya, "Apakah Huang Shan Hu Xin Tan hanya ada satu butir?“


Ling Ying dengan lemah bersandar ke tubuh Guan Ning. Dia tertawa dan mengangguk, dia mulai merasakan cinta Guan Ning begitu polos dan juiur.


Karena itu sekarang dia tidak merasa malu lagi untuk terbuka kepada Guan Ning dan dia bersandar ke tubuh Guan Ning.


Perasaan spontan yang keluar tanpa harus ditutupi adalah pada saat dia sedang mendapatkan musibah apalagi sekarang Ling ying mulai merasa tubuhnya kaku.


Ling Ying sangat mengerti apa artinya bila tubuh yang terkena racun mulai terasa kaku, dia sudah tahu banyak tentang racun yang ada di dunia. Racun yang tidak berbau, tidak berwarna, tapi setelah diminum dalam waktu seingat singkat dia akan mendapatkan reaksi kaku.


Racun ada beberapa macam, bila dia sudah terkena racun yang jarang ada di dunia persilatan berarti umur panjang sudah tidak bisa diharapkan lagi.


Untuk apa orang yang akan meninggal harus menutupi perasaannya lagi?


selamat membaca dan menikmati novel ini,walapun mungikin masih ada kekuranagan dari cara saya menulis dalam membuat novel ini semoga para pembaca dapat terhibur dengan adanya novel ini,saya sebagai author sangat berterima kasih kepada para pembaca atas aspirasinya agar kedepannya novel ini menjadi lebih menarik lagi dan tentunya membuat para pembaca puas


salam hangat dari author


ardhy ansyah

__ADS_1


Fb@ardhy ansyah


Ig@ardhy_ansyah123


__ADS_2