MISTERI DUNIA PERSILATAN

MISTERI DUNIA PERSILATAN
EPISODE 45


__ADS_3

Dia melihat pendeta kurus yang masih duduk dengan mata terus melihat ke bawah. Sejak tadi dia belum bergerak, bila dilihat lihat dia seperti sebuah patung tanah, tidak seperti manusia yang masih hidup.


Pendeta Qi Tian dan Pendeta Xiao Tian sekarang terdiam tanpa suara, dan dengan dingin melihatnya.


Guan Ning tahu jika dia tidak memberitahu keberadaan pelajar berbaju putih, mereka bertiga pasti tidak akan melepaskannya begitu saja.


Tapi tidak mungkin dia menyerahkan orang yang sekarat ke tangan orang lain untuk dibunuh?


Dia diam sebentar kemudian dengan tegas berkata, “Kematian E Mei Bao Nang dan musibah yang terjadi di Wisma Si Ming sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali denganku. Karena itu, apapun yang Pendeta ingin ketahui, aku tidak bisa mengatakannya....”


Pendeta Xiao Tian tertawa, “Maksud Tuan Muda adalah Anda tidak tahu dimana keberadaan pelajar berbaju putih itu?”


Guan Ning menghembuskan nafas dan menjawab, “Benar!”


Dia tidak ingin berbohong,tapi diapun tidak ingin melakukan sesuatu yang tidak adil, membiarkan orang yang tidak berdaya mati begitu saja, karena itu dia lebih memilih untuk berbohong.


Tiba tiba tawa Pendeta Xiao Tian berhenti dan diapun berkata, “Menurut orang dunia persilatan,yang datang dengan Tuan Muda ke Bei Jing masih ada sebuah kereta kuda. Di dalam kereta itu menurut mereka ada orang yang sedang sakit, siapakah orang sakit itu? Sekarang dia berada dimana? Tuan Muda Guan, aku kira kau pasti tahu mengenai hal ini.”


Guan Ning kaget, dia berpikir, “Ternyata dia sudah mengetahui semua kejadiannya, pantas dia berkata ingin sekali memenggal kepala pelajar berbaju putih. Ternyata mereka tahu kalau orang itu sedang terluka.... meskipun tahu bahwa orang itu terluka, tapi mereka tetap akan membunuhnya, benar benar pikiran orang kerdil!”


Karena itu Guan Ning bertambah marah. Dia merasa marah misalnya pelajar ini memang orang jahat, dalam keadaan seperti sekarang dia tetap harus melindunginya.


Sifat Guan Ning yang membela keadilan dan bersifat bijak merupakan cermin sifat seorang pendekar dan membuatnya di kemudian hari bisa melakukan banyak hal yang tidak akan memalukan langit dan bumi.


Tapi tetap ada saja orang yang diam diam memakinya,yang ini pun membuat hidupnya penuh dengan kesuksesan,cerita ini tersebar sangat lama dan terus diceritakan dari mulut ke mulut.

__ADS_1


Apa yang terjadi di kemudian hari, pastinya dia sendiripun tidak bisa menebaknya,yang penting adalah apa yang dilakukannya sekarang adalah apa yang dianggapnya benar.


Karena itu diapun menjawab, “Benar,orang berbaju putih itu datang bersama denganku dan masuk ke ibukota,tapi begitu sampai di ibukota ada orang yang menjemputnya, dia dibawa kemana, aku sendiripun tidak tahu.”


Pendeta Xiao Tian tertawa dingin,tapi pendeta kurus itu tiba tiba berdiri dan berkata, “Walaupun Tuan Muda Guan sudah tidak jujur, tapi kami akan berusaha mempercayainya. Hanya saja Tuan Muda adalah seorang yang kaya,jika terbawa bawa masalah pembunuh dunia persilatan, ini benar benar tidak pantas Jika pelajar berbaju putih itu mati, ini tidak akan terjadi apa apa.Tapi kalau dia belum mati, kelak pasti akan banyak orang dunia persilatan yang datang kesini dan mencarinya. Bukankah Tuan Muda sendiri yang akan kerepotan, apalagi orang orang yang datang belum tentu seperti kami yang begitu percaya kepada Tuan Muda Guan, mungkin mereka akan mencari keseluruh rumah Tuan Muda Guan. Jika demi persoalan ini membuat ayah Tuan Muda menjadi terkejut, bukankah Anda akan menjadi anak yang berdosa?”


Guan Ning kaget,tadi dia masih merasa aneh mengapa pendeta kurus itu yang tidak ada tampang sebagai pemimpin,tidak seramah Qian Tian, tidak berjiwa besar seperti Xiao Tian, tapi dia bisa menjadi seorang ketua Kun Lun.


Sesudah mendengar kata katanya sekarang, diam diam Guan Ning kaget juga.


Kata kata pendeta itu terdengar sangat tajam, membuat orang tidak bisa membantah.


Seperti kita ketahui jika seseorang berbohong, kita tetap mempercayai kebohongannya, kata kata ini cukup membuat orang menjadi kagum.


Dia memuji kelakuan pendeta kurus itu dan dia merasa malu karena telah berprasangka buruk.


Guan Ning dengan bengong melihatnya kemudian diapun menyusul keluar.


Hari sudah gelap,salju mulai berhenti,tapi ketiga pendeta ini sudah tidak terlihat lagi bayangannya,jejak telapak kaki di atas hamparan salju juga tidak tampak.


Huang Guan Kun Lun datang dengan tiba tiba, pergipun sangat cepat Guan Ning masih berdiri terpaku, angin dingin yang berhembus membuatnya gemetar, dia baru teringat pada Du Yu yang totokannya masih belum terbuka,dia segela berlari ke kamar yang gelap itu.


Tapi kursi di dalam kamar itu ternyata sudah kosong.


Du yu ternyata sudah menghilang. Kemana Du yu pergi? Dia pergi sendiri atau diculik seseorang? Ini menjadi sebuah teka teki yang tidak bisa dijelaskan.

__ADS_1


Karena itu dia kembali lagi ke kamar kecil itu lalu memungut pedang yang tadi sempat terjatuh juga membereskan papan nisan ayah Du yu dan bola besinya.


“Jika dia pergi sendiri, mengapa dia tidak membawa benda benda berharga miliknya?” Tapi dia tetap tidak bisa menjawab teka teki ini.


Malam itu bagi Guan Ning adalah malam yang sangat menyedihkan,dia kembali ke kamarnya, dengan bengong diapun mulai berpikir, tiba tiba dia mengeluarkan Ru wi Qing Qian yang masih tersimpan dibalik bajunya


Semua sapu tangan dari Ru Wi Qing Qianpun dikeluarkan dan direndam di dalam air.


Kemudian rahasia terbesar dan tersimpan sangat lama yang sudah lama beredar di dunia persilatan akhirnya muncul dari dalam air. Ilmu silat yang tertinggi tersimpan di sini, membuat dia melupakan semua masalah tadi, dengan teliti dia melihat sapu tangan sapu tangan itu.


Lembaran pertama mengenai ilmu tenaga dalam.


Jika lembaran ini dipelajari dengan seksama harus menggunakan seluruh waktunya,sedangkan pada pagi hari dia harus menemui ayah dan ibunya, setelah itu seluruh waktunya akan dipergunakan di dalam kamar.


Pelajar berbaju putih berada di sebelah kamarnya, dia tetap terbaring seperti orang mati,jika tidak terlihat sedikit nafas dan dadanya naik turun teratur,tidak ada seorangpun yang akan menganggap kalau dia masih hidup.


Orang kaya yang memiliki rumah besar memang ada baiknya, semua kehidupan dan segala ***** bengeknya, tidak akan diketahui orangtua sama sekali.


selamat membaca dan menikmati novel ini,walapun mungikin masih ada kekuranagan dari cara saya menulis dalam membuat novel ini semoga para pembaca dapat terhibur dengan adanya novel ini,saya sebagai author sangat berterima kasih kepada para pembaca atas aspirasinya agar kedepannya novel ini menjadi lebih menarik lagi dan tentunya membuat para pembaca puas


salam hangat dari author


ardhy ansyah


Fb@ardhy ansyah

__ADS_1


Ig@ardhy_ansyah123


__ADS_2