
ke Wisma Si Ming dan mereka belum turun dari gunung sampai sekarang, tapi di antara mayat mayat itu tidak ada mayat dengan ciri ciri seperti itu. Semua orang yang diundang ke Wisma Si Ming sudah mati, hanya dua orang itu saja yang tidak. Berarti kedua orang ini pasti pembunuhnya atau setidaknya mereka adalah orang yang membantu membunuh. Waktu aku berada di jembatan di Wisma Si Ming, ada senjata rahasia yang menyerangku, seperti ingin membunuhku supaya rahasia ini tidak bocor. Senjata itu kecil dan ringan, berwarna hitam tapi tidak bercahaya tapi tenaga yang dikeluarkan sangat kuat. Kelihatannya..."
Gong Sun Zuo Zu berteriak,tiba tiba dia berdiri, matanya merah, rambut dan kumis seperti berdiri Semua.
Dia berteriak, "Apakah mereka adalah pembunuhnya....“
Dia melihat Guan Ning lagi dan bertanya, “Apakah sewaktu berada di pondokan itu yang membunuh anak yang kau bawa adalah orang dengan ciri tinggi tapi bentuknya aneh...."
"Tapi kedua orang itu tidak membawa tas kulit Cheetah."
"Mungkin waktu itu kau sudah ketakutan dan tidak melihat dengan jelas, apalagi… tas mereka bisa ditaruh dulu."
Walaupun Gong Sun Zuo Zu sangat berpengalaman, tenang dan banyak akal tapi sekarang dia dalam keadaan tidak begitu sadar, begitu merasa ada sedikit kecurigaan dia terus bertanya.
"Aku masih mempunyai satu pertanyaan yang ingin kutanyakan kepada Tetua. Menurut murid murid Luo Fu Cai w, perwakilan Luo Fu Pai hanya ada dua orang ke Wisma Si Ming. Mereka adalah Cai Yi Shuang Jiang. Diantara mayat mayat yang kulihat di Wisma Si Ming,
kecuali dua orang berbaju mewah dengan ciri ciri seperti yang mereka ceritakan. Masih ada seorang laki laki berbaju kembang dan bercambang. Apakah Tetua tahu, apakah orang itu juga adalah murid murid Luo Fu Pai?"
Gong Sun Zuo Zu berpikir dengan lama. Kemudian dia menjambak rambutnya sendiri yang memang sudah berantakan sejak awal, kemudian dia duduk kembali.
Gong Sun Zuo Zu sama seperti keadaan rambutnya, acak acakan dan tidak bisa dibereskan, semakin pemuda itu bercerita, pikirannya semakin kacau.
“Ilmu silat E Mei Bao Nang memang tinggi, apakah dia bisa dan sanggup membunuh mereka semua? Kecuali… kecuali diam diam mereka menaruh racun didalam makanan,tapi…. E Mei Bao
Nang dan Si Ming Hong Pao memang tidak akur dan tidak akrab. Mereka tidak akan mungkin bisa masuk ke Wisma Si Ming begitu saja, lebih lebih tidak mungkin secara terang terangan menaruh racun di dalam makanan. Jika begitu.... bagaimana cara mereka meracuni pendekar pendekar itu?“
Pertanyaan ini membuat Gong sun Zua Zu sendiripun tidak bisa menjawabnya. Tapi pertanyaan yang Guan Ning pikirkan berbeda lagi!
"Siapa pelajar berbaju putih itu...."
__ADS_1
Pertanyaan ini terus menerus berkecamuk di dalam pikirannya, dia tidak mempunyai kesempatan untuk berkata karena orang yang diajaknya bicara, seperti memperhatikan hal yang lain, maka sewaktu dia menceritakan tentang pelajar berbaju putih, orang lain pasti tidak akan memperhatikannya, dia terus bertanya tentang hal hal yang berhubungan dengan orang diperhatikannya karena mereka tidak tahu siapa sebenarnya pelajar berbaju putih yang dimaksudkan Guan Ning.
Sekarang Guan Ning ingin bertanya lagi, tapi dia melihat Gong Sun Zuo Zu terus menundukan kepala, dia mengurungkan niatnya.
Mereka berdua diam dengan keadaan berhadapan, pikiran mereka masing masing tidak sama tapi sama sama memikirkan Wisma Si Ming.
Tempat ini berada disebuah gunung,jalan gunung itu adalah jalan terlarang bagi siapapun dan peraturan ini sudah ditentukan oleh Wisma Si Ming. Orang dunia persilatan tidak berani lewat kesana kecuali wisatawan seperti Guan Ning, tidak ada tujuan dan hanya kebetulan lewat saja,jika sengaja datang kesana tentu diberi peringatan terlebih dahulu karena itu tidak ada seorangpun yang berani memasuki tempat terlarang ini.
Walaupun pemandangan disana sangat indah tapi tetap tidak bisa dinikmati oleh siapapun.
Suasana sunyi dan senyap.
Di dalam kesunyian ini terdengar ada seseorang yang berteriak dari kejauhan, walaupun tidak begitu jelas tapi masih bisa terdengar.
"Siapakah aku ini, siapakah aku ini...."
Guan Ning sedang mendengarkan. Suara itu semakin mendekat, hanya dalam waktu singkat sudah berada didepan.
Suara itu semakin mendekat dan semakin kencang, disekeliling gunung terdengar gema suaranya, membuat telinga Guan Ning sakit.
Wajah Gong Sun Zuo Zu tampak berubah, kedua matanya berusaha mencari sumber suara itu.
“Siapakah aku ini? Siapakah aku ini...."
Siapa yang datang, Guan Ning sudah tahu. dia segera maju, dia ingin menjelaskan pemilik suara itu.
Tapi.... Suara itu sudah berada di depan.
Tiba tiba terdengar suara 'PING' dan pohon bergoyang goyang. Seseorang sudah turun dari sana, Gong Sun Zuo Zu seperti kaget dan terus melihat.
__ADS_1
Orang ini berbaju putih, bersepatu putih, wajahnya pun putih, Walaupun baju dan wajahnya tidak rapih tapi ketampanan… tetap tidak tertutup.
Gong Sun Zuo Zu terkejut dan berkata, “Ternyata kau"
Begitu pelajar berbaju putih itu turun, suaranya pun berhenti. Dia berlari ke depan Gong Sun Zuo Zu.
Dengan senang dia berkata, "Aku mencarimu sangat lama, ternyata kau ada disini."
Gong Sun Zuo Zu terpaksa tersenyum. Pelajar berbaju putih itu menarik pundak Guan Ning dan berkata, "Mari kita pergi dari sini dan katakan kepadaku siapa aku sebenarnya? Kau sudah berjanji jadi tidak boleh melarikan diri.“
Dengan aneh Gong Sun Zuo Zu melihat semua kejadian ini, segera dia menangkap apa yang sebenarnya telah terjadi. Pikiran inilah yang kelak akan membuat banyak masalah di dunia persilatan.
Guan Ning merasakan pundaknya sakit, terpaksa dia mengikuti palajar baju putih itu berjalan dua langkah.
Tapi...
Gong Sun Zuo Zu sudah membentak dan menerkamnya,tongkat bESi Yang dikepit di ketiaknya sudah menyapu, setiap jurus terlihat sangat cepat dan kuat seperti kilat.
Semua terarah kepada pelajar berbaju putih itu. Guan Ning terkejut, serangan ini hampir mengenai tubuh pelajar berbaju putih.
Tapi tampaknya dia tidak menghiraukan pukulan dari tongkat dan serangan dari telapak tangan. Dengan tangan kanan dia memegang Guan Ning kemudian sedikit menghindar, tongkat dan jurus telapak hanya melewati celah di antara mereka berdua, bajunya pun tidak kena.
Tangan Guan Ning basah dan tubuhnya penuh dengan keringat dingin.
Selamat membaca dan menikmati novel ini,walapun mungikin masih ada kekuranagan dari cara saya menulis dalam membuat novel ini semoga para pembaca dapat terhibur dengan adanya novel ini,saya sebagai author sangat berterima kasih kepada para pembaca atas aspirasinya agar kedepannya novel ini menjadi lebih menarik lagi dan tentunya membuat para pembaca puas
Salam hangat dari author
Ardhy ansyah
__ADS_1
Fb@ardhy ansyah
Ig@ardhy_ansyah123