MISTERI DUNIA PERSILATAN

MISTERI DUNIA PERSILATAN
EPISODE 46


__ADS_3

Orang tuanya masih mengira kalau putranya sedang membaca buku atau membuat puisi, mereka tidak tahu bahwa sastrawan yang terkenal itu sekarang kehidupannya sudah berubah, dia yang dulu dan dia yang sekarang benar benar berbeda, dia telah memasuki kehidupan lain. Membuat puisi, membaca puisi, dan membaca buku sudah lama ditinggalkannya.


Karena dalam kehidupan barunya dia banyak mempelajari tentang ilmu silat yang telah menarik perhatiannya.


Dia tahu semua keruwetan masalah sekarang ini,jika dia bisa menguasai ilmu silat yang tercantum didalam saputangan itu, maka semuanya bisa diselesaikan,dia bisa menertawakan dunia persilatan, bisa membantu yang lemah dan tidak berdaya, membasmi kejahatan,dendam dan balas budi,semua akan bisa diselesaikannya sendiri.


Dengan kekuatannya sendiri dia bisa mencaritahu apa sebenarnya yang terjadi di Wisma Si Ming, dan mencari Ling ying serta Du yu yang pergi entah kemana?


Dia akan menyelesaikan dendam diantara mereka dan dia akan mencari tahu siapa pelajar berbaju putih itu sebenarnya? Dan berusaha membantunya mengembalikan ingatannya.


Jika benar dia adalah orang yang jahat seperti yang dituduhkan oleh kalangan persilatan,dia pasti akan membunuhnya dan mayatnya akan diserahkan kepada Kun Lun Huang Guan, kepada pendeta kurus itu.


Jika pelajar berbaju putih itu memang tidak bersalah,dia tetap akan akan pergi ke Kun Lun menerangkan kepada pendeta kurus itu,selama ini dia berbohong kepada pendeta itu dan dia harus bertanggung jawab terhadap perbuatannya.


Tapi kemajuan tenaga dalamnya berangsur sangat pelan dan tidak diketahui dengan pasti, dia sendiripun tidak tahu sekarang ini tenaga dalam dia sudah mencapai tahap mana.Apakah masih harus satu hari,dua hari....


Satu bulan berlalu. Selama waktu ini kata kata dari pendeta kurus sewaktu dia akan pergi dari rumahnya selalu terngiang di telinganya.... Jika dia tidak mati, kelak akan banyak olang dunia persilatan datang ke tempat Tuan Muda untuk mencari.... Mereka pasti akan mencari ke rumah Tuan Muda.


Dengan cemas dia memikirkan semua hal ini lalu mulai berpikir, “Jika benar benar hal itu terjadi,ayah akan merasa terkejut karena persoalan ini, lalu aku harus bagaimana?”


Sebulan dilewatinya dengan tenang,tapi hati Guan Ning merasa sangat tidak tenang. Dia takut apa yang dia khawatirkan selama ini akan terjadi, karena itu dia berharap ilmu silatnya bisa dikuasai secepatnya dan dia tidak akan takut diganggu oleh siapapun dan dari manapun.


Karena itu dia mulai mempelajari lembar kedua tentang ‘ilmu pedang’.


Lembar ketiga tentang Ilmu telapak‘


Dia telah mempunyai dasar ilmu pedang sebelumnya,tetapi ilmu pedang yang tercantum didalam Ru YI Qing Qian adalah ilmu yang tidak pernah dipelajarinya. Satu atau dua jurus seperti tidak mungkin dilakukannya.

__ADS_1


Pada bagian ilmu telapak tangan gerakannya sangat datar dan tidak ada keistimewaannya sama sekali.Tapi begitu dia mulai mempelajarinya,dia baru sadar ternyata puluhan jurus telapak yang sederhana itu mengandu ng banyak perubahan hebat.


Lima hari telah berlalu....


Malam sudah larut dan suasana sangat sepi. Wisma yang begitu besar seperti tenggelam di dalam kegelapan dan kesepian. Hanya di belakang di kamar kelima masih terlihat lampu yang belum dipadamkan.


Guan Ning berada di perpustakaan dan dia sedang membaca salah satu lembar saputangan Ru yi Qing Qian.


Kadang terlihat dia mencoba mengeluarkan jurus, kemudian menarik jurusnya lalu duduk kembali.


Tiba tiba....


Ada cahaya seperti kilat masuk melalui jendela. Guan Ning sangat terkejut. Dia belum sempat bergerak, lalu terdengar ada beberapa suara, kemudian cahaya lampu dari lilinpun terjatuh, ternyata ada dua pedang panjang dan satu golok!


Guan Ning terkejut. Kedua telapak tangannya memegang erat sisi meja. Tubuhnya yang langsing melewati meja dan keluar dari jendela.


Tapi begitu sampai di kebun,tidak terlihat ada bayangan seorangpun hanya terlihat bayangan pohon yang terus bergoyang tertiup angin tapi suasana sepi seperti mati.


Kemudian dia berputar mengelilingi kebun itu,dengan merasa aneh dia kembali lagi ke kamar dan bertanya tanya dalam hati, “Apa yang terjadi sebenarnya?”


Hari ketiga. Dia merasa sangat lelah dan tertidur, baru saja dia tidur kurang lebih tiga jam, sewaktu terbangun, di atas meja terlihat ada bungkusan. Lalu diapun membukanya,ternyata di dalamnya ada sepasang telinga manusia dan masih mengeluarkan


Darahl


Suatu pagi, hujan salju turun dengan lebar,dijalan besar di kedua sisi jalan itu tampak pohon pohon mengering, tiba tiba terdengar derap langkah seekor kuda yang berlari dengan cepat


Penunggangnya berbaju hitam terbuat dari leken wol. Topi hitam terbuat wol, matanya tampak bersemangat, hidungnya mancung. Orang itu terlihat sangat tampan.

__ADS_1


Pagi hari yang dingin,jalanan masih sepi karena itu kudanya terus berlari dengan kencang.


Tiba tiba kuda itu memasuki sebuah gang. Kuda tampak berlari lagi dan berhenti di sebuah pintu bercat hitam.


Pintu utama terbuka dengan lebar.


Kuda itu meringkik, kemudian terlihat beberapa orang laki laki tegap segera keluar untuk menyambutnya dan melihat penunggang yang berada di atas kuda, mereka secara bersamaan bertanya, “Siapa kau?”


Orang yang berada di atas kuda, tampak turun dari kudanya, tangan kirinya membawa sebuah pecut panjang,tangan kanannya membuka topi, seorang laki laki setengah baya segera berteriak “Kakak seperguruan Guan Ning, ternyata Kakak.”


Guan Ning tersenyum,senyuman ini tidak bisa menutup kekhawatiran yang terlihat dari alisnya, dia Iangsung masuk dan dengan cemas bertanya, “Apakah guru ada?”


Dia mendapatkan jawaban seperti yang diingingkan, dengan cepat Guan Ning melewati tempat latihan silat yang masih tampak bersih, seorang paktua tinggi besar keluar dari tempat latihan itu.


Sambil tertawa dan sedikit bernada malah dia berkata, “Sudah lama sekali, kau baru ingat datang untuk menjengukku.”


Udara terasa begitu dingin. Paktua itu hanya mengenakan mantel pendek, tubuhnya masih berdiri dengan tegak, sedikitpun tidak terlihat kalau dia sudah tua


Pak tua ini tak lain adalah guru Guan Ning. Dia seorang guru yang terkenal di ibukota,dia dijuluki“ Jian Zhen Jiu Cheng Si Tu Wen (dengan satu pedang menggetarkan 9 kota).


Selama beberapa hari dia terus merasa kaget dan tidak tenang, membuatnya tidak bisa mempelajari ilmu silat, akhirnya dia mengambil keputusan,akan membawa pelajar berbaju putih itu mencari tabib sakti yang terkenal di dunia persilatan untuk mengobati lukanya yang parah.


Dia berharap begitu dia meninggalkan rumah,tidak akan ada lagi seorangpun dari kalangan pesilat yang datang ke rumah untuk mengganggu nya.


Fb@ardhy ansyah


Ig@ardhy_ansyah123

__ADS_1


__ADS_2