MISTERI DUNIA PERSILATAN

MISTERI DUNIA PERSILATAN
EPISODE 27


__ADS_3

Dia menundukkan kepala, pertama tama tujuannya adalah untuk meredakan kemarahannya. Kedua, untuk mengatur nafas, begitu matanya dibuka, dia malah bertanya, "Sebenarnya kau mau apa?“


Gong Sun Zuo Zu berkata lagi, "Aku sudah mengetahui semua rahasiamu, mengapa kau masih berani berdiri disini? Kalau aku menjadi dirimu, aku akan langsung membunuh Pelajar berbaju putih itu tetap kelihatan bingung tapi Guan Ning mengerti apa yang dimaksud olehnya.


Guan Ning berkata, "Tetua Gong Sung, pembunuhan di Wisma si Ming bukan dia tapi orang lain. Harap Tetua jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan,jika tidak malah akan membuat pembunuh aslinya tertawa melihat kelakuan kalian.“


Gong Sun Zuo Zu tertawa terbahak bahak, tawanya mengandung sedih dan marah. Dia menunjuk pelajar berbaju putih itu.


Dengan jarinya yang kurus kering, lalu berkata, "Di dunia ini kecuali kau, siapa yang sanggup membunuh Jun Shan shuang Can, Luo Fu Cai Yi serta yang lainnya dan membunuh dalam waktu bersamaan? Dan siapa yang bisa membuatmu terluka...."


Dia berkata lagi, "Kali ini Si Ming Hong Pao mengundang aku dan adikku datang bersama dengan Wu San Du Xing, Pak tua yang ada di Luo Fu cai Yi pun ikut turun gunung, katanya mereka berhasil menemukan Ru Yi Qing Qian dan masih ada persoalan penting yang ingin dibicarakan. Aku merasa aneh mengapa diantara tamu itu tidak ada Nyonya Cui Xiu dan Pak Tua Huang Guan, karena yang kutahu mereka berdua adalah teman baik Si Ming Hong Pao, kalau ada persoalan penting seperti ini mengapa mereka tidak diundang? Sekarang aku baru ingat, lima tahun yang lalu


Si Ming Hong Pao di *** Shan pernah berselisih dengan kami, tidak disangka dia sudah bersekongkol denganmu, membuat perangkap, lalu memancing kami semua datang kesini kemudian dengan sekaligus membunuh kami semua, ha ha ha, mana ada Ru Yi Qing Qian, mana ada persoalan penting yang harus dirundingkan? Semua bohong! Menurut orang orang persilatan, Si Ming Hong Pao adalah perkumpulan paling licik, dulu aku melihat suami istri pemimpin Si Ming sangat tampan dan cantik, aku tidak percaya. Sekarang, ha ha ha,walaupun mereka berdua sangat licik tapi tidak bisa menandingi kekejamanmu. Mereka sama sekali tidak menyangka kalau mereka pun akan mati karena dibunuh oleh tanganmu."


"Apakah benar demikian?“ Terlihat pelajar berbaju putih itu menundukkan kepalanya.


Dia berkata lagi, "Apakah aku yang melakukan semuanya? Siapakah aku ini?.... apakah aku yang melakukan semuanya....“


Gong Sun Zuo Zu berteriak dan menatap langit, "Gong Sun Er, Gong Sun Er, aku sudah mengatakannya kepadamu,jangan terlalu percaya kepada orang lain tapi kau tidak pernah mempercayaiku.“


Dia menunjuk uang hijau yang tergeletak di bawah, "Kau sengaja membawa uang itu kesini. Baiklah,sekarang kau harus tahu jika Si Ming Hong Pao sudah tahu tentang keberadaan Ru Yi Qing Qian, mana mungkin dia akan memberitahukannya kepadamu?“

__ADS_1


Dia melihat pelajar berbaju putih dan tertawa. "Walaupun ilmu silatmu tinggi dan mempunyai akal jahat,tapi kau lupa kalau di dunia ini masih ada sesuatu yang lebih hebat dan tidak bisa dipungkiri yaitu hukum karma.


Hari ini aku sudah membuka kedokmu, aku tidak peduli lagi dengan hidup atau matiku. Jika kau pintar kau harus cepat membunuhku,jika tidak aku akan menyebarkan semua kejahatanmu pada dunia persilatan.


Kau membuat kejahatan dan memperalat pemuda ini lalu mengatas namakan semuanya pada E Mei Bao Nang."


Dia berkata lagi kepada Guan Ning, “Jangan kira karena kau telah membantunya melakukan kejahatan, maka dia akan berterima kasih kepadamu, kau salah,suatu hari kau pasti akan mati di tangannya juga.“


Guan Ning berdiri dengan terpana, kata kata Gong Sun Zuo Zu benar benar masuk akal.


Tadi dia melihat sendiri bagaimana Wu Dang Si Van, Luo Fu Cai W dan Shao Lin Mu Zhu, serta Gung Sun Zuo Zu, ilmu silat mereka sangat hebat dan mereka adalah pesilat yang bisa dihitung dengan jari kehebatannya, tapi begitu mereka berada di depan pelajar berbaju putih ini, ilmu silat mereka menjadi seperti sinar kunang kunang yang bersaing dengan sinar bulan.


Karena itu diapun mulai merasa curiga, banyak pertanyaan yang muncul di dalam hatinya.


Luka itu telah membuatnya kehilangan ingatan, dia sendiri tidak tahu apakah dialah yang telah membunuh orang orang itu? Apakah… dia adalah pembunuhnya"! Tapi...."


Dia berpikir lagi, "Orang aneh yang berada di pondokan itu dan senjata rahasia yang datang secara tiba tiba bagaimana dengan semua itu? Gong Sun Zuo Zu mengira akulah yang membuat buat semua kejadian itu,tapi aku tahu, itu memang benar benar terjadi."


Terlihat Gong Sun Zuo Zu dan pelajar berbaju putih saling memandang. Wajah Gong Sun Zuo Zu tetap terlihat bergejolak dan tidak tenang. Matanya seperti mengeluarkan api, wajah pelajar berbaju putih itupun terlihat tidak tenang, dia seperti terus mencari tahu kebenaran dari semua kata kata Gong Sun Zuo Zu.


"Apakah kata katanya benar? Apakah aku yang melakukan

__ADS_1


itu? Menurut pengemis ini, dia akan menyebarkan berita dan mengumpulkan semua orang untuk menghadapiku. Jika begitu, apakah aku harus membunuhnya sekarang?Tapi.... sebenarnya siapakah aku ini?"


Guan Ning terpana.


Tiba tiba dia berlari ke atas gunung, dia ingin memungut senjata rahasia dan memperlihatkannya kepada Gong Sun Zuo Zu,siapa pemilik senjata rahasia ini sebenarnya?


Jika senjata rahasia ini memang benar milik E Mei Baa Nang, maka hal ini akan lebih mudah lagi.


Gong Sun Zuo Zu dan pelajar berbaju putih seperti tidak melihat Guan Ning pergi dari sana.


Dengan cepat Guan Ning berlalu dari sana. Dia berharap sebelum kedua orang itu bertarung, dia sudah kembali, dia tahu bahwa kedua orang itu tidak akan bisa berdamai, maka dia tidak perlu menjelaskan mengapa tiba tiba saja dia pergi,walaupun ilmu meringankan tubuhnya tidak bagus, tapi karena dia pernah berlatih ilmu silat, meskipun merasa sangat lelah dia masih sanggup berlari dengan cepat.


Jalan gunung tampak berlika liku, dia mulai terengah engah, jembatan kecil yang berada di depan Wisma Si Ming mulai terlihat, dia menambah kecepatannya lagi.


Setelah sampai di tempat teratas, dia berhenti untuk menenangkan diri sekaligus beristirahat.


Kemudian dengan hati hati dia mulai menyeberangi jembatan kecil itu. Hutan, rumah batu, keadaan disana masih tetap seperti tadi.


Pasir yang berada dijalan masih terlihat jejak kaki yang tidak teratur.


Fb@ardhy ansyah

__ADS_1


Ig@ardhy_ansyah123


__ADS_2