
Sekarang dia mengikuti gurunya masuk ke sebuah ruangan besar, mengingat kalau dulu dia pernah belajar ilmu pedang disini, hatinya terasa bergejolak.
Dengan ragu tapi berusaha tetap tenang dia menceritakan semua kejadian selama setengah tahun ini.
Walaupun tidak begitu jelas dan ceritanya tidak sempurna,tapi sudah cukup membuat gurunya terkejut, karena nama nama yang disebut muridnya adalah nama nama nomor satu di dunia persilatan.
Semua cerita yang telah disampaikan Guan Ning, membuat gurunya sulit untuk percaya.
Setelah lama gurunya baru berkata, “Anak Ning, perjalanan hidupmu benar benar mengejutkan. Jika bukan karena guru telah mengenalmu… apa yang kau katakan tadi, benar benar membuat orang sulit untuk mempercayainya.”
Suaranya berhenti sebentar lalu dilanjutkan lagi, “Apakah kau tahu, kau sudah masuk ke dalam pusaran misteri pembunuhan yang misterius? Walaupun kau telah kembali ke rumah,tapi orang lain tidak akan melepaskanmu begitu saja....”
Hati Guan Ning bergetar dan berpikir, “Guru benar benar sangat berpengalaman, apa yang terjadi guru bisa melihat dengan jelas.”
Sambil mengangguk dia menceritakan kembali tentang kedatangan Kun Lun Huang Guan keRumahnya. Sewaktu pendeta kurus kering itu pergi dari rumahnya, kata kata yang sempat dia ucapkan dan apa yang terjadi selama beberapa hari ini,semua diceritakan kepada gurunya.
Si Tu Wen mengerutkan dahinya dan berkata, “Pendeta kurus
Itu adalah ketua Kun Lun Pai,yang biasa dijuluki Xiao Tian Jian Ke, orang itu sudah tiba di Bei Jing, mengapa aku sampai tidak tahu. Tapi tiga senjata dan dua telinga yang dikirim untukmu, apa maksud dari semua ini?” tanya Si Tu wen sambil mengerutkan dahinya
“Aku sendiripun merasa bingung. Jika itu hanya sebagai peringatan untukku, mengapa harus mengirim telinga manusia? Aku sudah memeriksa semua orang yang ada dirumahku, tapi tidak ada seorangpun yang kehilangan telinganya dan di luar rumah aku tidak mempunyai musuh, bukankah kiriman kedua telinga manusia itu sangat misterius dan aneh?”
Si Tu Wen berpikir sejenak kemudian dia menepuk tangannya dan berkata, “Peristiwa ini hanya ada satu penjelasannya. Diam diam sudah ada orang yang ingin berbuat jahat kepadamu,tapi dia dibunuh oleh orang yang selalu melindungimu dan telinga mereka dipotong oleh mereka,Anak Ning, di luar sudah berkenalan dengan banyak orang dunia persilatan, hal ini bukan tidak mungkin terjadi.”
“Murid memang kenal dengan beberapa orang dunia persilatan, tapi dengan identitas seperti diriku ini, apakah ada orang yang mau melindungiku, kecuali....”
__ADS_1
Tiba tiba dia teringat kepada Ling ying. “Apakah dia yang melakukannya? Berarti dia belum jauh dariku, tapi dia tidak ingin bertemu denganku”…
Wajah Ling Ying yang cantik Segera terbayang wajahnya. Tapi Guan Ning merasa itu tidak mungkin,
Dia berkata dengan suara kecil, “Mengapa harus seperti ini? Apakah kau tidak tahu kalau aku ingin bertemu denganmu?”
Guan Ning tenggelam di dalam pikirannya sendiri, hal ini membuat dia rindu kepada Ling ying.
Lama dia baru mengangkat kepalanya dan bicara kepada dirinya sendiri, “Dengan alasan apapun aku sudah tidak bisa tinggal di rumahku lagi.”
Pelan pelan dia berkata lagi, “Jika murid meninggalkan ibukota, aku khawatir dengan keadaan rumah,jika pergi, masalahku akan bertambah lebih banyak lagi. Hehh,gumanku tidak bisa mengambil keputusan.”
Alis Si Tu Wen yang putih tampak berkerut.
Dia tertawa terbahak bahak, “Anak Ning, di depan gurumu, berterus terang saja, ada apa sebenarnya?”
Itu berkata lagi, “Kalau kau pergi,aku pasti akan membantu keluargamu,aku tidak akan membiarkan para penjahat mengganggu orangtuamu. Walaupun ada pesilat tangguh yang mencarimu sekalipun,aku akan menyampaikan kepada mereka, supaya mereka bisa pergi dari rumahmu, kau tidak perlu merasa khawatir.”
Si Tu Wen melotot dan berkata, “Gurumu sudah berkelana lama di dunia persilatan, masalah yang membuatku bisa terkenal adalah karena kejujuran hati. Apakah aku yang sudah tua begini masih harus berbohong kepada seorang anak muda?”
Guan Ning melihat wajah gumnya yang sudah tua, dia merasa sangat berterima kasih juga kagum kepada gurunya,walaupun ilmu silat gurunya tidak begitu tinggi, tapi dia adalah pendekar gagah dan bertanggung jawab.
Guan Ning berlutut di depan gurunya karena dia tidak tahu bagaimana cara berterima kasih kepada gurunya.
Dengan tersenyum,Si Tu Wen menarik Guan Ning supaya bisa bangun, dia sendiri sadar bahwa janjinya akan menyeretnya ke dalam pusaran yang rumit dan pusing, tapi dia mempunyai pikiran lain,dia sadar kalau sudah tua,tapi dia belum pernah berbuat sesuatu yang bisa menggegerkan dunia persilatan
__ADS_1
Cerita misterius Guan Ning menarik perhatian dan keinginannya, begitu ada kesempatan,dia akan melaksanakan keinginannya.
Guan Ning memegang erat tangan gurunya yang lebar dan juga terasakasan
Dengan pelan dia berkata, “Kali ini aku akan meninggalkan rumah lagi,entah kapan aku baru bisa pulang, semua yang terjadi dirumah,... aku titip kepada Guru”
“Anak laki laki harus keluar rumah untuk mengejar cita citanya. Pergilah. Di dunia persilatan banyak tempat untuk berkelana bagi anak muda, hanya saja.... Hanya saja dendammu akan menarik perhatian banyak orang, kau sudah masuk ke dalam pusaran misteri pembunuhan misterius di dunia persilatan, keadaanmu harus sedikit tertutup dan jangan terlalu menonjol karena aku sudah tua baru bisa berkata seperti ,jika masih muda. Heehh....” dia menghembuskan nafas dan mengelus elus kumisnya yang panjang dan matanya menerawang jauh.
Mungkin
Pak tua yang umurnya sudah ada ini, tapi hatinya belum tua, tapi dia teringat sewaktu dia masih berkelana dan tidak bisa menguasai diri.
Salju sudah berhenti tapi angin tetap berhembus dengan kencang, murid murid Si Tu Wen masih berlatih. Mereka tidak membuang waktu berlatih, beberapa keranjang pasir ditumpahkan dilapangan sekarang sudah disapu bersih.
Angin meniup pasir kuning itu. Pasir kuning itu membuat pak tua itu teringat kepada mimpi mimpinya yang dulu.
Pasir kuning, pasir kuning....
Di sana banyak pasir, keindahan alam,juga persahabatan yang erat. Jalan kota Bei jing yang terkenal, kecuali salju putih adalah pasir kuning itu.
Suara tajamnya pecut, di kota Bei Jing terlihat sebuah kereta kuda yang dipacu dengan cepat, hanya terlihat salju putih dan pasir kuning yang terbawa oleh gerakan roda kereta.
Roda kereta menggelinding dijalan, kereta kuda keluar dari kota Bei Jing. Kusirnya tampak memakai mantel tebal juga berat, sabuah topi usang, tepian topi menutupi dahinya yang lebar, mantel panjang menutupi badannya yang tinggi tapi begitu ada angin berhembus,dia membuka mata
nya.
__ADS_1
Fb@ardhy ansyah
Ig@ardhy_ansyah123