MISTERI DUNIA PERSILATAN

MISTERI DUNIA PERSILATAN
EPISODE 53


__ADS_3

Di Wisma Si Ming banyak yang patut dicurigai, kecurigaan ini tidak terlihat dari luar dan dia yakin kalau pelakunya bukan pelajar berbaju putih.


Keputusan ini sebagian berasal dari perasaannya tapi juga disertai dengan bukti, apalagi di dalam pondokan itu tiba tiba keluar pak tua kurus dan membunuh Nang Er. Cangkir yang tersimpan di atas meja di ruangan itu tiba tiba saja menghilang.... semau ini membuatnya menjadi curiga.


Tapi kecurigaannya ini tidak bisa diungkapkan begitu saja, maka dia lebih memilih diam.


Wu Bu yun berkata lagi, “Apakah kau tahu apa saja yang telah dikerjakan oleh orang itu, tidak ada satu pun yang masuk ke dalam kategori benar. Orang dunia persilatan begitu membencinya sampai ketulang sumsum, tapi Tuan malah begitu baik kepadanya, jika hal ini diketahui oleh orang dunia persilatan, semua ini Benar benar tidak ada kebaikannya untuk Tuan.Waktu itu.... hei, hei, bukan nama Tuan saja yang akan tercemar, bahkan mungkin nyawa Tuanpun akan terancam...“


Mereka berdua sama sama masih muda, sama sama tampan, mereka juga merasa harus saling dinasehati.


Dari mulut Gong Sun Zuo Zu,wu Bu Yun mendengar penghinaan dan rasa marah Gong Sun Zuo Zu kepada Guan Ning. Wu Bu yun mengira kalau Guan Ning telah bersekongkol dengan pelajar berbaju putih itu maka diapun berusaha menasehati Guan Ning.


Tapi begitu dia melihat Guan Ning tampak kebingungan, dia hanya melihat langit seperti tidak mendengar kata kata Wu Bu Yun.


Tiba tiba Guan Ning melihat Wu Bu Yun dan bertanya’ “Kalau Tuan begitu tahu bagaimana kelakuannya, Tuan pasti tahu nama dan identitasnya?”


“Kelak Tuan pasti akan tahu nama dan identitasnya.” Suara Wu Bu Yun penuh dengan kebencian.


Rasa benci membuatnya sulit untuk mengatakan nama pelajar berbaju putih itu.


Guan Ning menghembus nafas dan berkata, “Walaupun Tuan tidak akan memberitahukan nama orang itu, aku tidak akan memaksanya,tapi Tuan sudah kalah taruhan maka itu Tuan mau tidak mau harus menepati perjanjian yang telah kita sepakati, yaitu pergi membawaku ke Gunung Miao Shan dan menemukan tabib sakti. Jika Tuan ingin pergi tanpa peduli, aku tidak akan melarang Tuan.“


Guan Ning melihat Wu Bu Yun begitu membenci pelajar berbaju putih, maka dia merasa tidak pantas memaksa orang lain untuk melakukan hal yang tidak dikehendakinya.


Wu Bu Yun marah dan berkata, “Apakah Tuan tidak mendengar kata kataku tadi?”

__ADS_1


“Apa yang Tuan bicarakan tadi, aku telah mendengar semuanya, hanya saja aku sudah terlanjur berjanji dengan orang ini. Ceritanya sangat panjang,jika ada waktu aku pasti akan menceritakannya, jadi walau bagaimanapun aku harus tetap mengobati lukanya.”


Sejak tadi Guan Ning tidak mau mengubah pandangannya, terpaksa Wu Bu Yun mendengar kata katanya, karena itu Wu Bu Yun hanya bisa marah, kemudian kembali ke kereta sendiri dan lalu naik keatas kereta.


Terlihat jalan dipenuhi salju itu, pada saat ditendang oleh Wu Bu Yun menjadi sebuah lubang besar.


Wu Bu Yun menarik tali kereta dan kereta mulai berjalan. Guan Ning dengan cepat naik ke atas keretanya dan kereta pun mulai berjalan.


Tiba tiba di belakang terdengar suara Wu Bu Yun yang dingin, “Tuan mau pergi kemana?”


Guan Ning balik bertanya, “Tuan sendiri akan pergi kemana?”


Wu Bu Yun tiba tiba turun dari keretanya dan memungut pecut yang tadi terjatuh, langkahnya ringan, gerakan tubuhnya juga ringan, dia kembali lagi ke atas keretna dan berkata, “Aku akan ke Miao Feng Shan.”


Wajah Wu Bu Yun tampak datar,tapi sorot mata seperti sangat marah, dia membentak, “Apakah kau kira aku akan melanggar janjiku?”


Guan Ning melihat langit agak gelap, sepertinya akan turun hujan, karena itu dia segera memutar kereta mengikuti kereta Wu Bu Yun dari belakang.


Terdengar Wu Bu yun bersiul dua kali, dua kereta berjalan beriringan, yang satu di depan dan yang lainnya dibelakang.


Siulan Wu Bu Yun penuh dengan kebencian dan tampaknya Guan Ning akan mengalami banyak kesulitan.


Guan Ning berpikir, “Apakah dalam hati orang ini terdapat pikiran yang sulit diselesaikan?”


Udara terasa semakin dingin.

__ADS_1


Walaupun jalan disana lebar tapijarang ada orang yang lewat. Karena itu dua kereta bisa berjalan bersamaan sama.


Guan Ning melihat Wu Bu Yun tetap tidak bicara kepadanya, alisnya yang panjang tertutup oleh tepi topinya. Alis itu tampak berkerut.


“Apa yang sedang dipikirkannya? Apa yang kuminta darinya bukan masalah yang sulit untuk dilakukan.“ Guan Ning terus berpikir.


Wu Bu Yun berkata dengan dingin, “Miao Feng sudah tidak jauh dari sini, sebelum sampai disana aku harus memberitahukan beberapa hal kepadamu.”


Dengan serius dan pelan dia mulai berkata, “Gunung Miao Feng adalah tempat dimana tinggal tabib sakti,tapi tempat itu seperti kandang harimau juga naga. Kita pergi kesana, apakah keadaan aman atau tidak, sukses atau gagal masih sulit ditebak, hanya dengan modal ilmu silat seperti itu saja kau ingin bertemu dengan orang ini, persoalan ini benar benar lebih sulit daripada memanjat langit. Aku hanya memperkirakan kau hanya akan berhasil 30%, karena itu kau jangan menganggap enteng semua ini.”


Guan Ning mengangguk, dia merasa aneh dan berpikir, “Biasanya seeorang tabib harus mempunyai hati menolong nyawa orang lain, mengapa dia bisa begitu berbahaya?”


Sepertinya Wu Bu Yun sedang menghembus nafas dan melihat gunung yang begitu besar dan gelap.


Dia berkata lagi, “Kau bukan orang persilatan, kau tidak akan mengerti meskipun dari luar, dunia persilatan terlihat begitu tenang, tapi di dalamnya ada gelombang besar yang mulai bergejolak, semua perkumpulan di dunia persilatan dan Ketua ketua perkumpulan yang jarang muncul, mereka sudah meninggalkan gunung dan keluar dari tempatnya. Apa sebabnya, kau pasti sudah mengetahuinya.”


“Apakah karena peristiwa di Wisma Si Ming?”


“Benar,” jawab Wu Bu Yun dingin, “Aku harus kasih tahu lagi kapadamu, orang yang ada di dalam keretamu sekarang menjadi pusat perhatian dunia persilatan.Tentang diri Tuan,juga menjadi orang yang ingin ditemui oleh orang orang dunia persilatan, apalagi perkumpulan Luo Fu,wu Dang, Shao Lin dan *** Hang. Murid murid mereka telah meninggal di wisma Si Ming, mereka tidak akan melepaskanmu begitu saja.”


“Mengapa?” suara Guan Ning terdengar sedikit bergetar. “Mengapa?” Wu Bu Yun mengulangi pertanyaan. Guan Ning sambil tertawa kecut dan bertanya.


Fb@ardhy ansyah


Ig@ardhy_ansyah123

__ADS_1


__ADS_2