MISTERI DUNIA PERSILATAN

MISTERI DUNIA PERSILATAN
EPISODE 28


__ADS_3

Tapi.... Kecuali batu dan pasir, di tanah tidak terlihat bekas senjata rahasia yang dilepaskan tadi, dengan kecewa dia menarik nafas panjang, harapan terakhirnya sudah sirna.


Awan hitam menutupi sinar matahari.


Kembali lagi ke jembatan kecil, setetes air menetes kewajahnya, dia membersihkannya. Hatinya terasa begitu kacau, dia lupa setelah setetes air ini, akan turun lebih banyak lagi tetesan air.


Begitu dia menyebrang jembatan kecil itu, hujan seperti ditumpahkan dari atas.


Hujan begitu besar tapi Guan Ning tidak ingin lari untuk berteduh, dia ingin hujan besar ini membuatnya lebih sadar.


Tapi dia kecewa, air hujan itu walaupun terasa dingin tapi tetap tidak bisa menghilangkan kekacauan yang ada di dalam pikirannya. Karena itu dia tetap berlari dengan cepat, dan dia melihat....


Di dalam hutan, pelajar berbaju putih berdiri dengan terpana, air hujan membasahi baju putihnya,tapi dia seperti tidak merasakannya, dengan terpaku dia melihat ke tempat jauh dan berkata pada dirinya sendiri.


Dengan cepat Guan Ning bertanya, "Mana Tetua Gong Sun?"


Hujan turun sangat deras, di jalan gunung itu sudah tidak ada bayangan Gong Sun Zuo Zu.


Kemanakah perginya Gong Sun Zuo Zu?


Hujan semakin besar,tapi pelajar berbaju putih dan Guan Ning tetap berdiri terpaku di tempat mereka masing masing, hujan besar jatuh mengenai tubuh mereka, tapi mereka seperti tidak merasakannya.


Apalagi perasaan Guan Ning kepada pelajar berbaju putih itu, Mungkin dia memang sudah banyak membunuh orang, mungkin juga dia tidak bersalah.


Guan Ning bertanya pada dirinya sendiri, "Siapakah dia sebenarnya? Bagaimana aku sekarang harus bertindak?"


Tiba tiba....


Sewaktu Guan Ning kesulitan memutuskan sesuatu, pelajar berbaju putih yang berdiri dengan kokoh seperti sebuah gunung, tiba tiba bergoyang goyang kemudian terjatuh.


Guan Ning berteriak dan berlari kearahnya, tanah yang basah dan kotor membuat bajunya penuh lumpur.

__ADS_1


Perubahan yang terjadi begitu tiba tiba membuat Guan Ning tidak percaya dengan penglihatan matanya.


Orang yang ilmu silatnya begitu tinggi mengapa tiba tiba bisa pingsan?


Wajahnya yang putih sekarang terlihat kuning pucat, sepasang matanya yang bercahaya dan bibirnya yang kuat sekarang tampak terkatup rapat. Nafasnya lemah.


"Apakah sebelum Gong Sun Zuo Zu pergi, pelajar berbaju putih ini terkena senjata rahasia dengan racun yang kuat?"


Tapi diseluruh badannya tidak ada bekas luka, hanya terlihat bibirnya terkatup rapat dengan pelan mengeluarkan air liur. Melihat keadaan seperti itu Guan Ning menjadi kebingungan.


Dia putra dari orang kaya, mengenai dendam dan saling membunuh di dunia persilatan, dia benar benar tidak mengerti, maka dia tidak tahu mengapa pelajar berbaju putih ini tiba tiba bisa tidak sadarkan diri.


Sambil menarik nafas dia memapah pelajar berbaju putih itu. Begitu dia melihat keadaan pelajar itu, dia menemukan sesuatu aneh lagi, sesuatu yang membuat Guan Ning langsung berteriak, tubuh pelajar berbaju putih itu terjatuh begitu saja tanpa sempat dicegah.


Hujan turun tanpa henti, membuat air liur yang keluar dari sudut mulut pelajar itu dengan cepat terbilas bersih.


Air hujan bercampur dengan air liur lalu mengalir ke kaki Guan Ning dan untaian Ru yi Qing Qian sekarang berada di bawah kaki Guan Ning.


Walaupun pengalamannya berkelana di dunia persilatan sangat minim, tapi sekarang Guan Ning merasa sangat kaget dan diapun berpikir, "Apakah dia sudah terkena racun? Air liur nya mengandung racun ganas."


Di dunia ini racun bisa membuat benda perak menjadi hitam, memang banyak, tapi yang bisa membuat tembaga hijau berubah warna sangat sedikit.


Apa lagi air liur yang keluar dari mulut pelajar berbaju putih sudah bercampur dengan air hujan tampak khasiatnya masih begitu ganas, benar benar membuat orang menjadi takut.


"Sejak kapan dia terkena racun?" Guan Ning terus berpikir, tiba tiba dia melihat keadaan pelajar berbaju putih. Keadaan itu membuat nya kaget....


Sapu tangan putih yang terjatuh dari Ru Yi Qing Qian masih menempel di batu besar itu, karena terkena air hujan muncul Empat kata.


Dari jauh tidak begitu jelas terlihat tapi Guan Ning sudah memastikan kalau sapu tangan itu tadinya memang tidak ada tulisan, karena itu segera dia berlari kemudian mengambil dan mulai membaca nya.


Di atas saputangan itu tertulis:

__ADS_1


'Ru yi Qing Qian, Jiu Wei Vi Chen'. (uang hijau pembawa rejeki, sembilan palsu satu asli).


Wei Zhe Fei Wei, Zhen Che Fei Zhen (yang palsu bukan yang palsu, yang asli juga bukan yang asli).


Zhen Wei Nan Bian, Jiu Vi Dao Zhi (asli dan palsu sulit dibedakan, sembilan dan satu dibalikkan).


Shi Ren Ding yin Fu Yu Ren (orang di dunia ini sangat bodoh, aku jUga kembali bodoh).


Enam belas kata tertulis dengan jelas di atas saputangan putih itu. SEParti puisi juga seperti kalimat biasa yang dibacakan oleh biksu.


Bagitu keenam belas kata ini dibaca oleh Guan Ning, hatinya Saperti terkena ledakan. Ledakan itu membuat hatinya terus bergetar.


SePasang tangan dengan kuat memegang saputangan itu, Seakan akan sapu tangan itu bisa menghilang dari tangan nya.


Dari sehelai saputangan kotor, dia mendapatkan sebuah rahasia Yang sudah ratusan tahun tersimpan.


Walaupun sekarang dia tidak tahu persis apa rahasia itu, tapi paling sedikit dia berhasil memegang kuncinya karena itu dia berusaha menekan hatinya yang terus bergejolak, dengan teliti dia membaca nya lagi.


Hujan besar terus mengguyurnya. Dia seperti tidak merasakan nya.


"Sembilan palsu.... yang palsu bukan palsu.... sembilan dari satu dibalikkan." Dia terus membaca tulisan tulisan ini sambil berpikir, "Apakah Ru yi Qing Qian yang selalu divonis palsu oleh pesilat pesilat tangguh itu sebenarnya adalah yang asli? Apakah saPutangan yang tersimpan di dalam uang itu adalah catatan ilmu silat yang ratusan yang lalu sudah terkenal?"


Mereka berfikir kemungkinan itu hatinya segera bergejolak, setengah hari yang lalu begitu banyak orang demi sebuah ilmu silat rahasia yang tersimpan di dalam uang itu, bahkan sampai ketua Gai Bang dan tetua Shao Lin pun hanya karena seuntai mata uang ini melakukan Pemuatan yang tidak pantas dengan kedudukan mereka.


Wu Dang, Shao Lin, kedua perkumpulan itu menjadi bermusuhan.


Dari mulut Gong Sun Zuo Zu, dia tahu apa yang dilihat hanya merupakan sebagian dari perjuangan orang orang itu mendapatkan mata uang hijau yang telah berumur ratusan tahun ini.


Fb@ardhy ansyah


Ig@ardhy_ansyah123

__ADS_1


__ADS_2