
Guan Ning terpaku, pemuda gagah ini mengapa sekarang malah tampak menahan diri. Walaupun dalam keadaan terpana Guan Ning tetap menjalankan kereta kudanya.
Tapi... baru saja kereta kuda mereka berjalan sebentar, dua ekor kuda besar yang hampir menabrak mereka muncul kembali dari dalam kegelapan, kali ini lari kuda itu terlihat lebih terburu buru lagi.
Guan Ning dengan cepat menarik tali kekang kudanya.
Orang yang berada di atas kuda benar benar sangat lincah, mereka lewat di sisi Guan Ning dengan tergesa gesa. Yang satu memakai baju ketat, wajahnya penuh dengan cambang.
Karena gelap Guan Ning tidak bisa melihat dengan jelas wajah mereka, tapi dari gerakan nya terlihat kalau mereka adalah pendekar pendekar berilmu silat tinggi.
Orang dan kuda sudah jauh, hanya terdengar suara mereka dari jauh dan dari nada bicaranya sepertinya mereka marah.
“Apakah kalian mencari mati? Dua kereta seharusnya berjalan dalam satu baris, kalau tidak....”
Suara angin terlalu kencang membuat suara amarah mereka tertutup oleh suara angin. Tapi Guan Ning merasa tersinggung,
Dia membalikkan badannya ingin memarahi mereka, tapi dia melihat kepala Wu Bu Yun Iebih ditundukkan lagi, dia hanya diam sambil memegang tali kekang kudanya dan dengan cepat berjalan melewati kereta Guan Ning, dia menuruti apa yang orang katakan dan tidak berani berjalan dalam satu jejer dengan kereta Guan Ning.
Guan Ning marah juga kaget melihat sikap pemuda ini, dia tidak mengerti.
Tiba tiba.... terasa angin dingin berhembus, dari depan datang lagi dua ekor kuda. Yang satu berada di kiri dan yang satu berada di kanan, mereka melewati kereta Guan Ning.
Penunggang kuda itu mengenakan baju ketat yang mewah dan wajahnya penuh dengan cambang. Mereka terlihat lincah juga sehat, semua seperti keadaan dua orang tadi, mereka seperti keluar dari satu cetakan.
Walaupun Guan Ning sedikit mabuk, tapi keadaan seperti ini segera membuatnya agak tersadar, dia segera berjalan agak Cepat dan sejajar lagi dengan Wu Bu Yun lalu berkata, “Kakak Wu, apakah kau melihat keenam penunggang kuda tadi terlihat sedikit mencurigakan? Mereka datang bersama, mengapa harus terbagi menjadi tiga kelompok. Dari baju mereka terlihat kalau mereka bukan orang baik....”
Dia terus bicara. Guan Ning mengira pengalamannya di dunia persilatan tidak seperti dulu lagi, sekali melihat dia langsung tahu ada sesuatu yang mencurigakan.
Baru saja dia selesai bicara,terdengar Wu Bu Yun berkata lagi, “Jangan ikut campur urusan orang lain. Apakah Tuan tidak mendengar perkataanku tadi?”
Dia tetap menarik topinya hingga menutupi wajahnya.
Enam ekor kuda yang baru melewati mereka, tidak dilihatnya sama sekali,orang lain yang marah marah kepada mereka, seperti tidak didengar.
__ADS_1
Sekarang dia berkata lagi kepada Guan Ning, nadanya seperti tidak tenang.
Guan Ning merasa sedih juga marah, dia terpaku,tapi dia tetap mendengarkan Wu Bu Yun berkata pada dirinya sendiri, “Mengapa hanya ada enam ekor kuda.... seharusnya masih ada dua ekor lagi.... heehhh....’
Suara roda kereta yang berderit membuat kata katanya tidak terdengar, tapi gerakannya begitu aneh, membuat Guan Ning merasa aneh.
Dalam hati dia bertanya tanya, “Apakah dia tahu mengenai identitas keenam penunggang kuda tadi? Apakah dia tidak ingin bertemu dengan mereka? Apakah keenam penunggang kuda itu adalah musuhnya? Tapi.... apa maksud kata katanya tadi?”
Dia terus berpikir tapi tidak menemukan jawabannya.
Dia berpikir lagi, “Aku baru mengenal orang ini, untuk apa aku harus tahu urusannya? Hal yang kutemui sudah cukup menyita perhatianku,tapi.... identitas orang orang tadi benar benar aneh. Aku merasa, di antara kami pasti ada masalah yang sulit untuk diselesaikan.”
Hanya dalam waktu sekejap kereta mereka memasuki kota.
Di sebuah jalan yang tersusun dari batu hijau, hari belum begitu gelap, tapi para pedagang disana sudah menutup tokonya dan pejalan kaki yang lewat juga terlihat sedikit.
Hanya terlihat sebuah rumah makan yang masih buka dan bau harum daging serta arak tercium hingga ke luar.
Mereka masing masing menyimpan ganjalan mereka di dalam hati Kereta hampir tiba di ujung jalan.
Wu Bu Yun berkata, “Hari ini tampaknya kita tidak bisa tiba di Gunung Miao Feng. Sekalipun bisa memaksa.…”
Tiba tiba dia tidak melanjutkan lagi, digantikan dengan desah nafasnya.
Dia berkata, “Lebih baik kita beristirahat semalam di sini!”
Suaranya sekarang terdengar tenang kambali.
Sekarang dia tidak memanggil Guan Ning dengan sebutan ‘tuan’ atau ‘kakak’ tapi keadaan ini malah terasa lebih akrab.
“Aku akan mendengar pendapatmu’kata Guan Ning. Wu Bu Vun menghentikan kudanya lalu turun dari kereta.
Dia bertanya kepada orang yang lalu lalang disana kemudian naik lagi ke atas keretanya dan berkata, “Kota ini hanya memiliki sebuah penginapan, penginapan itu tidak jauh dari sini.”
__ADS_1
Guan Ning baru tahu bahwa kota ini bernama Wang Pin Guu.
“Setelah sampai di Wang Pin Gou, Miao Feng Shan sudah tidak jauh lagi.” Dia tampak kembali bersemangat.
Di kelokan jalan di sebuah dinding tertulis, “Penginapan Gong Pin.“
Terlihat cahaya lampu dari penginapan itu.... tapi pintu utama penginapan itu sudah ditutup, hari masih begitu siang tapi pintu penginapan sudah ditutup, untuk pertama kalinya Guan Ning melihat hal seperti ini.
Dia mengerutkan dahinya, lalu turun dari kereta dan berkata, “Kita ketuk saja pintunya.”
Wu Bu yun terlihat masih ragu. Tapi Guan Ning sudah mengetuk pintu. Kali ini kembalinya dia ke dunia persilatan, dalam hati
Dia sudah bertekad jika dia tidak bisa membereskan kan semua permasalahan yang sedang terjadi, dia tidak akan pulang dulu.
Karena itu perasaannya sangat bergejolak, dia ingin melaku kan sesuatu yang berguna di dunia persilatan, hal ini berbeda dengan saat dia pertama kali keluar untuk berjalan jalan dan berpesiar.
Dia mengetuk pintu dengan keras,tapi tidak ada orang yang menyahut.
Guan Ning berpikir, “Apakah telah terjadi sesuatu di penginapan ini?”
Karena selama beberapa waktu ini hal hal yang dia temukan selalu tidak masuk akal, maka sekarang diapun mulai berpikir yang tidak tidak.
Tiba tiba....
Seorang pelayan keluar sambil mengucek matanya, seperti baru bangun dari tidur dan dengan malas membuka pintu.
Dia terus mengomel, “Tuan, hari sudah malam,di luar sangat dinginl Cepat bawa kereta Tuan ke dalam!”
Pelayan yang baru terbangun itu berkata seperti itu membuat hati Guan Ning yang tadinya tidak tenang menjadi tenang, dia menertawakan kelakuannya yang dibuat buat, dia membawa keretanya masuk ke dalam penginapan.
Fb@ardhy ansyah
Ig@ardhy_ansyah123
__ADS_1