MISTERI DUNIA PERSILATAN

MISTERI DUNIA PERSILATAN
EPISODE 37


__ADS_3

Tapi sekarang setelah tiba di rumah Guan Ning, dia malah merasa malu, gadis angkuh yang katanya sudah pernah pergi kemana mana juga pernah bertemu dengan banyak orang terkenal, tapi perasaan seperti sekarang baru pertama kali dialaminya.


Dengan ragu dia berhenti dan berkata, "Kau pulang sendiri saja, aku akan mencari tempat lain dan menunggumu disana.“


Guan Ning terpaku, dia tidak menyangka kalau Ling ying akan bicara demikian, dengan gagap Guan Ning bertanya, “Mengapa harus seperti itu? Mengapa harus begitu.... aku hanya akan tinggal disini paling paling 2-3 hari,setelah itu kita segera berangkat ke Miao Feng Shan, mencari tabib terkenal itu. bukankah… kita sudah berjanji untuk bersama sama melakukannya?"


Ling Ying menghentikan kudanya, sebenarnya banyak hal yang ingin dia sampaikan,tapi satupun tidak bisa keluar dari mulutnya.


Pelan pelan tangannya diletakkan di atas kereta, di dalam kereta itu terbaring pelajar berbaju putih yang identitasnya misterius dan sedang hilang ingatan. Pesilat tangguh dunia persilatan sekarang tidak bisa berdiri tegak, dia hanya bisa terbaring dengan diam.


Kuda yang ditunggangi Guan Ning seperti tahu kalau Guan Ning telah tiba di rumahnya sendiri, dia segera meringkik senang.


Tiba tiba....


Pintu berwarna merah itu terbuka, terdengar tawa lembut dari balik pintu itu kemudian muncul beberapa orang gadis membawa keranjang bambu, begitu melihat Guan Ning, mereka segera berteriak. "Tuan Muda, Anda sudah pulang.“


Salah satu dari pelayan itu tampak tertawa senang kemudian dengan suara rendah dia berkata, "Mengapa Anda berjalan begitu lambat? Terlambat hingga satu bulan lebih dibandingkan dengan kepulangan Guan Ful“


Guan Ning tersenyum, dia turun dari kudanya dan berjalan ke depan Ling ying lalu menuntun tali kuda yang ditunggangi Ling ying, dia membawa kuda itu berjalan ke arah pintu besar.


Ling ying yang berada diatas kuda ingin mengatakan sesuatu tapi dia mengurungkan niatnya dan tetap duduk dengan diam diatas kuda, sambil melihat gadis gadis yang keluar dari pintu merah itu.


Gadis gadis itu dengan bengong melihatnya, mereka tidak menyangka kalau tuan muda mereka ternyata bisa menjadi Pambawa tali kekang kuda.


"Siapakah nona itu'!“ Dalam hati mereka terpikir banyak hal, dari wajah mereka yang terkejut.

__ADS_1


Guan Ning tahu kalau mereka pasti memikirkan sesuatu, karena itu dia sengaja membentak, "Cepat buka pintu"


Gadis gadis itu segera berlari masuk ke dalam rumah sambil tertawa. Ada yang berkata, “Tuan Muda sudah pulang' dia membawa istri yang cantik."


Kemudian pintu berwarna merah itu segera terbuka, kabar tuan muda mereka sudah pulang ternyata sudah menyebar keseluruh Panjuru rumah, dirumah orang kaya ini, dari pengurus sampai Pelayan semuanya tampak berlarian keluar.


Ling ying yang selalu tinggal di gunung dan tidak mempunyai keluarga,walaupun sering berkelana didunia persilatan,tapi orang yang ditemuinya selalu pendekar pendekar yang hidup di Ujung golok atau pendekar pendekar yang hanya terlihat dalam urusan balas dendam atau balas budi,walaupun mereka adalah orang kaya tapi mana bisa bersaing dengan keluarga ini.


Begitu melihat kekayaan keluarga Guan Ning, Ling ying merasa kaget dan serba salah, hatinya terus berdebar debar.


Tapi dia berusaha menutupinya, dia diam berdiri disisi Guan Ning sambil melihat pelayan pelayan itu sibuk membawa turun barang barang bawaan Guan Ning.


Ada yang bertanya, “Tuan Muda, di dalam kereta itu apakah ada teman Anda?“


Ada yang bertanya, "Mana Nang Er, si nakal itu sekarang berada dimana?"


Segera dia bertanya, “Mana Nona Du?"


Guan Fu yang tadinya ikut dengannya,tapi karena Guan Ning menyuruhnya pulang dari awal.


Pelayan itu hanya terpaku, lama baru dia mengerti dan berkata, "Tuan Muda, apakah yang Anda maksud adalah Wen Xiang?“


Dia merasa aneh mengapa tuan mudanya memanggil pelayan dengan sebutan nona. Dia tidak tahu kalau dalam hati Guan Ning merasa sangat berterima kasih kepada budi Nang Er, mana mungkin dia bisa menganggap kakaknya hanya sebagai pelayan?


Apalagi dia sudah melihat kakak beradik ini mau menjadi Pelayannya disini, pasti ada hal yang mereka tutupi dan kakak beradik ini selalu berusaha menutupinya.

__ADS_1


Guan Ning mengangguk dan mulai mencari.


Terdengar Guan Fu berkata lagi, "Tadi sewaktu Tuan Muda pulang, Wen Xiang ikut keluar, tapi tiba tiba dia menutupi wajahnya lalu lari ke belakang. Apakah dia sedang merasa sakit kepala?"


Guan Ning merasa aneh, Dia berpikir, “Apakah Wen Xiang sudah tahu kalau Nang Er sudah meninggal? Tapi sepertinya tidak mungkin? Jika tidak melihat adiknya, seharusnya dia bertanya dulu.“


Guan Ning mulai merasa curiga,tapi sudah ada pelayan yang memberitahu kepadanya bahwa nyonya besar sedang menunggunya,terpaksa Guan Ning menunda dulu rasa curiganya ini.


Anak kesayangan orang tua, melihat kembali orang tuanya membuat hati yang lelah seperti tercuci oleh air.


Sepasang suami istri yang kaya dan juga masih sehat,walaupun merasa aneh karena putranya tiba tiba membawa pulang seorang gadis,tapi mereka sudah merasa gembira karena putra mereka telah kembali, urusan yang lainnya tidak mereka pikirkan lagi. Mereka hanya berpesan, “Lain kali kalau pergi jangan terlalu lama. Apa saja yang sudah kau lihat selama ini diluar? Apa saja yang sudah kau alami? ada pepatah mengatakan: membaca buku yang banyak dan berjalan jauh sangat baik untuk anak muda....“


Dengan tenang, Guan Ning memilih hal yang menggembirakan untuk diceritakan.Tentu saja hal hal yang terjadi di Wisma si Ming dan hal hal yang menyangkut dirinya, baik itu membalas budi ataupun membalas dendam tidak diceritakan.


Sesudah bertemu dengan orang tuanya Guan Ning lalu mengatur tempat untuk pelajar berbaju putih supaya dapat beristirahat dengan tenang, tidak lupa diapun mengatur tempat untuk Ling ying di sebuah perpustakaan yang nyaman supaya Ling Ying bisa beristirahat.


Kemudian dia kembali ke perpustakaan sendiri, dia mencari seorang pelayan dan memintanya untuk memanggil Nona Du.


Dengan tidak tenang dia berjalan ke perpustakaan itu, dengan cara apakah dia harus menyampaikan berita tentang kematian Nang Er?


Dia teringat pada kata kata Nang Er yang belum sempat dia Selesaikan sebelum dia mati, dalam hati Guan Ning berpikir, "Apa yang Nang Er ingin aku lakukan?Walaupun permintaan Nang Er seperti memintaku mendaki gunung api, aku akan berusaha menepatijanjiku....“


Pelayan yang diperintahkan memanggil Nona Du ternyata dia tidak berhasil membawa Nona Du ketempat Guan Ning.


Fb@ardhy ansyah

__ADS_1


Ig@ardhy_ansyah123


__ADS_2