
Tiba tiba Wu Dang Si Yan semakin kencang memegang pedangnya.
Keempat pendeta itu sekarang terlihat tampak bersemangat, seperti siap mengeluarkan api pada saat melihat untaian mata uang itu. Mereka ikut mendekat,
walaupun mereka sadar kalau ilmu silat mereka bukan tandingan Gong Sun Zuo Zu, tapi demi Ru W Qing Qian yang diinginkan
oleh kalangan persilatan, meskipun merasa takut tapi rasa takut mereka sudah tertutup dengan keserakahan mereka.
Guan Ning melihat Guru Mu Zhu semakin mendekati Gong Sun Zuo Zu, ujung pedang Wu Dang Si Van pun semakin mendekat.
Guan Ning sadar dalam waktu dekat ini pasti akan terjadi pertarungan hebat, dia merasa semakin tegang.
Tapi....
Gong Sun Zuo Zu tiba tiba memutar badannya, kemudian dia tertawa terbahak bahak, tawanya seperti menertawakan kelakuan Wu Dang Si Van dan Guru Mu Zhu.
Guru Mu Zhu dan Wu Dang SiYan telah berkumpul disana, lalu mereka berhenti melangkah.
Tawa Gong Sun Zuo Zu semakin besar, tiba tiba dia seperti akan memberikan untaian Ru W Qing Qian itu kepada Guru Mu Zhu dan tertawa sekeras kerasnya, "Benda ini boleh kalian perebutankan, baiklah, baiklah, kalian boleh mengambilnya!"
Pergelangannya berputar, lalu dia melempar Ru W Qing Qiang itu ke arah Guru Mu Zhu.
Perubahan yang terjadi secara tiba tiba membuat Guru Mu Zhu dan Wu Dang Si Van merasa terkejut, sehingga mereka tidak bisa menjawab.
Guru Mu Zhu melihat untaian uang berwarna hijau itu semakin mendekatinya tapi dia tidak berusaha untuk menghindar malah dia seperti tidak peduli untaian uang itu akan mengenai wajahnya, dia berniat setelah uang itu mulai mendekatnya, baru dia akan mengambilnya.
Tapi kebingungan di wajahnya belum hilang. orang orang yang berada disana tidak menyangka kalau Gong Sun Zuo Zu hanya menganggap untaian uang itu sebagai barang yang tidak berharga. Dan dengan seenaknya dia melempar begitu saja.
__ADS_1
Mereka mengira dia sudah gila.
Melihat keadaan seperti ini Guan Ning tidak mengerti apa yang terjadi sebenarnya, dia menyaksikan sendiri semua orang itu demi seuntai uang itu, hampir saja Luo Fu Cai W mati di tangan wu Dang Si Yan.
Diapun melihat karena uang itu Wu Dang Si Van dipukul mundur oleh Guru Mu Zhu, bahkan mereka sempat tidak bisa bernafas,tapi sekarang ini Gong Sun Zuo Zu malah memberikan yang itu kepada orang lain.
Dia merasa hari ini orang orangnya maupun peristiwa peristiwa yang ditemuinya sangat aneh dan membuatnya tidak mengerti.
Dia tidak bisa menebak apa yang melatari semuanya, walaupun semua tidak ada hubungan dengannya sama sekali. Tapi jika dia ingin melepaskan diri dari masalah ini, tampaknya sulit sekali.
Terdengar Gong Sun Zuo Zu tertawa, "Kasihan, kasihan sekali Wu Dang Si yan dan Shao Lin W Zhu, kalian berkelana di dunia persilatan sudah puluhan tahun, apakah tidak pernah mendengar kalimat 'Ru W Qing Qiang, sembilan palsu dan satu yang asli?"
Dia tertawa lagi, "Lucu sangat lucu, mengapa hanya demi seuntai besi rongsokan dan tidak berharga ini kalian sampai seperti itu memperebutkannya... Ha ha hal Kalau barang ini asli mengapa Gong Sun Lao Er sesudah mati tapi untaian Ru W Qing Qian masih ada di tubuhnya? Dan mengapa bisa berada ditangan anak ini? Aku dengar Shao Lin W Zhu berilmu silat tinggi dan sangat panjang akal, tidak disangka ternyata dia hanya seorang bodoh dan *****!“
Sambil bicara dia sambil tertawa, kata katanya terdengar pedas dan tawanya mengandung penghinaan.Wajah Guru Mu Zhu berubah warna dari putih, hijau, akhirnya merah.
Dan kepingan uang itu terbagi menjadi dua lalu jatuh berhamburan ke tanah, sehelai kain hijau terlihat dari balik kepingan uang logam itu.
Wu Dang Si Yan langung maju dan berniat mengambil kain itu.
Tiba tiba Guru Mu Zhu membentak lengan bajunya yang lebar tampak berkibar, angin kencang menyapu Wu Dang Sl Yan, tangan kirinya menyambut kain itu.
Samua perubahan terjadi secepat kilat, hanya terjadi dalam satu kedipan mana, keadaan sudah berbeda dengan tadi.
Begitu lengan baju Guru Mu Zhu tampak berkibar, dia mundur lima langkah, empat pasang mata milik wu Dang Si Van tertumbuk pada saputangan yang berada di tangan Guru Mu Zhu.
Gong Sun Zuo Zu tertawa sinis dan dengan tenang melihat semua kejadian itu, sepertinya semua itu terjadi sesuai dengan perkiraannya. Karena itu dia tidak merasa khawatir.
__ADS_1
Terlihat tangan kanan Guru Mu Zhu menggenggam sisa untaian uang itu, sedangkan tangan kirinya memegang saputangan
tadi, kemudian dia menarik nafas panjang, dia melonggarkan pegangannya dan untaian uang berwarna hijau dan saputangan itu terjatuh begitu saja.
Gong Sun Zuo Zu tertawa lagi, yang putih (pendeta berbaju putih) dan Yang biru (pendeta berbaju hijau) saling pandang, kemudian bersama sama meloncat dan mengambil untaian uang dan saputangan dengan ujung pedang mereka.
Guru Mu Zhu diiringi tawa Gong Sun Zuo Zu berlalu begitu saja dari sana tanpa menolehkan kepalanya lagi.
Gong Sun Zuo Zu berterpuk tangan dan berkata, "Aku mengira Biksu Mu Zhu adalah orang yang terbodoh di dunia ini,ternyata kalian berempat lebih bodoh lagi, kalau untaian uang ini adalah yang asli, mana mungkin biksu itu akan pergi begitu saja, tapi sekarang kalian malah kembali memungutnya, bukankah dengan brgitu berarti kalian adalah orang paling bodoh dan *****?"
Sambil tertawa Gong Sun Zuo Zu juga marah, tapi Wu Dang Si Yan yang tadinya ingin tahu benda apa yang ada di dalam saputangan itu?
Semangat mereka yang menggebu gebu sekarang menjadi mulai mendingin, benda pusaka yang diperebutkan oleh kalangan persilatan yaitu Ru W Qing Qian berada didalam saputangan berwarna putih dan tertulis huruf.
Wu Dang Si Van dengan kecewa dan malah melempar untaian uang itu dan pergi begitu saja.
Sambil tertawa Gong Sun Zuo Zu melihat kepergian mereka, lalu tawanya pun lenyap. Tapi pemuda yang berada di pinggirnya masih dengan keadaan bengong melihatnya.
Pandangan mereka bertemu, Guan Ning merasakan sorot mata Gong Sun Zuo Zu terlihat begitu sedih, kata kata penghinaan yang terlontar dari mulutnya dan kata katanya yang mempermainkan orang sekarang tidak terdengar lagi.
Guan Ning ingin menguburnya, ternyata orang terkuat dari Gai Bang ini tampak bingung, Guan Ning tidak tahu apa yang harus dia katakan.
Dengan terpincang pincang dia berjalan kesisi jalan gunung itu, di sebuah batu gunung yang agak besar dia duduk disana karena merasa lelah dan juga sedih.
Dia tiba tiba terlihat menjadi tua, ternyata sejak tadi dia berusaha menutupi perasaannya, sekarang tidak tertahan lagi.
Fb@ardhy ansyah
__ADS_1
Ig@ardhy_ansyah123