MISTERI DUNIA PERSILATAN

MISTERI DUNIA PERSILATAN
EPISODE 44


__ADS_3

Pendeta Qi Tian masih tertawa. Begitu Xian Tian berhenti tertawa, dia berkata, “Tadi adikku bicara benar. Memang ada hal yang ingin kami tanyakan, karena di dunia ini hanya Tuan Muda yang mengetahuinya.“


Guan Ning sudah tahu apa yang ingin mereka tanyakan,tetap dia tetap tertawa dan berkata, “Kalau begitu Silakan apa yang ingin Pendeta tanyakan. Apa yang kuketahui pasti akan kusampaikan.”


“Terima kasih Tuan Muda Guan,” kata Pendeta Qi Tian.


Mata Qi Tian terus melihat Guan Ning, “Orang yang pergi bersama sama dengan Tuan Muda dan mengenakan baju putih, Sekarang dia berada dimana?“


Tadinya Guan Ning mengira mereka akan bertanya tentang ru yin Qing Qian, karena itu diam diam menghembuskan nafas lega dan berpikir,”Mereka datang jauh hanya untuk menanyakan keberadaan pelajar berbaju putih itu,semua itu demi apa?..


Dia diam Sebentar lalu menjawab pertanyaan pendeta menanyakan semua ini untuk apa? Jika…“


Pendeta Xian Tian tertawa, “Kami hanya ingin menanyakan (Entang keberadaannya, karena kami ingin sekali memenggal kepalanya)”


“Apakah orang itu berselisih dengan Anda bertiga atau mempunyai dendam dengan Pendeta...”


Qi Tian menghembuskan nafas dan berkata dengan pelan, “Kami bersahabat dengan suami istri ketua si Ming. Kali ini kami mencari Zhong yuan untuk menemui mereka. Tapi begitu sampai di Wisma Si Ming…. Hehhh....”


Dia menarik nafas panjang dan berhenti berkata.


Pendeta Xiao Tian berkata lagi, “Begitu sampai di Wisma Si Ming, di dalam maupun di luar wisma tidak tampak seorangpun. Begitu sampai dibelakang wisma, barulah kami melihat ada empat orang pandeta Wu Dang yang sedang bersembahyang di kuburan baru, kami kaget lalu bertanya. Setelah itu kami baru tahu ternyata di Wisma Si Ming telah terjadi pembunuhan sadis. Tuan Muda Guan, Anda pasti lebih mengetahuinya dengan jelas dari pada kami: ‘


Sakarang Xiao Tian tidak tertawa lagi. Dia bicara sangat serius seperti ada dua orang yang berbeda.


Guan Ning mengangguk, “Betul, aku sangat mengetahuinya dengan jelas...”

__ADS_1


Pendeta Xiao Tian berdiri. Dia berjalan” kedepan guan Ning


Dan berkata,”Tuan Muda,walaupun Anda bukan orang dunia persilatan dan orang orang yang mati di Wisma Si Ming tidak ada hubungannya dengan Tuan Muda,tapi apakah Tuan Muda tidak merasa sedih melihat semua itu?”


Guan Ning mengangguk. Dia diam tidak bisa bicara apapun.


Xian Tian berkata lagi, “Tuan Muda harus memberitahu kepada kami dimana keberadaan pembunuh itu,jika tidak...”


“Jika tidak, apa yang akan kalian lakukan?’tanya Guan Ning


Fendeta Xiao Tian memegang kumisnya, sambil tertawa dingin dia siap menjawab. Tapi Pendeta Qi Tian dengan perlahan berjalan mendekatinya.


Dia menarik adik seperguruan lalu dengan tersenyum berkata, “Kami tahu Tuan Muda dan pelajar berbaju Putih itu bukan teman. Tentu Tuan Muda tidak tahu kalau dia sangat jahat dan dibenci oleh banyak orang.”


Guan Ning menyambung, “Memang aku bukan temannya,jadi mana mungkin aku bisa tahu sekarang dia berada di mana. Apalagi... setahuku, pelaku pembunuhan yang terjadi di wisma Si Ming belum tentu dia yang melakukannya. Seharusnya E Mei Bao Nang bersaudara lebih pantas dicurigai daripada dia. Jika Pendeta ingin membalaskan dendam orang orang yang sudah mati itu, lebih baik Pendeta pergi ke Si Zhuan yuan mungkin disana bisa menemukan pembunuh yang sebenarnya.”


Dia berhak melindunginya, apalagi masih banyak persoalan yang patut dicurigai.


Dia terus berpikir, “Aku selalu tidak merasa kalau pelajar itu adalah pembunuhnya, Sebanarnya siapa pembunuhnya aslinya, aku pun tidak tahu!”


Baru saia selesai bicara, Pendeta Xiao Tian Iangsu ngtertawa. Tiba tiba dari balik baju bagian dadanya dia mengeluarkan sasuatu.


Dia menggoyang goyangkannya di depan Guan Ning lalu bertanya, “Silahkan kau lihat benda ini?” Dia melemparkan benda itu ke dada Guan Ning.


Ternyata itu adalah tas yang terbuat dari kulit macan tutuL

__ADS_1


Kelihatannya tas itu sangat berat,pasti di dalamnya tersimpan benda Yang berat, tapi talinya sudah putus, putus dangan Potongan yang tidak rata, seperti telah ditarik dengan kuat oleh tenaga Seseorang.


Disisi tas itu terlihat sebuah huruf ‘Gu‘ yang tersularn dengan rapi (Gu nama burung yang warna bulunya hitam kehijauan, diekornya Warna benang sulamnya adalah hitam. Huruf ini disulam dengan indah. Bila dipegang oleh tangan terasa dingin, entah disulam dengan benang apa?


Qi Tian tersenyum, “Betul, ini adalah tas milik Tang Gu dan Tang An. Kami menemukannya di pondok yang berada dibelakang Wisma Si Ming, karena itu kami tahu kalau ternyata dua bersaudara itupun telah terbunuh. Jika Tuan Muda menganggap mereka patut untuk dicurigai, itu benar benar tidak masuk akal.”


Pendeta Qi Tian berkata lagi, “Ada tas berarti pemiliknya ada,


Tas menghilang berarti pemiliknya mati. Murid murid Tang Men selama ratusan tahun ini belum ada seorangpun yang melanggar peraturan ini. Puluhan tahun yang lalu pesilat nomor satu di Tang Men Xiao Mian Zhui Hun, Tang Da Chen, karena bercanda dengan si Copet Sakti nomor satu di dunia persilatan, dia membuat si Copet Sakti ini menjadi malah dan dia mencopet Bao Nang (tas kulit Cheetah) milik Tang Da Chen. Karena marah dan malu, membuat murid nomor satu di Tang Men itu bunuh diri dan juga membuat si Copet Sakti dikeroyok oleh tiga murid Tang Men. Tubuhnya terluka di enam belas tempat karena senjata rahasia, peristiwa ini membuat dunia persilatan menjadi geger.Tuan Muda Guan, kau mencurigai dua saudara Tang belum mati tampaknya kau salah besar.”


Walaupun nadanya sangat datar pada saat menceritakan hal hal yang telah terjadi di dunia persilatan, tapi perkataannya tetap membuat Guan Ning yang mendengar dengan seksama menjadi hatinya bergetar.


“Jika tidak bertemu dengan musuh yang sangat kuat, dua saudara Tang ini tidak akan meninggalkan tas mereka begitu saja.


Tas Kulit Cheetah mereka bisa hilang,jika pemiliknya tidak mati,dia pasti akan mencarinya sampai dapat Karena itu kami mengambil kesimpulan bahwa mereka telah mati terbunuh. Orang yang bisa membuat E Mei Bao Nang kehilangan Bao Nang dan terbunuh, kecuali.... kecuali pelajar berbaju putih, boleh dikatakan tidak ada lagi pelaku yang mampu melakukannya.”


Guan Ning menundukkan kepala dan berpikir, “Siapakah pelajar berbaju putih ini sebenarnya?”


selamat membaca dan menikmati novel ini,walapun mungikin masih ada kekuranagan dari cara saya menulis dalam membuat novel ini semoga para pembaca dapat terhibur dengan adanya novel ini,saya sebagai author sangat berterima kasih kepada para pembaca atas aspirasinya agar kedepannya novel ini menjadi lebih menarik lagi dan tentunya membuat para pembaca puas


salam hangat dari author


ardhy ansyah


Fb@ardhy ansyah

__ADS_1


Ig@ardhy_ansyah123


__ADS_2