MISTERI DUNIA PERSILATAN

MISTERI DUNIA PERSILATAN
EPISODE 7


__ADS_3

Guan Ning berpikir lagi, “Mungkin karena luka berat itu maka membuatnya melupakan siapa diri yang sebenarnya. Sepertinya dia bukan sengaja mempermainkanku,tapi dia benar benar ingin mati.“


Tampak wajah pelajar itu kebingungan, seperti hidup tidak mau mati pun segan, semua tidak ada hubungan dengan Guan Ning.


Guan Ning menarik nafas dan berpikir, "Pak tua kurus tadi ilmu silatnya tinggi, buat orang lain tidak akan mempercayainya, saat dia melihat si baju putih dia langsung ketakutan dan melarikan diri, artinya laki laki setengah baya ini adalah orang penting di dunia persilatan, hidupnya pasti penuh dengan prestasi, semua pasti didapatkan dengan usaha kerasnya... dengan keadaan seperti sekarang apapun tidak akan diingatnya, sampai sampai namanya sendiripun tidak ingat. Tentunya hal ini sangat menyedihkan untuknya,suatu waktu bila hal ini terjadi padaku, mungkin aku pun akan rela membiarkan orang lain memukulku hingga mati.“


Terpikir sampai disana tiba tiba dia merasa kasihan kepada laki laki berbaju putih itu,tongkat besi hitam itupun diturunkannya.


Tiba tiba laki laki itu membuka matanya dia melihat Guan Ning sedang bengong melihatnya, dia marah dan berteriak, "Untuk apa kau terus melihatku? Cepat bunuh aku!“


Guan Ning menarik nafas, “Walaupun nyawa bukan masalah yang penting dan berharga di dunia ini tapi untuk apa menyianyiakan nyawamu begitu saja?"


Laki laki itu menarik nafas, "Aku sudah bosan dengan hidup, aku hanya ingin mati...“ Alisnya berkerut dan dia mulai marah iagi, "Kau sangat aneh,tadi kau menyuruhku mati sekarang kau menyuruhku jangan menyia nyiakan hidup,apakah hidup dan matiku diatur olehmu?“


Guan Ning berpikir diam diam, “Dia masih ingat dengan


kata kataku tadi,walaupun sekarang pikirannya belum normal tapi belum mencapai tahap yang tidak bisa diobati, ilmu silatnya membuktikan kalau dia bukan orang yang tidak bernama, pasti banyak orang yang mengenalnya, kalau aku bisa mengetahui masa lalunya, aku bisa membantunya memulihkan ingatannya."


Guan Ning sudah mengambil keputusan, dia akan membantu laki laki ini, seseorang karena ingin membantu kesulitan orang lain, dia malah bisa melupakan kesulitan dan kesedihannya sendiri.


"Walau pun aku hanya seorang yang sederhana,tapi aku mengerti keadaan Tuan sekarang, kalau Tuan mempercayaiku, dalam waktu Satu tahun aku akan membantu Tuan mengembalikan ingatan....“


Laki laki berbaju putih itu tampak berpikir dan berkata, "Apakah kau bersungguh sungguh?“

__ADS_1


Guan Ning membusungkan dadanya, "Walau pun kita belum kenal tidak ada alasan bagiku untuk berbohong, tapi kalau Tuan tidak percaya, apa boleh buat aku tidak akan memaksa,tapi kalau Tuan memaksaku untuk membunuh Tuan, aku tidak sanggup melakukannya.“


Tongkat besi yang dipegangnya dilemparkannya jauh jauh, dia berjalan menghampiri tubuh Nang Er yang sudah mulai membeku, dia tidak peduli kepada laki laki berbaju putih itu lagi.


Laki laki berbaju putih itu menundukkan kepalanya, dia terus melihat ke bawah, tidak bergerak sama sekali, sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.


Guan Ning menggendong mayat Nang Er. Setengah hari yang lalu anak ini masih penuh semangat,tapi sekarang sudah menjadi mayat yang dingin.


Guan Ning benar benar marah juga sedih, dia membalikkan badan menuruni tangga.


Di pekarangan suasana sepi juga menyedihkan,bintang dilangit terus berkurang, bulan mulai tenggelam.


Guan Ning menarik nafas dengan berat, mayat Nang Er diletakkannya di bawah, dengan bantuan beberapa ranting, Guan Ning mulai menggali lubang, dia ingin menguburkan Nang Er dengan cara sederhana,tanah disana memang tidak keras tapi ranting ranting pohon itu sangat rapuh. Beberapa kali dia mencoba menggali ranting itu selalu patah, terpaksa dia menurunkan sarung pedangnya dan mulai menggali lagi.


Ternyata laki laki berbaju putih itu sudah ada dibelakangnya.


Dia mengambil sarung pedang yang ada di tangan Guan Ning lalu membantunya menggali, tanah tergali cukup banyak, hanya dalam waktu singkat tanah itu sudah tergali.


Guan Ning diam diam berpikir, “Ilmu silat orang ini kemanpuannya benar benar tidak terukur,tapi siapakah dia? Siapa yang telah memukulnya hingga terluka parah... luka yang ada dipuluhan mayat itu semuanya sama. Siapakah yang dalam waktu yang begitu pendek bisa membunuh orang orang itu? Benar benar tidak terbayangkan olehku dan orang orang itu datang kemari


dan dalam waktu bersamaan dibunuh, diantara mereka pasti ada hubungannya dengan hal hal misterius ini. Siapakah dia? Siapakah orang orang yang telah mati itu? Rumah ini berdiri di tempat yang begitu terpencil, tuan rumahnya pasti bukan orang biasa. Siapakah tuan rumahnya? Apakah dia ada diantara mayat mayat itu? Apakah tamu tamu itu memang sengaja diundang oleh tuan rumah


dan bersama sama datang kemari? Ada tujuh belas cangkir teh, sedangkan mayat yang ku hitung hanya ada lima belas, kemanakah dua orang lagi? Jika aku bisa menemukan dua orang ini, mungkin aku bisa mengetahui apa yang telah terjadi disini,tapi sekarang aku tidak tahu siapa kedua orang itu? Orang yang ada disini semua sudah menjadi mayat. Keadaan pelajar berbaju putih inijuga tidak bisa diharapkan. Hai... apakah masalah ini selamanya tidak akan bisa terungkap? Apakah orang orang yang sudah dibunuh itu hanya akan terkubur begitu saja di dalam tanah?"

__ADS_1


Guan Ning terus memikirkan pertanyaan pertanyaan itu. Semakin dipikir semakin kacau, semakin tidak bisa dijelaskan...


Disebelah sana tampak pelajar berbaju putih sudah selesai menggali lubang, dengan dingin dia melihat Guan Ning.


Guan Ning menarik nafas lagi. Mayat Nang Er dikuburkannya, kemudian dia membakar puisi puisi yang dibuatnya tadi pagi.


Abu kertas berjatuhan di atas jenasah Nang Er. Tiba tiba dia merasa sangat benci kepada puisi puisi yang tersimpan di dalam


tas, saat menurunkan tas itu, air matanya mengalir lagi.


Bersujud di undakan tanah yang agak tinggi, dengan sedih dia melihat gundukan tanah itu, diam diam dia bersumpah kalau dia akan terus mencari pembunuh yang telah membunuh Nang Er dan membalaskan dendamnya.


Walaupun ilmu silatnya berada di bawah pak tua yang kurus kering dan misterius itu,tapi tekadnya sangat kuat dan keras, semua masalah akan menjadi mudah kalau seorang manusia sudah bertekad keras.


Pelajar berbaju putih itu dengan diam berdiri di sisi Guan Ning, wajahnya tampak sedih, begitu Guan Ning berdiri, dengan suara berbisik dia berkata, “Sekarang kemana kita akan pergi?“


Kaki Guan Ning dengan berat berjalan, dia berjalan keluar dari semak semak, dia juga tahu maksud laki laki ini bertanya, yang pasti laki laki itu akan mengikuti dirinya, mencari tahu


pertanyaan pertanyaan yang sulit dijawab. Sekarang mereka akan kemana, dia sendiri pun tidak tahu.


Fb@ardhy ansyah


Ig@ardhy_ansyah123

__ADS_1


__ADS_2