
Guan Ning berpikir, “Dugaanku mungkin benar, orang orang itu datang untuk menanyakan tentang peristiwa yang terjadi di Wisma Si Ming.”
Tapi dia berpikir lagi, “Orang orang ini terlihat sangat kasar, kira kira jenasah yang mana yang mempunyai hubungan dengan mereka?”
Kedua laki laki itu sudah sampai di depannya, mereka memberi hormat, lalu Guan Ning membalasnya, mata kedua laki laki
Ini berhenti di sarung pedangnya yang kosong yang terselip di pinggang Guan Ning.
Mereka bertanya, “Apakah Tuan dari Wisma Si Ming?“
Guan Ning mengangguk. Laki laki yang berada disebelah kanan berkata, “Aku adalah Yi Juan dan murid ketujuh generasi Luo Fu Shan. Kedua paman guru kami berangkat ke Wisma Si Ming karena mereka diundang oleh pemimpin Wisma Si Ming,tapi kami tidak berani Membawa banyak orang pergi ke Wisma Si Ming karena takut akan mengganggu tuan rumah, harap Tuan memaafkan kami.”
Guan Ning baru mengerti, “Ternyata mereka menganggap aku adalah orang dari Wisma Si Ming, karena itu mereka begitu menghormatiku... baju mereka terlihat mewah dan gagah tapi sepertinya mereka sangat takut pada Wisma Si Ming, dari sini terlihat bahwa Si Ming Hong Pao adalah orang yang kuat.“
Karena itu Guan Ning sangat menyayangkan kematian pemimpin Wisma Si Ming.
Laki laki ini mengerutkan dahi melihat sikap Guan Ning, dia tidak mengerti lalu bertanya, “Kemarin kami diperintahkan oleh kedua paman guru untuk menunggu di kaki gunung,tapi kami sudah menunggu cukup lama, kami tidak melihat paman guru turun Ke kaki gunung karena itu kami sengaja datang kesini. Tapi kami tetap tidak berani masuk ke tempat terlarang itu yaitu Wisma Si Ming. Apakah Tuan datang dari Wisma Si Ming? Tolong sampaikan kepada paman guru....”
Guan Ning menghembus nafas panjang, “Siapakah nama paman guru kalian? Apakah kalian bisa beritahuku?”
Laki laki itu melihat Guan Ning, dia seperti aneh mengapa pemuda itu tidak mengenal nama besar paman guru mereka? Dia bertukar pandang dengan laki laki gemuk yang ada di sampingnya, kemudian berkata, “Kami datang dari Luo Fu. Paman guru kami dijuluki oleh orang dunia persilatan sebagai Cai Yi Shuang Jian (Sepasang pedang berbaju kembang). Jika Tuan adalah orang Wisma Si Ming,Tuan pasti sudah bertemu dengan mereka berdua” Sikap mereka sangat menghormat tapi kelihatannya mereka mulai sedikit curiga.
Guan Ning terus berpikir,tiba tiba dia teringat ada jenasah yang sedang memegang pedang panjang.
__ADS_1
Walaupun orang itu sudah mati tapi kedua pedang itu dalam posisi bersilang. Dia segera menepuk dahinya, “Paman guru kalian pasti dua orang yang berbaju mewah. Tubuhnya agak gemuk dan dia Seperti pesilat pedang setengah baya itu.”
Kedua laki laki itu saling memandang, kecurigaan mereka terus bertambah, ternyata Cai W Shuang Iian adalah orang yang sangat terkenal di dunia persilatan.
Semua orang tahu di dalam perkumpulan Luo Fu Pai ada dua orang pesilat pedang yang sangat hebat.
Cara Guan Ning bertanya tadi, dapat diketahui kalau Guan Ning tidak pernah mendengar nama besar kedua paman guru mereka. Jika dia adalah murid Wisma Si Ming, mana mungkin dia sampai tidak kenal dengan nama Luo Fu Cai Yi?
Mereka melihat kelakuan Guan Ning, seperti tidak menghormati paman guru mereka, mereka mulai curiga dengan identitas Guan Ning. Apakah dia murid seseorang pesilat tangguh?
Mereka tidak tahu kalau Guan Ning sama sekali bukan orang dunia persilatan, sekalipun nama Luo Fu Cai w bertambah hebat, Guan Ning tetap tidak pernah mendengarnya.
“Apakah paman guru kalian adalah dua orang itu?“ Laki laki yang bernama Yi Juan menjawab, “Betul!”
“Apakah Tuan adalah orang Wisma Si Ming? Siapakah nama Tuan? Kalau bisa, tolong sampaikan kepada paman guru kami....“ tanya yang seorang lagi.
Guan Ning tiba tiba merasa kata katanya tidak menyambung, dia melihat kedua laki laki yang dengan cermat mendengar kata katanya.
Dia berhenti sebentar, lalu Guan Ning menarik nafas. “Paman guru kalian.... aku harap setelah mendengar kabar duka ini, kalian jangan merasa sedih....“
Kedua laki laki itu kaget dan bertanya, “Apa yang telah terjadi pada kedua paman guru kami?”
“Paman guru kalian telah dibunuh di Wisma Si Ming, sekarang Kalian tidak akan bisa bertemu mereka lagi.”
__ADS_1
Kedua laki laki ini seperti tersambar geledek,wajah mereka pucat, dan secara bersamaan berkata, “Apakah betul semua itu?”
Guan Ning mengangguk. “Aku sendiri yang melihatnya dan.…jenasah kedua paman guru kalian, aku sendiri yang menguburnya.“
Sorot mata kedua laki laki ini mengeluarkan cahaya seram, mereka melihat Guan Ning, lalu secara bersamaan mereka mencabut pedang.
Cahaya pedang berwarna biru dan dingin saling beradu, dapat diketahui bahwa ilmu silat kedua laki laki ini cukup tinggi, walaupun bukan jago nomor satu tapi setidaknya mereka adalah pesilat tangguh.
Guan Ning mengerutkan dahi dan berteriak. “Kalian mau apa!“
Yi Juan membentak, “Kenapa paman guru kami bisa mati? Mereka mati di tangan siapa? Apakah orang orang Wisma Si Ming mati semua? Kalau paman guruku benar benar mati, mengapa kau sendiri yang menguburnya? Siapakah Tuan? Kalau kau tidak mengatakan semuanya dengan jujur,jangan salahkan aku kalau aku bertindak!”
Guan Ning benar benar marah, dia merasa dia selalu membantu orang lain tapi yang dia dapatkan malah balasan dari orang semacam mereka, walaupun dia membantu tanpa imbalan tapi sekarang dia malah mendapatkan balasan yang tidak enak, dia merasa ingin marah.
Melihat cahaya pedang yang berkilauan, dia sama sekali Tidak merasa takut, dia malah membusungkan dadanya dan berkata, “Aku dan kalian tidak saling kenal, lebih lebih tidak ada permusuhan sebelumnya, untuk apa aku membohongi kalian? Kalau kalian tidak percaya, kalian boleh lihat dengan mata kepala sendiri. Aku beritahu kalian, paman guru kalian sudah mati di Wisma Si Ming, tidak ada seorangpun yang masih hidup disana, walaupun aku bukan orang sibuk tapi aku tidak sanggup menguburkan semua mayat yang ada disana.“
Kesedihannya berganti dengan kemarahan, karena itu kata kata yang keluar sangat tajam, tidak seperti tadi, bernada sedih dan mengeluh.
Dengan kaget kedua laki laki itu menurunkan pedang mereka dan bertanya, “Apa yang kau maksudkan tadi?”
Ada suara yang datang dari belakangnya setengah berteriak, “Apa yang kau katakan?”
Mendengar suara itu, kedua laki laki ini merasa kaget, di depan matanya tampak empat orang pendeta berumur setengah baya dan berbaju biru, mereka mengurung Guan Ning.
__ADS_1
Fb@ardhy ansyah
Ig@ardhy_ansyah123