MISTERI DUNIA PERSILATAN

MISTERI DUNIA PERSILATAN
EPISODE 21


__ADS_3

Guan Ning terus melihat pengemis pincang yang masih tertawa sampai saat ini kemudian melihat wajah Biksu Mu Zhu dan Wu Dang Si Van. Wajah mereka terlihat kalau mereka sangat takut kepada pengemis pincang ini.


Guan Ning merasa curiga kepada pengemis pincang dan berbaju compang camping ini, mengapa dia bisa membuat Guru Mu Zhu dari Shao Lin dan Wu Dang Si Yan tampak begitu ketakutan?


Segera Guru Mu Zhu membaca ayat kitab suci kemudian berkata, "Ternyata yang datang adalah Tuan Gong Sun Zuo Zu (Gong sun kaki kiri) Kami memberi hormat kepada Anda"


Guru Mu Zhu sengaja berkata dengan nada panjang supaya setiap perkataannya terdengar jelas.


Guan Ning berpikir, "Apakah dia adalah Ketua Gai Bang (perkumpulan pengemis)?“


Walaupun dia tidak mengetahui tentang hal hal dunia persilatan, tapi dia tahu selama ratusan tahun Jun Shan Gai Bang sangat terkenal di dunia pemilahan. Bahkan anak anak dan kaum perempuan semua tahu, apalagi orang orang dunia persilatan.


Terlihat Ketua Gai Bang, Gong Sun Zuo Zu yang berambut acak acakan berjalan seiring dengan debaran jantung tapi tongkat yang dipegangnya diam seperti batu gilingan.


"Jun Shan Shuang can.... Gong Sun Zuo Zu...." dengan cepat dia berpikir, "Apakah pengemis pincang yang kukuburkan kemarin adalah Jun Shan Shuang Can yang satunya lagi? Apakah dia bemama Gong Sun Zuo Zu? Apakah aku sudah menguburkan seorang ketua Gai Bang?"


Guan Ning adalah orang yang lincah, kalau tidak. mungkin di kehidupan ramai seperti ibu kota, dia bisa mendapatkan julukan sebagai 'orang berbakat!


Dia merasa aneh tapi juga sedih. Selama setengah hari ini orang orang yang telah dikuburkan olehnya ternyata identitas mereka sangat istimewa dan mereka semua adalah pesilat tangguh, tapi mengapa mereka bisa mati secara bersamaan?


Kedua telapak tangan Guru Mu Zhu terkatup. Dia diam.Tawa Gong Sun Zuo Zu semakin pelan tapi belum berhenti, mulutna tetap berkata, “Malu, malu Kasihan kasihan"


Dia sangat menghormati juga segan kepada ketua Gai Bang, Shao Lin San Zhu Juga bukan orang biasa.


Dengan suara berat Guru Mu Zhu berkata, "Sudah sepuluh tahun kita tidak bertemu, Tuan Gong Sun maSih tetap seperti dulu, aku merasa sangat senang. yang ingin kutanyakan sekarang adalah, apa yang sedang kau tertawakan? Dan apa yang perlu dikasihani?“

__ADS_1


Pertanyaannya terhenti, karena suara tawa itupun ikut berhenti. Langit dan bumi menjadi sunyi hanya tertinggal suara angin yang terus bertiup.


Gong Sun Zuo Zu pelan pelan membalikkan badannya, mata merahnya dipejamkan lalu dibuka lagi.


Dia melihath Dang Si yan kemudian berhenti pada Guru Mu Zhu, tiba tiba dia tertawa lagi dan berkata, "Biksu Tua, sudah sepuluh tahun kau tidak keluar ke dunia persilatan, mengapa masih bertingkah seperti seorang bocah yang tidak berpengalaman, itu yang membuatku merasa aneh dan aneh."


Dia sengaja menarik nadanya menjadi panjang. seperti Guru Mu Zhu tadi.


Diam diam Guan Ning tertawa. Dia berpikir, "Kata orang di dunia persilatan banyak pesilat tangguh dan mereka senang bermain main, dalam keadaan seperti ini Gong Sun Zuo Zu ternyata masih bisa bergurau, dari sini dapat diketahui kalau sehari hari orang ini pun pasti sangat luwes dan santai."


Terlihat wajah Guru Mu Zhu lebih seram lagi tapi Gong Sun Zuo Zu pura pura tidak tahu. dia melanjutkan, "Wu Dang Pai adalah perkumpulan yang sangat terkenal dan aturannya sangat ketat, mengapa hari ini bisa bertengkar dengan seorang petinggi biksu Shao Lin. Ini.... ini juga aneh."


Dia berhenti sebentar dan membentak, "Apakah kalian tahu barang yang kalian perebutkan itu milik siapa"


Dengan cepat dan nada dingin Biksu Mu Zhu menjawab, "Semua benda yang ada di dunia ini, tadinya tidak ada yang punya, kau mendapatkannya dari orang lain, orang lain mendapatkannya dari tanganmu. Mengapa tidak boleh?"


“Baik, baiklah. Biksu tua memang senang bermain main dengan pengemis, semua benda di luar badan kita, sewaktu lahir tidak membawa apapun, matipun tidak membawa apapun, mana berani aku mengaku kalau barang itu milikku…"


Ketua Gai Bang kadang kadang tertawa, kadang kadang bicara yang sangat masuk akal. Semua ini membuat Guan Ning bingung.


Gong Sun Zuo Zu kembali lagi melihat Guan Ning, dia berkata, "Aku kira yang menguburkan Gung Sun Lao Er beserta tasnya pasti bocah ini."


Begitu ditunjuk,wu Dang SiYan dan Guru Mu Zhu sama sama terkejut.


"Gong Sun You Zu sudah mati." Guan Ning dengan sedih mengangguk. Gong Sun Zuo Zu masih tertawa, tapi wajahnya terlihat sedih.

__ADS_1


Guan Ning tahu jika seorang manusia ingin menutupi perasaannya merupakan suatu persoalan sulit. karena itu dia merasa sangat kasihan kepada pengemis pincang yang ada dihadapannya sekarang.


Dia menghembuskan nafas panjang dan berkata, "Aku hanya membantu menguburkan dia, semua benda peninggalan Tuan Gong Sun Er sudah kukeluarkan dari dalam tasnya, aku mohon Tetua sudi memaafkan aku"


Gong Sun Zuo Zu terus melihatnya dan mengangguk lalu berkata, "Baik, baik." Kemudian tangannya dikeluarkan, "Berikan uang itu kepadaku."


Guan Ning selalu mendengarkan orang lain bicara, biasanya orang berilmu silat tinggi selalu mempunyai Sifat aneh, dia berharap tangan yang terulur ke depannya bersih dan putih. Tapi tangan orang yang terkenal itu, tampak hitam, kurus, dan kering, ndak ada bedanya dengan pengemis biasa.


Guan Ning merasa kecewa, dia menertawakan dirinya yang berpikiran tidak dewasa, kemudian dengan hati hati dia mengeluarkan uang itu dari dalam tasnya.


Wajah Wu Dang Si yan dan Guru Mu Zhu tampak berubah lagi. Beberapa pasang mata terus melihat kearah tasnya, Guan Ning memasukkan tangannya kedalam tas, lalu pelan pelan dia mengeluarkan seuntai mata uang berwarna hijau dari dalam tasnya.


Wu Dang Si Yan berteriak, "Riu Wi Qing Qian“


Guan Ning melihat seuntai mata uang itu, tapi dia tidak melihat ada yang istimewa.


Dia menyerahkan uang itu kepada Gong Sun Zun Zu dan berkata, "Apakah yang tetua maksud adalah seuntai uang ini? Harap Tetua memeriksanya dulu...“


Guru Mu Zhu terus melihat untaian uang itu, seperti seekor kucing yang melihat ikan, selangkah demi selangkah dia mendekati Gong Sun Zuo Zu, sikapnya tidak tampak seperti seorang biksu yang kedudukannya unggul lagi”.


Mata Gong Sun Zuo Zu terus melihat untaian uang itu, dia seperti marah dan ada pandangan menghina dimatanya, apa yang sedang dipikirkannya saat ini?


Pelan pelan dia menerima uang berwarna hijau itu, lalu berdiri terpaku, Guru Mu Zhu semakin mendekat, tapi Gong Sun Zuo Zu seperti tidak merasakannya.


Fb@ardhy ansyah

__ADS_1


Ig@ardhy_ansyah123


__ADS_2