
Kedelapan sorot mata seperti kilat itu terus menatap Guan Ning dan bertanya, “Apa Yang Tuan katakan tadi?”
Kedua laki laki itu kembali bersikap dingin.
Yi Juan tertawa, “Ternyata yang datang adalah murid murid Wu Dang. Baiklah, baiklah, sekarang keempat Tuan pendeta sudah mendengar kalau tamu tamu yang datang ke Wisma Si Ming sudah mati semua. Haha....”
“E Mei Pai, Si Ming berbaju merah, Zhong Nan berbaju hitam,Wu Dang ada dua orang yang cacat, *** Xing bersepatu ungu, biksu Shao Lin, Luo Fu berbaju kembang, di tempat dan waktu yang sama mati secara bersamaan. Empat pendekar, apakah kalian mengira ini hanya lelucon besar?”
Dia bicara sambil tertawa, suaranya seperti terpaksa, akhirnya terdengar bergetar.
Walaupun dia mengatakan kalau dia tidak percaya tapi dalam hati dia merasa ragu.
Salah satu pendeta berbadan tinggi berkata, “Ternyata kalian adalah pendekar“ Juan dan pendekar Fei Shen. Apakah gurumu juga datang kemari untuk mengikuti rapat di Wisma Si Ming?”
Yi Juan menurunkan pedangnya sampai ke batas siku tangan.
“Untuk rapat kali ini, guruku tidak bisa datang kemari, tapi kedua paman guruku sudah datang kemari dan datang paling awal.”
Fei Shen menyambung, “Sewaktu kami mengantarkan paman guru naik ke gunung, aku melihat kedua biksu Shao Lin,yaitu *** Hang bersepatu ungu dan *** Hang Gong Sun Er yang pincang kaki kanannya. Aku yakin pendeta Wu Dang pun juga berada disana. Kalau begitu....”
Dia tertawa, dengan sudut matanya dia melihat Guan Ning.
“Menurut tuan ini, Wisma Si Ming sudah tidak ada seorang yang hidup, sepertinya tidak akan ada seorangpun yang percaya.”
Guan Ning benar benar marah, “Aku tidak memaksa kalian untuk percaya kepada kata kataku!”
Guan Ning mendengar dengan teliti semua perkataan Fei Shen, dia mencocokan semua nama nama dengan mayat yang dilihatnya di Wisma Shi Ming.
__ADS_1
Akhirnya dia mengerti dan diam diam berpikir. “Yang pertama kutemukan adalah laki laki berbadan tegap dan laki laki bercambang, mungkin itu adalah *** Hang bersepatu ungu. Sedangkan ketiga pendeta berbaju biru adalah orang orang Wu Dang. Yang mati dengan posisi dua pedang bersilang adalah Luo Fu Cai Yi. Kedua biksu yang kulihat berasal dari Shao Lin. Suami istri berbaju merah adalah pemimpin Wisma Si Ming. Pak tua kurus kering itu adalah Zhong Nan Wu San. Pengemis itu adalah Tuan Gong Sun yang pincang kaki kanan. Sedangkan tadi aku bertemu dengan pengemis yang berbeda, untung dia datang terlambat Sehingga bisa terhindar dari bencana ini.”
Dia berpikir lagi, “Lalu siapa yang datang dari Si Zhuan E Mei? Apakah dia adalah pelajar berbaju putih itu?“
Guan Ning sangat pintar, sambil mendengar kata kata Fei Shen dia terus memikirkan semua. Begitu Fei Shen selesai bercerita, ada pertanyaan terakhir yang belum dimengerti olehnya.
Kata kata Fei Shen yang terakhir membuat Guan Ning marah. Fei Shen berkata lagi, “Jika tidak percaya, sudahlah....“
Tapi pendeta tinggi itu berkata, “Kata kata kalian sangat masuk akal, semua orang penting di dunia persilatan dalam satu malam bersamaan mati, benar benar membuat orang tidak percaya dan Benar benar menakutkan.“
“ Juan segera tertawa dan berkata, “Sekalipun Da Mo dan San Feng Chen Ren hidup lagi, belum tentu mereka bisa membuat orang orang itu mati bersama sama. Sekarang walaupun ada orang yang ilmu silatnya lebih tinggi dari mereka, contohnya Xi Men....
Kata ‘Xi Men’ baru saja keluar dari mulutnya, dia segera berhenti berkata dan urat di wajahnya tampak bergerak gerak, seperti
Ada cecak besar yang masuk kedalam kerahnya lalu merayap ke punggungnya, membuat pedang yang tersimpan di sikunya terus bergetar.
Dia tertawa untuk menutupi ketakutan yang ada didalam hatinya tapi dia tetap tidak meneruskan nama Xi Men....
Guan Ning berpikir, “Mayat mayat yang bergelimpangan di Wisma Si Ming adalah pesilat pesilat hebat,tapi Xi Men siapa yang dimaksud? Mengapa dia begitu takut kepada Xi Men?”
Terdengar pendeta tinggi itu pelan pelan berkata, “Menurut Pendekar Fei, orang orang di dunia persilatan tahu....”
Matanya menatap Guan Ning.
“Menurut kata kata tuan ini, sepertinya dia tidak akan berbohong karena Wisma Si Ming tidak jauh dari sini,jika dia berbohong, bukankah akan segera diketahui, bila Fei Shen dan Yi Juan sudah marah, aku tidak akan mengijinkannya...”
“Orang ini tahu seribu langkah dari Wisma Si Ming adalah tempat terlarang,jika tidak mempunyai ijin masuk, maka siapapun dilarang masuk kesana, orang yang tidak mendapatkan ijin telah masuk dan bisa keluar lagi, hampir tidak ada seorangpun yang bisa melakukannya. Apakah kami akan percaya kata katanya begitu saja lalu mengambil keputusan dan membuat pemimpin Wisma Si Ming marah?” tanya “ Juan.
__ADS_1
Pendeta tinggi itu tertawa, “Kalau semua kata katanya bohong,
Apa tujuannya?”
“Lebih baik tuan ini menjelaskan semuanya dengan jelas kepada kita, setelah itu Pendekar Fei dan Pendekar“ bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Ketiga kakak seperguruanku dan paman gurumu,jika mereka benar benar mati, bukan hanya kau dan aku saja yang akan terkejut, aku kira seluruh dunia persilatan bisa kacau karena alasan ini. Jika semua ini hanya isu semata, nanti akan ada perhitungannya!” Pendeta itu berkata dengan tenang dan perlahan,juga sangat jelas.
Wajahnya selalu tersenyum, semua tampak seperti tidak ada sangkut paut dengannya.
Semua murid murid Lao Fu Men merasa tidak tenang dan marah, tapi pendeta berbaju biru itu merupakan salah satu tetua di Wu Dang.
Dia adalah orang yang sangat terkenal dan wibawanya sangat tinggi di dunia persilatan, maka walaupun hati mereka masih panas dan marah, semua orang tetap diam dan mendengarkan semua perkataannya, tidak mengeluarkan sikap yang tidak mendukung.
Sekarang Guan Ning tahu, semalam dia sudah bertemu dengan banyak persoalan yang memusingkannya, yang lebih parah lagi dia sudah masuk ke dalam
Pusaran yang akan membuat geger dunia persilatan.
Semalam dia masih berjalan jalan di bawah sinar bulan dan membuat puisi puisi indah, tidak disangka hanya dalam waktu satu malam dia telah mengalami perubahan yang begitu besar, layaknya seperti menunggang harimau dan sulit untuk turun.
Maka dia hanya bisa menarik nafas, menceritakan apa yang dilihatnya di Wisma Si Ming dan tidak lupa juga menceritakan tentang laki laki berbaju putih.
Selamat membaca dan menikmati novel ini,walapun mungikin masih ada kekuranagan dari cara saya menulis dalam membuat novel ini semoga para pembaca dapat terhibur dengan adanya novel ini,saya sebagai author sangat berterima kasih kepada para pembaca atas aspirasinya agar kedepannya novel ini menjadi lebih menarik lagi dan tentunya membuat para pembaca puas
Salam hangat dari author
Ardhy ansyah
Fb@ardhy ansyah
__ADS_1
Ig@ardhy_ansyah123