MISTERI DUNIA PERSILATAN

MISTERI DUNIA PERSILATAN
EPISODE 43


__ADS_3

Matanya melihat Du Yu yang masih tidak bisa bergerak dan berkata,“Di Gunung Si Ming tuan Muda telah membuat geger dunia persilatan,Anda bersama dengan murid Nyonya Cui Xiu pergi ke utama Sepanjang jalan mengendarai kuda bagus, berbaju mewah, menggunakan uang dengan boros. Ha, ha, ha, dunia persilatan sekarang bertambah lagi satu orang yang berilmu silat, walaupun ilmu silatnya tidak tinggi tapi dia sangat kaya. Namanya adalah Tuan Muda Guan“


Pendeta ini tertawa sambil bicara,walaupun kata katanya memuji, tapi terdengar di telinga Guan Ning membuatnya terkejut.


Dalam pikirannya terpikir, “Apakah selama beberapa bulan ini aku sudah menjadi orang terkenal? Tapi aku belum pernah melakukan hal hal yang bisa membuatku terkenal.”


Dia tidak tahu bahwa semua kegiatan yang terjadi di Gunung Si Ming berhubungan erat dengan pendekar pendekar tertinggi di dunia persilatan dan yang pulang bersama dengannya ke utara adalah murid Nyonya Cui Xiu yang terkenal.


Ditambah lagi dia adalah seorang pemuda tampan, masih mnda juga banyak uang, musibah Wisma Si Ming yang telah menggegerkan dunia persilatan, membuatnya dengan cepat menjadi orang terkenal di dunia persilatan, hanya dia sendiri yang tidak tahu.


Du yu Yang duduk di belakang merasa sangat malu dan dia mulai berfikir”Ternyata Tuan Muda tidak berbohong kepadaku. Di Gunung Si Ming benar benar terjadi hal aneh.”


DU Yu melihat Guan Ning dengan aneh, lalu melihat pendeta itu, kemudian dia menepuk dahinya seperti baru teringat pada sesuatu dan berkata,”apakah pendeta ini adalah pendeta dari Kun Lun Huang Guan yang terkenal itu?”


Pendeta yang berkumis panjang itu tertawa.


Du Yu lahir dari keluarga silat juga pernah berkelana di dunia persilatan. Orang yang bernama Kun Lun Huang Guan, dia pasti langsung tahu, hanya saja murid murid Kun Lun huang guan datang ke Zheng Wan,,tapi sekarang salah satu dari mereka tiba tiba muncul di Bei Jing, berkunjung ke rumahnya dan menanyakan tentang keadaan Guan Ning yang memang bukan berasal dari dunia persilatan. Semua ini demi apa?


Hal ini membuat Du Yu tidak mengerti terdengar pendeta itu berkata lagi, “Namaku adalah Xiao Tian, kali ini aku datang dengan kakak seperguruanku. Aku memang ada Perlu,aku ingin bertanya kepada.... Hanya saja disini bukan tempat yang cocok untuk mengobrol, apakah kita bisa pergi ke ruang tamu, karena kakakku masih menunggu disana.”


Guan Ning menghembuskan nafas, dia tahu kalau kedatangan murid murid Kun Lun Pai ini pasti ada hubungannya dengan peristiwa Wisma Si Ming.


Pelayan pelayan sudah memunguti lilin lilin yang terjatuh dan kembali menyatakannya.

__ADS_1


Pengurus wisma masih merasa aneh, “Mengapa Tuan Muda berhubungan dengan orang seperti itu?”


Tapi wajahnya terlihat hormat membawa mereka melewati kebun bunga lalu sampai di ruang tamu.


Sambil berjalan Guan Ning berpikir, “Kalau pendeta ini menanyakan tentang Ru Ying Qing Qian, bagaimana aku harus menjawab nya? Jika aku jujur memberitahukan semuanya kepada mereka, mereka pasti akan bertarung lagi, semua ini pasti akan mengejutkan ayah. Tapi apakah dengan begitu aku harus berbohong?”


Orang yang tidak suka berbohong. Menganggap hal yang mudah menjadi hal yang sulit bagi nya.


Tidak lama kemudian iringan itupun sudah sampai di ruang tamu, ternyata di ruang tamu itu masih ada dua orang pendeta dan mereka sedang duduk menunggu.


Yang satu berperawakan kurus kering, sedangkan yang lain nya tampak sangat bersemangat dan benar benar seperti seorang pendekar, dibandingkan dengan pendeta berkumiS panjang tu benar benar berbeda jauh.


Guan Ning berpikir, “Pendeta yang tampak penuh dengan semangat itu pasti adalah pemimpin Kun Lun Pai.“


Wajah Guan Ning menjadi merah dan juga marah.


Dalam hati dia berpikir, “Menurut yang orang, Kun Lun Pai adalah perkumpulan terkenal tapi Pendeta Xian Tian sangat tidak sopan. Apakah semua orang dunia persilatan bertingkah laku seperti perampok?“


Terlihat pendeta kurus kering itu melihat Pendeta Tian Dao, sorot mata nya begitu kuat, membuat Xiao Tian yang sedang tertawa tiba tiba berhenti. Dia menundukkan kepala dan berdiri dengan diam disisi.


Sorot mata Guan Ning dan sorot mata pendeta kurus itu beradu. Hati Guan Ning bergetar,seumur hidup belum pernah dia melihat orang mempunyai sorot mata begitu tajam,jika bukan dia sendiri yang menyaksikannya dia tidak akan percaya, perawakan nya yang kurus dan pendek tapi mempunyai sorot mata begitu menakutkan.


Pendeta kurus itu hanya melihatnya, kemudian matanya melihat ke bawah lalu dia duduk kembali dikursi nya dan tidak melihat Guan Ning lagi.

__ADS_1


Pendeta yang penuh dengan semangat itu, dengan sopan Berkata, “Aku adalah Qi Tian. Malam malam datang kesini telah mengganggu Tuan Muda, benar benar tidak sopan. Jika Tuan Muda masih ada hal penting lainnya, kami akan “pergi dulu” , besok kami akan datang lagi kesini.”


Katiga Pendeta itu,yang satu kasar, yang Satu terlihat sombong, hanya Pendeta Qi tian lah yang paling sopan. Karena itu Guan Ning yang merasa akrab dengan nya.


Dengan tersenyum dia menjawab, “Pendeta sudah datang dari jauh, aku tidak menyambut Anda bertiga dengan baik, itu saja sudah tidak sopan.Jika Pendeta tidak harus sungkan lagi, malah aku yang merasa tidak enak hati.”


Melihat keadaan itu, Guan Ning tahu bahwa Qi Tian pasti seorang pemimpin Kun Lun, karena itu dia mempersilakan Pendeta Qi Tian menduduki kursi kebesaran,tapi Pendeta Qi Tian menolak nya.


Dia tertawa. “Aku hanya mengikuti kakak ketua datang kesini untuk bertanya kepada Tuan Muda Guan. Harap Tuan Muda bisa memberitahukannya kepada kami, hingga guruku akan merasa sangat berterima kasih.”


Guan Ning melihat pendeta kurus itu dan berpikir, “Ternyata dia adalah ketuanya.”


Guan Ning menjawab, “Aku masih muda dan sangat tidak berpengalaman jika Pendeta ingin bertanya,mungkin Pendeta akan merasa kecewa.“


Xian Tian tertawa terbahak bahak.


“Kami jauh jauh datang kesini untuk menanyakan ini. Di Dunia ini hanya Tuan Muda seorang yang mengetahui dengan sejelas jelasnya kejadian di wisma SI Ming. Ha, ha, ha! Kami tahu Tuan Muda tidak akan mengecewakan kami.”


Guan Ning tertawa dan bertanya, “Pendeta jangan bergurau,aku tahu apa?”


Pandeta kurus itu masih duduk sambil memejam mata nya.


Fb@ardhy ansyah

__ADS_1


Ig@ardhy_ansyah123


__ADS_2