MISTERI DUNIA PERSILATAN

MISTERI DUNIA PERSILATAN
EPISOSE 20


__ADS_3

Terlihat bayangan ungu menutupi pandangan mata Wu Dang Si Yan. Kilauan terus berputar seperti menahan pedang panjang juga seperti menusuk ke dadanya.


Tasbih pendek ini seperti berubah menjadi pecut panjang, membuat pedang Wu Dang Si Van menebas ke dadanya.


Wu Dang Si Van merasa kaget. Mereka segera mundur beberapa langkah dan jurus pedang pun dihentikan.


Tapi kilauan pedang baru turun, hanya sebentar naik kembali, pendeta berbaju putih, pendeta berbaju biru dengan badan berputar menyerang lagi.


Wu Dang Si Van, pendeta berbaju biru dan Pendeta berbaju putih adalah yang paling tinggi ilmu silatnya. Sekarang kedua pedang itu mengeluarkan tenaga yang dasyat.


Tapi baju abu Biksu Mu Zhu tampak berkibar. Badannya yang kurus mulai berputar. Dengan mudah dia menghindar empat kilauan pedang itu.


Walaupun ilmu silat Guan Ning tidak begitu tinggi, tapi karena dia pernah belajar ilmu silat, begitu melihat gerakan biksu kurus itu, dia tahu kalau ilmu silat biksu itu sangat tinggi.


Diam diam dia berpikir, "Guru sering berkata kepadaku, di atas gunung ada awan, di atas awan ada langit. Tadinya aku tidak percaya kata kata ini,sekarang aku baru mengerti Tadinya melihat ilmu pedang Wu Dang Si Yan, aku menganggap ilmu pedang mereka adalah nomor satu di dunia ini,tapi begitu bertemu dengan biksu yang tua yang kurus dan kering ini, ilmu pedang mereka jadi tidak terpakai sama sekali."


Dengan lengan baju yang sedikit dikibas, Biksu Mu Zhu dengan mudah menghindar beberapa jurus para pendeta itu.


Dia membentak, "Keparat, cepat pergi dari sini! Kalau tidak kalian akan menyesal nanti!"


Tangannya tampak melambai,tasbih terlihat naik keatas lagi. Terlihat bayangan abu Biksu Mu Zhu seperti asap melayang dengan ringan. Dia mengelilingi Wu Dang Sivan.


Wu Dang Si Van sadar dengan hanya mengandalkan keempat Pedang dan ingin mengalahkan Guru Mu Zhu sepertinya tidak mungkin.


Mereka menyerang pada saat Guru Mu Zhu sedang dalam keadaan tidak siap. Tadinya mereka mengira kalau mereka akan menang, tapi ternyata keadaan yang terjadi di luar dugaan mereka.


Guru Mu Zhu berilmu silat tinggi, generasi kedua Wu Dang yang sanggup mengalahkan nya.


Wu Dangsi Yan merasa mereka dikelilingi oleh baju Biksu Mu Zhu berwarna abu. Empat pedang panjang dirantai oleh seuntai tasbih milik biksu itu.


Pendeta Lan Van merasa lebih kaget. Dia bersiul. Empat orang berputar keempat arah. Akhirnya berdiri dengan tegak. Mereka tidak menyerang lagi, hanya berjaga,tapi kaki mereka mulai bergeser keluar. Mereka berharap bisa keluar dari kungkungan baju Guru Mu Zhu.

__ADS_1


Ilmu pedang Wu Dang terkenal di dunia persilatan,apalagi bila Empat orang bergabung. Cahaya pedang benar benar terlihat Padat. Lalat pun sepertinya akan sulit masuk ke dalam formasi ini.


Tapi Guru Mu Zhu tiba tiba berteriak, kemudian tasbih yang dipegangnya terlempar keluar mengikuti langkah kakinya.


Terdengar suara 'TRANGG’


Padang pendeta putih bergetar. Walaupun pedang itu tidak melayang tapi formasi mereka terpecah.


Pendeta putih merasa terkejut. Dia ingin mengubah langkahnya tapi sewaktu dia sedang berpikir, siku tangannya tiba tiba mati rasa dan pedang terjatuh begitu saja.


Ternyata Guru Mu Zhu dengan menggunakan cara Sha Men Shi Ba Da menotoknya.


Pendeta biru dan yang lainnya segera berputar dan menyerang Guru Mu Zhu sudah memenangkan satu jurus.


Walaupun dua buah pedang bergerak sangat cepat tapi tetap tidak bisa mengenai baju Guru Mu Zhu. Dia hanya mengubah langkah, dia menghindar tiga langkah kaki.


Guan Ning benar benar merasa tegang. Tadi sewaktu Wu Dang Si Yan bertarung dengan Luo Fu Cai, dia sudah kebingungan.


Begitu Guru Mu Zhu memukul jatuh pedang pendeta putih, dia sadar kalau biksu Shao Lin ini benar benar berilmu sangat tinggi.


Tapi....


Tiba tiba dijalan yang ada disisi gunung. di balik semak semak ada yang tertawa terhahak bahak.


Dia berkata, "Kasihan, kasihan Lucu, lucu!" Kata katanya sangat jelas. Setiap kata seperti denn'ng lonceng.


Wajah Guru Mu Zhu berubah dan dia membentak, "Siapa" Bajunya yang lebar tampak melambai, seperti bangau berwarna abu terbang kelangit.


Wu Dang Si van secara bersamaan menghentikan langkah mereka dan menurunkan pedang, aura pedang segera menghilang.


Begitu Guru Mu Zhu naik ke langit, di bawah pohon yang ada di sisi jalan tampak sesosok bayangan yang sedang berlari ke arah mereka.

__ADS_1


Dua bayangan itu saling bertemu. Mu Zhu sudah membentak. Tasbih yang dipegang di tangan kanannya menembak dengan miring ke arah bayangan itu.


Jurusnya terlihat sangat indah. Guan Ning merasa aneh juga memuji jurus itu. Diam diam Wu Dang Si van pun memuji.


Tapi bayangan orang yang ada dibawah pohon itu seperti memasang sayap. Dia terbang setinggi lima kaki lalu turun.


Ini adalah ilmu meringankan tubuh tingkat teratas yaitu ilmu 'Terbang ke langit menaiki banggau


Wu Dang Si van berteriak.


Tampak bayangan seseorang yang turun kemudian berteriak, “Jun Shan Shuang Can" (Jun Shan nama gunung. Shuang-sepasang, Can cacat).


Jurus pertama milik Guru Mu Zhu gagal, dia merasa kaget. Puluhan tahun dia telah sering bertarung dengan orang lain, belum pernah sekalipun dia gagal.


Dia tahu ilmu silat orang itu tidak bisa dipandang remeh, paling sedikit kemampuan ilmu silatnya berada di atas Guru Mu Zhu. Karena itu dia segera turun. Begitu mendengar teriakan Wu Dang Si Yan, wajah tiba tiba berubah.


Terlihat bayangan itu keluar dari bawah pohon. Bajunya tampak compang camping, rambutnya berantakan, tangan mengepit tongkat besi. Ternyata dia adalah pengemis pincang yang Guan Ning temui tadi.


Angin gunung terus berhembus. Terlihat wajah pengemis itu dingin seperti es, matanya merah, ekspresi wajahnya sangat menakutkan tapi dia masih bicara, "Kasihan Kasihan! Lucu ya lucu"


Wajah dingin bercampur dengan tawa seperti orang gila. Dilihat dan didengar oleh Guan Ning benar benar membuatnya gemetar. Udara dingin penambah dingin lagi.


Walaupun rambutnya berantakan,wajah penuh dengan amarah juga kesedihan, tapi dia malah tertawa terbahak bahak.


Begitu pengemis pincang itu muncul, Guan Ning merasa kaget. Wu Dang Si Yan pun merasa kaget dan aneh. Biksu Mu Zhu yang biasanya selalu tenang, wajahnya yang dingin terlihat bem bah beberapa kali.


Wu Dang Si Van saling pandang, kemudian mereka memanggil, “Jun Shan Shuang Canl"


Lengan baju mereka yang lebar tampak dikibaskan. Tasbih yang dipegang dimasukkan ke dalam lengan baju Guru Mu Zhu.


Fb@ardhy ansyah

__ADS_1


Ig@ardhy_ansyah123


__ADS_2