MISTERI DUNIA PERSILATAN

MISTERI DUNIA PERSILATAN
EPISODE 19


__ADS_3

Guan Ning melihat Guru Mu Zhu. Dia sangat kaget,jika bukan melihat dengan mata kepalanya sendiri, dia tidak akan percaya.


Ternyata biksu yang kurus kering dan sudah tua ini dengan tenaga dalam bisa memukul jatuh kedua pedang yang sedang melesat dengan cepat.


Dia tidak tahu bahwa biksu tua ini bukan hanya tetua Shao Lin tapi beliau juga adalah pesilat tangguh yang terkenal.


Pantas orang orang dunia persilatan sering mengatakan, 'Tujuh binatang di Wu Dang, kupu kupu ungu seperti elang. Shao Lin mempunyai tiga mutiara. Mutiara kayu yang keras seperti baja! Kaiimat terakhir menceritakan tentang Guru Mu Zhu.


Sebenarnya dunia persilatan sekarang tampak seakan akan aman dan tentram, tapi sebenarnya banyak pesilat tangguh yang saling menjatuhkan.


Dan pesilat tangguh yang hanya terdiri dari puluhan orang ini dijuluki dengan Zhong Nan Wu Shan, Huang Shan Cui Xiu, Si Ming Hong Pao, Luo Fu CaiYI,Tian Din Hai.…


Semua julukan ini seperti sebuah lagu juga seperti sebuah puisi. Tapi semua kalimat itu mewakili pesilat pesilat tangguh yang ada di dunia persilatan inii


Ilmu silat Guru Mu Zhu memang sangat tinggi,walaupun dia bukan termasuk pesilat lima belas besar, tapi sebetulnya dia lebih kuat dari yang dibayangkan oleh orang selama ini, karena Guan Ning jarang mendengar namanya, maka dia merasa aneh


"Nama Guru sudah terkenal di dunia persilatan, hampir empat puluh tahun ini, walaupun ada yang belum pernah bertemu dengan Guru, tapi begitu melihat ada dua untai tasbih, mereka akan tahu dan menghindar untuk bertarung dengan Guru,“ kata pendeta berbaju biru itu dengan tersenyum.


Dia tahu Guru Mu Zhu jarang berkelana di dunia persilatan. Dulu dia dijuluki 'Biksu setan' yang ditakuti oleh orang orang dunia persilatan, untung sejak kecil beliau sudah makan sayur sayuran dan beliau sangat disayang oleh generasi atas Shao Lin dan secara kebetulan dia menolong gurunya dari bencana. Jika tidak sudah lama dia diusir dari Shao Lin. Karena itu pendeta berbaju biru berkata dengan nada sungkan dan berhati hati, dia takut kalau biksu setan itu akan berbuat tidak baik kepadanya.


Tiba tiba Biksu Mu Zhu tertawa dan berkata, "Walaupun tasbih ini sangat kuat untuk mengalahkan orang tapi tetap tidak sebaik Qing Qian Ru Vi. Kali ini aku berkelana lagi ke dunia persilatan apakah kalian tau apa sebab sebabnya?"


Wu Dang Si Yan merasa terkejut Guan Ning mengerutkan dahinya dan tampak berpikir, "Ternyata biksu ini datang karena seuntai Qing Qian yang ada didalam tasku."

__ADS_1


Pendeta berbaju biru itu dengan terpaksa tertawa dan berkata, "Guru adalah seorang pesilat tangguh, aku kira Anda datang ke sini pasti bukan hanya untuk hal hal sepele yang memusingkan kepala!"


Dia sengaja berkata seperti itu dan seperti tidak tahu maksud kedatangan Guru Mu Zhu ke tempat itu,tapi hatinya sekarang ini sudah mulai merasa tidak tenang.


Biksu Mu Zhu tertawa, "Kata kata Pendeta salah didunia ini banyak pemandangan indah,jika aku hanya untuk menikmati pemandangan saja, untuk apa aku jauh jauh dari Shao Lin datang kemari?"


Wajah pendeta berbaju biru tampak berubah tapi dia tetap berpura pura tidak mengerti, dengan tertawa dia bertanya, "Kalau begitu, Guru ada perlu apa kemari?"


Senyum Guru Mu Zhu seakan ditarik, sorot matanya berubah menjadi dingin. Dia berkata, "Pendeta adalah orang pintar, aku tidak perlu banyak bicara. Ru Yi Qing Qian adalah benda langka dan sakti. Semua orang sangat menginginkannya, kalaupun Pendeta sekarang sudah mendapatkannya, aku kira Anda tidak sanggup menyimpan nya lama lama. menurutku, lebih baik aku yang menyimpan nya, apalagi..."


"Apalagi murid murid Luo Fu Cai v1 sudah pergi,tapi mereka menyimpan dendam kepadamu, mana mungkin mereka akan membiarkan Ru Ying Qing Qian jatuh ketangan kalian"! Apabila Pendeta berhasil mendapatkan benda langka ini, bukan rejeki yang didapat tapi nanti malah akan mendapatkan bencana!"


Guan Ning yang berada di sisi menarik nafas. Dia mengira Biksu Mu Zhu adalah seorang biksu yang ilmuanya tinggi tapi begitu mengeluarkan kata kata,tidak seperti perkataan seorang biksu.


Pendeta berbaju hijau tertawa dan berkata, “Dari segi manapun ilmu Guru lebih tinggi dari kami,jika benar karena benda itu Guru datang kemari, karena tadi kami sudah menerima budi Guru, maka kami tidak berani berebut benda ini dengan Guru..."


Dia membalikkan badannya dan berkata kepada ketiga adik seperguruannya, "Guru sudah berpesan seperti itu, kita tidak perlu lama lama lagi di sini. Mari kita pergi“


Guan Ning merasa aneh. Dia terpikir Wu Dang Si Yan yang begitu galak dan sombong sekarang begitu mudah mundur dari pertarungan ini.


Dia melihat Gum Mu Zhu, wajahnya tetap dingin dan tidak berekspresi apapun. Sepertinya Wu Dang Si Yan memang harus melakukan hal seperti itu jadi tidak perlu merasa kaget atau senang.


Dia tahu dengan kedudukannya sekarang ini,Wu Dang Sivan tidak akan berani melawannya.

__ADS_1


Tapi Guan Ning tidak tahu kemampuan Biksu Mu Zhu,tadi dia hanya melihat kemampuan ilmu Wu Dang Si Van begitu bagus dan tinggi, bagaimanapun empat lawan satu, seharusnya mereka tidak perlu takut kepada biksu yang kurus dan kering ini.


Wu Dang Si Yan tampak membungkukkan badan memberi hormat kepada Biksu Mu Zhuo Biksu Mu Zhu tersenyum tapi matanya terus melihat Guan Ning. Dia sama sekali tidak melihat Wu Dang Si Van yang sangat terkenal itu.


Wu Dang Si Van secara bersamaan maju.


Guan Ning berpikir, "Hal hal yang terjadi di dunia ini benar benar membuat orang sulit untuk menebaknya. Wu Dang Si Yan..."


Tapi....


Belum habis berpikir,Wu Dang Si Van sudah membalikkan badan dan mengangkat tangan secara bersama sama, empat bilah pedang bersamaan menebas ketubuh Biksu Mu Zhu.


Perubahan yang terjadi begitu tiba tiba membuat Guan Ning berteriak, tapi tubuh Biksu Mu Zhu sama sekali tidak bergerak. Terlihat pedang Wu Dang Si Yan menebas ke tubuhya.


Biksu Mu Zhu mengerutkan alis putihnya yang panjang. Lengan bajunya yang kiri sedikit dikibarkan. Badannya yang kurus dan kering berputar. Tasbih yang dipegang di tangan kanannya seperti naga sakti terus naik ke atas kemudian dia memutar pergelangannya.


Selamat membaca dan menikmati novel ini,walapun mungikin masih ada kekuranagan dari cara saya menulis dalam membuat novel ini semoga para pembaca dapat terhibur dengan adanya novel ini,saya sebagai author sangat berterima kasih kepada para pembaca atas aspirasinya agar kedepannya novel ini menjadi lebih menarik lagi dan tentunya membuat para pembaca puas


Salam hangat dari author


Ardhy ansyah


Fb@ardhy ansyah

__ADS_1


Ig@ardhy_ansyah123


__ADS_2