MISTERI DUNIA PERSILATAN

MISTERI DUNIA PERSILATAN
EPISODE 30


__ADS_3

Karena itu pak tua tidak menanyakan identitas Guan Ning, dia pun seakan akan tidak mau melihat Guan Ning. Apakah Guan Ning orang jahat atau baik dia tidak peduli? Asal dia bisa membantu, dia akan berusaha sekuat tenaga membantunya.


Kebesaran hati penebang kayu tua ini begitu luas membuat Guan Ning merasa malu.


Dia juga berkata dengan terus terang, "Terima kasih Pak." Semua kata kata sopan dan sungkan serta penjelasan yang tidak perlu ditiadakan.


Rumah ini sangat sederhana, rumah sederhana sering terlihat lebih bersih dan sepi.


Dulu ada orang bijak yang berkata 'Ada empat orang ayah yang jahat melahirkan empat orang putra yang baik. Empat orang ibu baik melahirkan empat putri jahat.'


Artinya adalah dari kesederhanaan akan muncul ketenangan. Dari rasa sepi akan muncul rasa mendalam dan menguasai semua masalah. Dari berbagai macam siksaan akan menimba banyak pengalaman. Dari kegagalan akan menerima kesuksesan. Ini adalah arti dari empat orang ayah jahat melahirkan empat orang putra yang terbaik.


Dari kesuksesan lahirlah kesombongan, dari pengalaman menjadi orang yang licik, dari kekayaan akan melahirkan sifat boros. Dari hubungan yang dekat akan menjadi saling mengejek. Ini adalah arti dari empat orang ibu baik melahirkan empat orang putri yang jahat.


Sesudah turun hujan lebat,tanah begitu basah dan seperti tercuci bersih.


Di sebuah kamar yang bersih, Guan Ning ternyata sudah mengganti bajunya yang basah. Dia duduk sambil melihat pelajar berbaju putih yang masih pingsan, hatinya merasa sangat tidak tenang.


Walaupun pak tua itu sudah lama tinggal di kaki gunung ini, mengobati racun binatang dia sangat berpengalaman, tetapi sekarang ini dia tidak bisa melihat racun apa yang menyerang pelajar berbaju putih? Dan sejak kapan racun itu masuk ke dalam tubuhnya?


Karena itu dia pun ikut terdiam sambil melihat pemuda yang masih terus bengong itu.


Tiba tiba....


Di luar rumah ada seseorang yang berteriak dengan manja, "Apakah di dalam ada orang?"


Guan Ning terkejut karena dia tahu siapa yang datang. Pak tua itu pelan pelan menjawab, "Silakan masuk!" Masuklah seorang gadis berbaju hijau.


Dia tertawa dan berkata sambil menunjuk Guan Ning, "Ternyata kau pun ada disini?"


Ternyata yang datang adalah gadis berbaju hijau yang selalu mengaku dirinya adalah Shen Jian Niang Niang. Guan Ning sudah menduganya.


Karena itu dia hanya menjawab, “Kenapa kau juga datang kemari?"

__ADS_1


Terhadap seseorang yang selalu dirindukan, manusia sering kali menekan perasaannya sendiri, bukankah itu adalah hal yang sangat aneh?


Gadis ini tertawa dan menjawab, "Kau bisa datang kemari, apakah


aku tidak bisa melakukannya juga?"


Kemudian dia melihat pelajar berbaju putih. Dengan terkejut dia berkata, “Mengapa dia bisa berada disini?“


Dengan cepat gadis itu berlari ke tempat pelajar berbaju putih itu terbaring dan berkata pada dirinya sendiri, "Ilmu silatnya begitu tinggi, mengapa dia bisa sampai terluka?“


Wangi samar samar bercampur dengan hembusan angin yang masuk dari celah pintu, membuat udara di dalam ruangan itu dipenuhi oleh wewangian dan terasa segar.


Begitu Guan Ning membalikkan kepalanya, dia melihat tubuh langsing gadis itu, ternyata bajunya juga basah, lekukan tubuh jelas terlihat.


Guan Ning segera mengalihkan sorot matanya, dia tidak berani melihat tubuh gadis itu karena itu dia mencoba melihat wajah gadis itu.


Dia melihat wajah gadis itu berekspresi sangat kaget.


Karena itu dia memutuskan untuk keluar dan berkata pada Guan Ning, "Istirahatlah dulu! Aku akan membuatkan kalian makanan."


Gadis itu dan Guan Ning secara bersamaan membalikkan kepala dan tersenyum, begitu pandangan mereka beradu, senyum mereka segera membeku, mereka saling memandang seperti belum pernah bertemu sebelumnya.


Tapi di balik pandangan asing itu terlihat mereka seperti mengenal, mereka berusaha mencari perasaan di balik pandangan mata mereka masing masing.


Akhirnya Guan Ning pelan pelan mengalihkan pandangannya,tapi gadis ini tetap melihat Guan Ning lekat lekat, begitu mata Guan Ning beralih, terdengar gadis itu bertanya, "Mengapa temanmu bisa terluka?"


Guan Ning pelan pelan menggelengkan kepalanya.


Guan Ning menatap gadis itu dan jantungnya terus berdebar debar, dia ingin menutupi perasaannya karena itu dia hanya menggeleng kepala,jantungnya yang berdebar debar sampai sekarang belum berhenti.


Perasaan yang begitu rumit ini merupakan perasaan yang sulit dimengerti, tapi selain itu juga merupakan hal yang paling mudah dimengerti.


Gadis itu mengerutkan keningnya dan bertanya, "Apakah lukanya sangat berat?"

__ADS_1


Guan Ning menundukkan kepala, dia menjawab, “Dia terkena racun!"


Dengan pelan Guan Ning menjelaskan bagaimana orang yang terkena racun itu tiba tiba pingsan.


Sewaktu Guan Ning sedang bercerita, gadis ini mendengarkan dengan penuh perhatian kemudian dia pun memeriksa luka dan wajah pelajar berbaju putih.


Kemudian gadis itu berkata, "Jika dia terkena racun, tidak apa...."


Guan Ning terus melihatnya, dengan senang dia berkata, "Apakah kau tidak percaya kepadaku? Apakah kau tahu siapa aku ini?"


Guan Ning menggelengkan kepala, dengan sederhana dia menjawab, "Aku tidak tahu.“


Gadis ini menarik nafas, menghadapi pemuda yang tidak berpengalaman seperti Guan Ning membuatnya kecewa, dengan tawa manja dia berkata lagi, "Kau masih muda,tampak seperti Tuan Muda yang hanya bisa membaca puisi dan tentu kau tidak akan mengenalku. Tapi.... Tapi kalau kau mencari tahu tentang dunia persilatan dan bertanya tanya siapakah Huang Shan Cui Xiu,


aku yakin semua orang akan tahu."


Guan Ning dengan kaget bertanya, "Apakah kau adalah Huang Shan Cui Xiu?"


Dalam waktu setengah hari dia sudah mengenai banyak orang orang yang terkenal di dunia persilatan. Dia tahu siapa Luo Fu Cai Yi, Zhong Nan Wu San.… Orang urang terkenal ini semua menjadikan baju mereka menjadi suatu ciri khas.


Dia pun pernah mendengar nama Huang Shan Cui Xiu dari mulut Gong Sun Zuo Zu. Dia tahu Huang Shan Cui Xiu terkenal di dunia persilatan. Tapi dia tidak menduga kalau ternyata


Huang Shan Cui Xiu masih begitu muda, maka dia pun merasa terkejut.


Gadis itu tertawa dan berkata, "Huang Shan Cui Xiu adalah guruku."


Guan Ning melihat sikapnya, walaupun belum sempat tertawa, tapi dia sudah 'oh' panjang.


Wajah gadis itu menjadi merah. Sikapnya yang dulu galak sekarang tidak terlihat lagi, pada saat Guan Ning bertemu dengannya untuk pertama kali, lalu pada saat dia menyebut dirinya adalah Shen Jian Niang Niang, sikapnya benar benar sangat berbeda jauh.


Fb@ardhy ansyah


Ig@ardhy_ansyah123

__ADS_1


__ADS_2