
Tawanya berhenti dan dia bicara dengan dingin, ““Kalau aku menyebut nama orang yang ada di dalam keretaku, aku harap Tuan mendengarkannya baik baik, dan apabila kedudukan pasienku lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang ada di dalam kereta Tuan.... Apa yang akan Tuan lakukan?“
““Kalau aku memang kalah, apa yang Tuan kehendaki, aku akan berusaha melaksanakan semampuku tapi kalau Tuan yang kalah, Tuan harus mendengarkan dan melaksanakan semua perintahku,“ jawab Guan Ning dengan dingin.
Kusir muda itu bertepuk tangan dan tertawa, “Baiklah, baiklah! Taruhan ini tidak akan merugikan kedua belah pihak dan sangat adil. Kalau aku kalah walaupun aku mati dengan tiba tiba aku tidak akan mengerutkan dahiku.“
Guan Ning membusungkan dadanya dan menjawab, “Betul, memang harus seperti itu!“
Tawa kusir muda itu belum selesai tapi dia sudah melempar pecutnya dan tangan kanannya terangkat lalu dia berkata, ““Benar benar laki laki sejati!“
““Aku akan menepatinya!““jawab Guan Ning. Mereka berjabat tangan tiga kali.
Kedua pemuda itu,yang satu adalah putra seorang kaya, sastrawan yang sudah mempunyai nama dan terkenal di daerah utara, diapun mempunyai ilmu silat yang lumayan, dia tampan dan luwes. Hatinya selalu ingin membela keadilan,jarang ada seorang tuan muda bersifat seperti itu.
Sedangkan pemuda yang satu lagi lahir dari keluarga pesilat, sejak kecil dia sudah belajar ilmu silat, begitu dia berkelana di dunia persilatan dia sudah menggegerkan dunia persilatan, dia adalah jago pecut dan pedang, seorang pesilat muda yang terkenal.
Yang satu jago silat sedangkan yang satu lagi jago dalam bidang sastra, mereka sama sama terkenal dan mempunyai masa depan yang cerah.
Tapi sekarang ini mereka sedang meributkan sesuatu, mereka menganggap lawan mereka adalah musuh dan mereka Sama sama tidak mau kalah, setelah tiga kali berjabat tangan, mereka sudah memutuskan taruhannya,walaupun mereka merasa tegang tapi mereka berusaha untuk menutupinya.
‘“Sekarang Tuan harus mengatakan siapa nama orang yang ada di dalam kereta Tuan,“ kata Guan Ning.
“Ide ini Tuan yang mencetuskannya, seharusnya Tuan yang memberitahu dulu....” kata kusir muda itu.
Tiba tiba dia tertawa dan berkata, ““Sebenarnya siapapun yang memberitahukan terlebih dahulu tidak menjadi masalah, kalau Tuan tidak mau mengatakannya, maka aku akan bicara dulu.“
__ADS_1
Baru saja dia akan bicara, Guan Ning segera berkata, ““Siapapun yang kalah atau menang, hal ini tidak boleh disebarluaskan pada pihak ketiga, ini bukan berarti aku....“
Perkataannya belum selesai pemuda itu sudah berkata, “Betul, betul! Walau tadi Tuan tidak mengatakannya akupun berniat tidak akan mengatakan kepada pihak ketiga....“
Tiba tiba dia membalikkan badan dan berjalan menuju keretanya dan berkata, ““Bila mulut bicara tidak ada bukti, lebih baik melihat dengan mata kepala sendiri, mungkin Tuan tidak akan percaya tapi kalau orang yang sudah terbiasa berkelana, mereka pasti akan langsung mengenali tetua ini.“
Dia menunjuk ke dalam keretanya....
Hati Guan Ning tiba tiba berdebar dengan kencang dia berpikir, ““Kalau memang benar orang yang ada didalam kereta itu adalah orang terkenal, dan aku tidak tahu siapa dia sebenarnya, aku akan merasa malu...“
Dia memarahi dirinya sendiri mengapa telah bertindak ceroboh, tapi dia ingat Gong Sun Zuo Zu pernah berkata, “Hati marah karena kecerobohannya sendiri.““
Tapi dia pernah mendengar Gong Sun Zuo Zu pernah menyebutkan nama empat belas orang terkenal di dunia persilatan yang terbunuh di Wisma Si Ming Si Ming Hong Pao, Huang Shan Cui Xiu masih ada Gong Sun Zuo Zu yang tidak berdaya di bawah tangan pelajar berbaju putih.
“Gong Sun Zuo Zu sama sekali tidak bisa mengeluarkan ilmunya. Kedudukannya pasti kalah dengan kedudukan pelajar berbaju putih yang ada di dalam keretaku. Jika pasien yang ada di dalam kereta kusir itu bukan salah satu dari empat belas orang terkenal itu, aku tidak perlu merasa takut dan cemas.“
Kusir muda itu menunjuk keretanya dan berkata, ““Tetua ini adalah orang terkenal Jun Shan Shuang can, ketua Gai Bang, yaitu Tuan Gong Sun Zuo Zu!“
Dengan pelan dia menyebut Gong Sun Zuo Zu. Dari sudut matanya dia melihat Guan Ning. Sikapnya sangat sombong, dia mengira begitu Guan Ning mendengar nama ini dia pasti terkejut kejut.
Memang benar Guan Ning terkejut, kusir itu tertawa dengan sanang kemudian berkata, ““Tuan telah berkelana di dunia persilatan pasti mengenal nama tetua ini! Nama dan kedudukan tetua ini, apakah lebih tinggi....“
Dengan sombong dia berkata,tapi... Suaranya belum habis, Guan Ning sudah tertawa terbahak bahak, nadanya terdengar sangat senang.
Pemuda itu kaget dan berpikir, “Apakah orang yang ada di dalam keretanya lebih terkenal dari Gong Sun Zuo Zu?“
__ADS_1
Tapi dia berusaha menghibur dirinya, ““Di dunia ini mencari Seseorang yang lebih kuat dari Gong Sun Zuo Zu,
Jika ingin Sepertinya tidak mungkin. Walaupun ilmu silat orang ini lumayan tapi kemampuannya biasa biasa saja. Kata katanya seperti seorang tuan muda biasa, mana mungkin dia bisa kenal dengan orang tangguh dunia persilatan? Orang yang ada di dalam keretanya itu, nama atau kedudukan tidak mungkin lebih tinggi dari Jun Shan Shuang Can.“
Tapi dia malah mendengar Guan Ning tertawa dan berkata, “Gong Sun Zuo Zu adalah ketua Gai Bang, aku pernah mendengar namanya tetapi…“
Kata katanya belum habis,tapi pemuda itu sudah menyambung perkataannya, ““Tapi apa?““
Guan Ning tertawa geli melihatnya.
Dia berkata, ““Tapi ketua Gong Sun jika melihat pasien yang ada di dalam keretaku, dia pasti akan takut.“
Kusir muda itu bertanya untuk memastikan, ““Apakah benar semua perkataanmu?“
Dia tertawa, ““Silakan Tuan menyebut nama orang yang di dalam kereta.“
““Sebenarnya aku tidak tahu nama orang yang ada didalam keretaku,tapi aku bisa mengambil kesimpulan bahwa nama dan kedudukan orang ini lebih kuat dibandingkan dengan Gong Sun Zuo Zu, karena...“
Guan Ning telah menyaksikan dengan mata kepala sendiri pertarungan yang terjadi antara Gong Sun Zuo Zu dan pelajar berbaju putih karena itu dengan tenang dia bisa mengatakan samuanya, bukan karena terpaksa.
Tapi kata kata Guan Ning membuat kusir muda itu tertawa, nadanya terdengar sombong dan menghina, ““Jika Tuan mengira dengan kata kata Tuan tadi bisa menipuku, itu hanya seperti tipuan anak kecil,tapi bukan aku.…Kau tidak bisa menipuku.… Wu Bu Yun.“
Guan Ning marah, “Walaupun aku adalah Guan Ning, bukan orang terkenal di dunia persilatan, aku juga bukan orang yang suka berbohong. Kata kataku tadi sama Sekali bukan omong kosong, jika memang aku berbohong kepada Tuan biar aku mati disambar geledek, apakah kau mau percaya atau tidak,terserah, aku tidak akan memaksa Tuan!“
Fb@ardhy ansyah
__ADS_1
Ig@ardhy_ansyah123