MISTERI DUNIA PERSILATAN

MISTERI DUNIA PERSILATAN
EPISODE 32


__ADS_3

Gadis itu tertawa lagi dan berkata, "Kau benar benar bukan orang dunia persilatan. Sampai sekarang kau masih belum menangkap arti Cui Xiu Hu Xin Dan,walaupun tidak bisa menawarkan racun tapi bisa menjaga stabilitas jantung, dari perkumpulan manapun orang yang terkena racun dengan meminum satu pil saja, walaupun racunnya belum bisa ditawarkan tapi dia tidak akan mati."


"Jika dalam satu atau dua tahun tidak mendapatkan Obat penawarnya, apa yang akan terjadi selanjutnya?"


Gadis itu tertawa, "Jika dalam satu tahun dia tidak mendapatkan obat penawarnya, maka Cui Xiu Hu Xin Tan akan menjaganya selama satu tahun dan dia tidak akan mati. Jika dalam waktu sapuluh tahun tidak mendapatkan atau seumur hidup tidak mendapatkannya, maka Cui Xiu Hu Xin Tan akan menjaganya seumur hidup, meskipun racun tidak bisa ditawarkan,tapi otot di tubuhnya lama kelamaan akan rusak. Maka itu walaupun Cui Xiu Hu Xin Tan sangat bagus tapi racun di dalam tubuh tetap harus ditawarkan.“


Guan Ning berkata dengan pelan, "Tidak disangka didunia ini ada obat semacam ini, pantas nilainya begitu mahal.“


"Aku bicara seperti ini bukan karena ingin kau menerima budiku,“ dia membalikkan badan dan berkata lagi, "Racun di tubuh temanmu benar benar sangat lihai. Mengapa sampai sekarang belum ada reaksinya? Ini benar benar aneh.... sejak kapan dia terkena racun?"


Tiba tiba pak tua itu masuk dan berkata, “Nasi sudah disiapkan,apakah kalian mau makan sekarang?“


Kata katanya selalu sederhana, sehingga membuat orang tidak akan merasa sungkan. Apalagi Guan Ning sekarang ini sudah sangat lapar.


Satelah sarapan sudah selesai. Guan Ning bertanya lagi, "Tadi kau bersama dengannya mencari orang yang membokong kita dengan senjata rahasia, kapan dia terkena racun itu, kau pasti lebih tahu!"


Gadis itu meletakkan mangkuk dan sumpit bekas makannya, dia melihat pak tua itu berdiri di tempat agak jauh. Dia seperti sedang menikmati hutan hijau dan langit biru, sama sekali tidak mendengar percakapan anak muda di rumahnya.


Gadis itu melihat paktua dengan lama. Tiba tiba dia bertanya, "Kalau menyuruhmu menjadi pak tua itu, dan seumur hidup tinggal di dalam hutan, apakah kau mau?"


Guan Ning terpana, dia tidak tahu mengapa gadis itu tiba tiba bertanya seperti itu, lama Guan Ning baru menjawab, “Dia tidak hidup demi mendapatkan nama dan keuntungan juga tidak ribut dengan orang lain, benar benar membuat orang menjadi iri. Dia bisa menjadi seperti sekarang mungkin tidak hanya membutuhan 1-2 tahun untuk menyesuaikan diri."

__ADS_1


Gadis itu menunduk tampak berpikir, cahaya matahari terbenam menyinari wajahnya yang cantik, menyinari bajunya yang berwarna hijau.


Waktu itu Guan Ning baru tahu di balik sikap polos dan galak gadis ini, ternyata dia seperti mempunyai banyak masalah.


Karena itu pikiran diapun terus bergejolak, dia merasa dunia itu sangat aneh,tidak semua orang bisa menebak kehidupan mereka.


Kemarin dia hanya seorang wisatawan yang sedang bertamasya dan seorang wisatawan pembuat puisi, dengan penuh semangat dia naik ke gunung Si Ming mencari kata kata indah untuk puisinya. Tidak disangka dalam sehari telah terjadi perubahan begitu besar.


Diapun tidak menyangka bisa bertemu dengan seorang gadis yang sekarang sudah seperti teman lama, duduk disini dan membicarakan tentang kehidupan.


Pelajar yang sedang terbaring di atas tempat tidur tampak nafas yang tadinya lemah sekarang mulai terdengar kasar tapi Guan Ning dan gadis ini sama sekali tidak mengetahuinya.


Langit bertambah gelap, gadis itu dengan tertawa bertanya, "Tadi kau bertanya apa kepadaku?"


aku katakan kepadamu, hal ini benar benar membuat orang malah, begitu melihat bayangan mereka, aku langsung mengejar mereka, bukan aku ingin memuji diriku sendiri, tapi ilmu meringankan tubuhku di dunia persilatan termasuk yang terbaik..."


Guan Ning tersenyum Dalam hati berpikir, "Gadis ini benar benar sombong, dimana pun dan dalam keadaan apapun tidak pernah lupa memuji dirinya sendiri."


Gadis itu melotot dan berkata, "Kau sedang menertawakan apa? Aku sudah pernah melihat orang yang memiliki ilmu meringankan tubuh yang tinggi, ternyata kemampuan mereka rata rata di bawahku. Jika tidak mengapa orang lain memanggilku Ling Wu Ying dan tidak menyebut namaku?"


Walaupun sejak tadi Guan Ning mengobrol dengan gadis itu tetapi sekarang dia baru mendengar dia menyebut julukannya.

__ADS_1


Karena itu dia bertanya, "Sebenarnya siapa namamu?"


Wajah gadis itu menjadi merah dan berkata, "Namaku Ling Ying. Mereka hanya menambah Wu ditengah nama asliku (Ling tanpa bayangan)."


Waktu itu jika seorang perempuan menyebut namanya, itu adalah hal yang sangat tidak biasa.


Guan Ning tidak sengaja menanyakan namanya. Dia merasa sedikit menyesal, dia takut gadis itu akan marah tapi gadis itu malah berdiri sambil menatap Guan Ning.


Kali ini mereka saling memandang, perasaan di hati mereka masing masing sudah tidak seperti tadi lagi.


Perasaan mereka sekarang benar benar berbeda, apalagi pada saat mereka beradu pandang, Ling Ying segera mengalihkan pandangannya.


Jika di dalam kehidupanmu pernah merasakan sesuatu yang hangat, tidak perlu ku katakan pun kau pasti sudah mengerti.


Guan Ning dengan terpaku melihatnya.


Gadis itu menundukkan kepala lalu berkata, "Ilmu meringankan tubuhku memang tidak.… tidak jelek, tapi sosok orang yang melepaskan senjata rahasia itu ternyata ilmunya lebih tinggi dariku. Semenjak aku berkelana di dunia persilatan, tidak ada seorang pun yang ilmu meringankan tuhuhnya lebih tinggi dariku. Aku sadar aku tidak mungkin bisa mengejar mereka, tapi aku tidak terima begitu saja karena itu dengan cara apapun aku harus bisa mengejar mereka. Dengan sekuat tenaga aku terus mengejar mereka, walau pun tidak terkejar, tetapi jarak kami tidak terlalu jauh, di depanku ternyata ada jurang. Oh.... aku benar benar merasa senang. Aku berpikir kali ini mereka pasti tidak akan bisa melarikan diri lagi."


Guan Ning mengerutkan dahi dan berkata, "llmu meringankan tubuh mereka lebih tinggi darimu dan jumlah mereka lebih banyak,walaupun bisa terkejar,apakah kau mampu mengalahkan mereka?"


Ling Ying tertawa, "Waktu itu aku tidak banyak berpikir lagi. Aku hanya berpikir aku harus bisa mengejar mereka dan melihat siapa sebenarnya mereka itu, aku tidak mempunyai dendam dengan mereka, tapi mengapa mereka menyerangku dengan senjata rahasia? Tapi begitu kedua bayangan orang itu sudah sampai di tepi jurang. salah satu dari mereka tiba tiba melempar seutas tali panjang.

__ADS_1


Fb@ardhy ansyah


Ig@ardhy_ansyah123


__ADS_2