MISTERI DUNIA PERSILATAN

MISTERI DUNIA PERSILATAN
EPISODE 49


__ADS_3

Kusir yang berdiri di depannya, terlihat ada sedikit tawa di mulutnya.


Diapun berkata, ““Tuan begitu tergesa gesa, untung bertemu denganku, kalau orang lain, akan ditabrak mati oleh kereta Tuan.“


Dia mengulangi kata kata Guan Ning, nada dan sikapnya pun persis seperti Guan Ning sikap dan ucapan Guan Ning tadi.


Walaupun Guan Ning merasa sangat marah,tapi diapun merasa ingin tertawa setelah mendengar perkataan kusir itu.


Dalam hati dia berpikir,“Aku memang terlalu terburu buru!”


Dia melihat wajah lawannya, bukan seorang yang tidak tahu aturan. Karena itu kemarahannyapun surut.


Kusir itu menunjuk ke belakangnya dengan pecut lalu berkata, ““Apalagi di dalam keretaku juga ada orang yang sedang sakit dan terluka!“


Mereka sekarang sadar bahwa mereka bukan kusir sebenarnya, tapi mengapa bisa terjadi begitu kebetulan?


Guan Ning berpikir. ““Masalahku sudah cukup banyak dan rumit, untuk apa aku sekarang harus mengurus masalah orang lain, apalagi tadi kereta kami tidak saling menabrak!“


Karena itu segera dia berkata, ““Kalau begitu, silakan Tuan dulu yang pergi.“


Dia membalikkan badan ingin segera pergi dari sana.


Tapi pemuda itu meloncat ke depannya dan berkata, ““Nanti dulu, jangan pergi!“


Guan Ning merasa aneh, ““Masih ada apa lagi?““


““Tuan tunggu sebentar, aku ingin melihat terlebih dulu apakah orang yang ada di dalam keretaku merasa terkejut,jika tidak Tuan baru boleh pergi,jika orang sakit yang kubawa itu merasa terkejut dan sakitnya bertambah berat....“

__ADS_1


Walaupun kusir ini sering menggunakan kata “tuan“ dan “aku“, seperti sangat sungkan kepadanya tapi kata katanya selalu menyudutkan orang.


Kata katanya belum selesai, Guan Ning sudah marah dan berkata, ““Kalau tidak bagaimana?“


““Kalau Tuan mau pergi begitu saja,tidak akan semudah itu.““


Tiba tiba Guan Ning tertawa terbahak bahak tapi kusir itu tetap tidak mengubah sikapnya. Dengan dingin dia berkata, ““Tuan bisa tertawa Seperti itu,tapi tidak....“


““Kalau aku sudah mengejutkan orang sakit yang ada di dalam keretamu, apa yang akan kau lakukan terhadapku? Tapi tetap ada yang tidak kumengerti dan aku ingin bertanya kepada Tuan.“


““Apa yang ingin Tuan tanyakan?“


Awal pertemuan mereka berdua sudah tidak enak,tapi semenjak beradu pandang, mereka baru tahu kalau ternyata lawan yang mereka hadapi adalah pendekar muda, karena itu kata kata merekapun mulai memanas lagi dan kata kata yang keluar sangat tajam.


Guan Ning mendorong topinya hingga kebelakang dan bertanya, ““Kalau orang sakit yang ada di dalam kereta Tuan merasa kaget karena tingkah laku Tuan sendiri, bagaimana?“


Dia melihat langit dan berkata, ““Orang terluka yang ada di dalam kereta Tuan walaupun ada seratus orangpun, kondisinya tidak akan sama dengan penumpang yang ada di dalam keretaku. Jika Tuan telah membuatnya kaget dan sakitnya bertambah parah,walaupun aku memaafkanmu,tapi orang dunia persilatan tidak akan melepaskanmu begitu saja.... apalagi jika Tuan ingin berkelana di dunia persilatan, itu akan menyulitkan Tuan.“


““Semua orang di dunia ini hanya memilki satu nyawa. Apakah ada nyawa yang mahal dan murah, apalagi....““


““Apalagi pasien yang ada di dalam keretaku, nama dan kedudukannya mungkin saja lebih tinggi dari pasienmu. Jika Tuan telah menganggu dan membuat kaget pasienku, bagaimana?“


Tata bahasa yang keluar dari mulut mereka terdengar sangat sopan dan sungkan,tapi sangat tajam dan tidak mau kalah.


Perkataan Guan Ning baru selesai, kusir muda itu terpaku mandengar perkataannya, kemudian dia menatap Guan Ning


Dari atas ke bawah, dari bawah keatas, dari kiri ke kanan dan dari kanan ke kiri, lalu diapun tertawa, “Baiklah, baiklah, baru pertama kali aku mendengar perkataan Seperti yang Tuan katakan, selama aku berkelana belum pernah kudengar sebelumnya, aku pernah melihat orang gila tapi belum pernah ada orang yang tiba tiba mambandingkan tingkat sakit pasien yang dibawa....“

__ADS_1


Dia tertawa sambil menyindir, kemudian terdengar dia berkata lagi, ““Apakah Tuan tahu siapa pasien yang berada di dalam keretaku?“


Pertama kali bertemu dengan pelajar berbaju putih dia sudah tahu kalau dia bukan orang biasa biasa saja, dikemudian hari Dia melihat orang orang persilatan begitu takut kepadanya, dari perkataan kusir yang ada di depannya, dia sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa pelajar berbaju putih bukan orang biasa.


Tapi melihat pembawaan kusir muda itu pikiran Guan Ning mulai goyah, karena pemuda itu terlihat sangat tampan dan percaya diri, Guan Ning yakin ilmu silatnya pun pasti tinggi. Sepertinya dia juga bukan orang biasa biasa saja.


Tapi melihat kelakuan dan perkataannya mengenai pasien yang dibawanya dapat terlihat kalau pemuda itu pun kagum dan hormat kepada pasiennya, sepertinya pasien itu adalah orang terkenal!


Menghadapi orang terkenal persilatan memang Guan Ning tidak begitu mengerti, setelah berada di Si Ming Hong Pao (Wisma Si Ming) dia baru mengetahui nama nama seperti Huang Shan Cui Xiu, Luo Fu Cai Vi , nama nama itu memang sudah lama terkenal di dunia persilatan,tapi sebelum terjadi peristiwa berdarah di Si Ming Shan, dia belum pernah mendengar nama nama itu, maka sekarang hatinya tidak tenang, dia takut kata katanya tadi terlalu berani dan kurang ajar, dia benar benar seperti orang gila yang besar mulut.


Tampak ada kilat di mata kusir muda itu, dia menangkap ekspresi gusar Guan Ning, dia tertawa dan berkata, ““Apakah Tuan mengaku tadi telah salah bicara? Tuan masih muda, pengalaman di dunia persilatanpun masih dangkal, aku tidak akan mempersulitmu, asalkan pasienku tidak bermasalah,Tuan boleh pergi.“


Kata katanya terdengar sangat menghina, apalagi melihat tawanya hati Guan Ning benar benar panas dibuatnya, dia hampir tidak bisa menguasai diri.


Akhirnya dia membentak dengan marah, ““Siapa orang yang ada di dalam keretaku juga kau belum tahu,tapi Tuan sudah berani bicara seperti itu, apakah semua ini tidak terlalu terburu buru…“


Dia berhenti sama sekali tidak diberi kesempatan bicara oleh kusir muda itu,


Cara sebentar lalu segera menyambung lagi,tadi dia Sekarang Guan Ning berkata, “Betul Seperti kata kata Tuan tadi, aku masih muda dan tidak berpengalaman,tapi orang yang ada di dalam keretaku tidak sama kedudukannya denganku.“


““Apakah benar?“ tanya kusir muda itu.


““Sejak tadi kita terus ribut, aku rasa tidak akan ada gunanya, lebih baik kita katakan saja identitas pasien kita masing masing yang ada di dalam kereta, dengan begitu kita akan segera tahu mana yang salah dan mana yang benar, daripada kita terus bertengkar mulut disi.


Kusir muda itu tertawa dan berkata, ““Aku setuju!“


Fb@ardhy ansyah

__ADS_1


Ig@ardhy_ansyah123


__ADS_2