
Guan Ning merasa sangat marah, dia ingin balas membentak, tapi jari gadis itu telah menunjuk hidungnya.
Dia lahir dari keluarga pelajar, seumur hidupnya kecuali keluarganya, belum pernah dia bicara dengan perempuan, sekarang ada gadis dihadapannya, dia mencium bau harum seorang gadis, walaupun dia marah tapi dia berpikir. "Untuk apa aku ribut dengan perempuan ini?"
Pelan pelan dia membalikkan badan dan berjalan ketempatnya tadi tampak laki laki berbaju putih itu seperti sedang menertawakan dirinya.
Gadis berbaju hijau itu tersenyum, dari sorot matanya tampak kalau dia merasa senang, satu tangannya menggoyangkan lonceng, lalu dia berkata, “Apakah orang orang yang ada disini tuli semua? Mendengar suara lonceng ini tidak seorang pun yang menyambut Shen Jian Niang Niang (Nyonya berpedang sakti)?"
Guan Ning berpikir, “Siapa yang disebut Shen Jian Niang Niang? Apakah diapun adalah orang dunia persilatan yang diundang oleh tuan rumah disini? Mungkin karena terlambat datang kesini dia bisa terhindar dari bencana ini?"
Dia berpikir lagi, "Gadis ini pasti tahu mengapa tuan rumah ini mengundang orang orang dunia persilatan datang kesini dan mungkin juga dia tahu siapa laki laki berbaju putih itu.“
Terpikirkan hal ini diapun bertanya kepada gadis itu, “Yang mana Shen Jian Niang Niang? Apakah aku boleh..."
Ucapan Guan Ning belum selesai, gadis berbaju hijau itu suda menyela, "Siapa Shen Jian Niang Niang? Kau ternyata tidak tahu...“ dia menunjuk hidungnya sendiri dan berkata lagi, "Shen Jian Niang Niang berada didepanmu, aku katakan kepadamu, nona ini adalah Shen Jian Niang Niang.“
Guan Ning terpaku, kalau bukan karena banyak urusan mungkin sejak tadi dia sudah tertawa.
Umur gadis itu paling paling hanya 17 18 tahun, masih tampak polos,tapi dia menamakan dirinya sendiri Shen Jian Niang Niang, benar benar kurang ajar.
Tapi melihat gadis itu sangat serius, sepertinya namanya memang seperti itu,tangannya terus membunyikan lonceng dan dia melihat laki laki berbaju putih itu,laiu melihat Guan Ning, "Siapa kau? Cepat beritahu nyonya rumahmu, bahwa Shen Jian Niang Niang sudah datang dari Huang Shan, sengaja datang kesini untuk melakukan kunjungan. Tidak disangka Wisma Si Ming yang sangat terkenal tidak tahu sopan santun, menyuruh seorang anak kecil yang tidak tahu apa apa menyambut kedatangan tamu.“
__ADS_1
Guan Ning melihat gadis itu berdiri dengan tegak sambil menatap langit, benar benar seperti seseorang yang sudah tua, dia ingin tertawa tapi juga ingin memarahi gadis ini.
Diam diam dia berpikir lagi, “Ternyata disini adalah wisma yang sangat terkenal didunia persilatan, mungkin karena aku jarang berkenalan dengan orang di dunia persilatan, sampai sampai tidak tahu ada wisma yang bernama Wisma Si Ming,juga tidak mengenal ketua pemimpin wisma ini... siapakah pemimpin wisma ini?“
"Siapakah nyonya wisma ini?" Guan Ning bertanya.
Dia belum selesai bicara, gadis itu dengan kaget berseru, "Apa! Kau tidak mengenal suami istri pemimpin Wisma Si Ming yang berbaju merah? Sekarang aku tanya, siapa dirimu yang sebenarnya? Kau harus tahu kalau kau memasuki Wisma Si Ming tanpa ijin, kau harus siap siap kehilangan nyawamu!“
Mata Guan Ning tampak berputar dan berpikir, "Ternyata sepasang laki laki dan perempuan berbaju merah yang cantik dan tampan itu adalah pemimpin Wisma Si Ming... mereka adalah sepasang pandekar yang terkenal,tapi sayangnya mereka berdua sudah meninggal.“
Sikap Guan Ning selalu kasihan kepada orang lain,walaupun dia tidak mengenal suami istri pemimpin Wisma Si Ming tapi dia tetap merasa sedih,kemudian dia berpikir, "Kelihatannya gadis ini dan pemimpin Wisma Si Ming mempunyai hubungan teman, kalau
dia tahu mereka mati terbunuh, mungkin dia akan merasa sangat sedih.“
Ucapan Guan Ning baru separuh dikatakan, gadis itu sudah marah dan berkata, "Kau sama sekali tidak mengenal mereka tapi kau malah bertanya kepadaku ada keperluan apa mencari mereka, benar benar tidak dewasa'.“
Guan Ning memandang gadis yang disebut sebut sebagai Shen Jian Niang Niang, dia ingin marah tapi juga ingin tertawa, dia berpikir, "Gadis ini menyebut dirinya sebagai Shen Jian Niang Niang, ilmu silatnya pasti sangat tinggi,walau pun begitu tapi dia tetap seorang perempuan, melihat keadaan wisma yang penuh dengan darah dan mayat yang bertumpuk, apalagi kalau dia melihat ke pekarangan, dia akan terkejut meiihat keadaan yang begitu menyeramkan."
Karena itu Guan Ning berteriak, "Nona,jangan pergi dulu!“
Nona berbaju hijau itu berhenti melangkah dan membalikkan badannya, dengan sepasang mata yang bening seperti air dia menatap Guan Ning,tiba tiba dia maju beberapa langkah sambil menarik nafas, dia berkata, "Aku tidak mengenalmu, sejak tadi aku sudah bicara denganmu beberapa kata dan itu sudah cukup, kalau kau ingin terus bicara, awas, aku bisa membunuhmui"
__ADS_1
Maksudnya tidak lain adalah Guan Ning hanya seorang pemuda asing baginya dia tidak mau bicara panjang lebar dengan Guan Ning.
Guan Ning sebagai seorang pemuda pintar dia tahu apa yang dimaksud dengan gadis itu, Guan Ning benar benar marah dan berPikir, "Mengapa gadis ini begitu galak? Sama sekali tidak tampak kelembutan seorang perempuan, kalau aku menikah dengan perempuan semacam ini, bisa bisa hidupku akan tersiksa Selamanya.“
"Memang kita sama sekali tidak saling kenal, dan aku pun tidak bermaksud ingin bicara terus dengan Nona.“ Dia melihat gadis itu Yang tampak sudah mengangkat alisnya, tampak dia sama sekali tidak menyangka kalau pemuda itu bisa bicara tidak sopan kepadanya.
Guan Ning merasa sangat puas, dia merasa senang karena telah membalas penghinaan nona itu tadi, dengan sikap angkuh kembali dia berkata, "Nona sudah datang kesini dengan tujuan untuk mengunjungi suami istri pemimpin Wisma Si Ming, aku akan memberi tahu kepada Nona, Nona datang terlambat“
Gadis berbaju hijau itu tadinya sangat marah, sekarang dia tampak berubah, matanya yang bercahaya tampak melotot.
“Kau tadi mengatakan apa?“ tanyanya dengan aneh.
Tadinya Guan Ning ingin membalas kesombongan gadis dengan sikap yang sama,tapi setelah dipikir pikir lagi, tidak baik jika kabar kematian dijadikan bahan untuk membalas dendam.
Karena itu dia merasa menyesal mempunyai pikiran seperti tadi, "Bagaimanapun juga aku adalah seorang laki laki dan dia hanya seorang perempuan, tidak boleh berpandangan sama dengannya."
Segera Guan Ning menjawab, "Suami istri Wisma Si Ming sudah meninggal, kalau Nona…"
Kata katanya belum selesai, gadis yang berdiri ditangga itu sekarang sudah berada di depannya dan berteriak, "Apakah benar kata katamu?“
Fb@ardhy ansyah
__ADS_1
Ig@ardhy_ansyah123