
Wu Bu yun tertawa, “Bukankah kita sudah berjanji,walaupun di dalam kereta Tuan adalah raja, aku tidak akan peduli. Tapi jika sekarang Tuan ingin menipuku, maaf, itu tidak bisa.“
““Sekarang aku tanya kepada Tuan mengenai perjanjian kita tadi, apakah masih berlaku? Jika Tuan tidak menarik perjanjian ini, aku akan menyuruh Tuan melakukan satu hal untuk aku!“
Guan Ning marah, kali ini benar benar sangat marah,tapi dia sagera berpikir, ““Nama orang yang di keretaku aku tidak tahu, mana boleh aku menyalahkan orang lain?““
Karena itu dengan sikap dan rupa sangat sedih dia melihat pemuda yang sombong itu, dia ingin memukul dirinya sendiri karena telah bicara sembarangan lalu dia menghembuskan nafas panjang.
Kemudian dia berpikir, dia segera berkata, “Mulut bicara tidak ada bukti, lihat dengan mata kepala Sendiri, baru bisa percaya apa yang kau lihat,jika Tuan tidak percaya pada kata kataku, walaupun aku terus bicara, itu akan percuma saja, lebih baik
Dia berjalan memutari keretanya lalu membuka jendela kereta, “Tuan tadi memuji diri sendiri karena Sangat berpengalaman di dunia persilatan, apakah Tuan bisa mengenali siapa tetua ini?““
Awalnya Wu Bu yun merasa ragu,tapi kemudian dengan tersenyum dia berjalan mendekati kereta.
Hari begitu cerah, membuat jalanan yang begitu sepi tampak berkilauan seperti perak, karena salju telah menutupi jalan.
Wu Bu yun pelan pelan mengikuti arah jari Guan Ning menunjuk kamudian dia melihat ke dalam kereta, kereta yang dari luar terlihat sangat jelek dan tua,ternyata di dalam dihiasi dekorasi mewah dan nyaman.
Di dalam masih terlihat sebuah papan. Di atas papan terdapat Selimut lembut yang terbuat dari sutra. Masih ada kasur bagus berwarna ungu.
Di atas kasur ada seseorang yang sedang berbaring,wajahnya Sangat pucat, ikat kepalanya sudah dilepas, rambutnya berantakan, nafasnya terdengar lemah. Sulit dibedakan apakah dia masih hidup atau sudah mati?
Dia seorang laki laki setengah baya.
Pemuda itu dengan teliti melihat laki laki setengah baya itu, wajahnya kurus, kedua alis berbentuk seperti pedang, bibirnya berbentuk tipis dan bagus, tapi sepasang matanya terpejam rapat.
__ADS_1
Dia seperti mengenali wajah laki laki separuh baya itu,tapi juga seperti tidak mengenalinya.
Dia melihat lagi dengan teliti,tiba tiba dia teringat pada seseorang, ““Apakah benar orang ini adalah dia?”
Perkiraannya ini membuat dia sendiripun tidak percaya.
Angin berhembus dingin dan melewatinya, membuat dia menjadi gemetar. Tiba tiba dia membuka pintu kereta, dengan cepat dia menarik tangan kiri pelajar berbaju putih, kemudian tiba tiba menyerang Guan Ning yang masih berdiri di sisi kereta.
Serangan ini benar benar membuat Guan Ning terkejut, dia sempat melihat gerakan pemuda yang bernama Wu Bu yun, dia merasa aneh, dia tidak tahu mengapa pemuda itu tiba tiba menarik tangan kiri untuk melihatnya.
Apa yang ingin dilihatnya?
Sekarang tiba tiba saja dia diserang, dia merasa kaget dan secara refleks mundur....
Sewaktu keluar dari kota Bei Jing, pikiran Guan Ning sedang kacau, dia sama sekali tidak memperhatikan arah jalan, dia membiarkan kudanya berjalan ke arah yang kudanya inginkan karena itu tanpa sadar dia sudah berada di sini.
Kebetulan saat itu ada dua orang yang lewat disana,tiba tiba terasa ada bayangan orang yang melayang terbang, melayang setinggi beberapa meter, mereka kaget dan kuda yang mereka pakai juga segera dihentikan.
Karena dalam keadaan terdesak Guan Ning mundur, badannya secara tiba tiba terbang, melayang terbang jauh melewati jalan dan turun di balik semak semak.
Dia belajar ilmu pedang selama tiga tahun, terhadap ilmu meringankan tubuh dia sama sekali tidak mempunyai dasar.
Tapi karena dia tidak tertarik dengan ilmu meringankan tubuh, hal ini membuatnya tidak bisa melompat walaupun dia sudah rajin mempelajarinya.
Sekarang dia dalam keadaan kaget karena ilmu meringankan tubuhnya mengalami kemajuan, dia tidak sadar kalau beberapa bulan ini, ilmu meringankan tubuh yang dipelajarinya benar benar sangat aneh dan hebat.
__ADS_1
Seorang petani biasa pun, bila dia mendapatkan buku rahasia silat yang diperebutkan semua orang persilatan, dalam waktu tiga tahun dia akan menjadi seorang pesilat tangguh, apalagi bagi seorang Guan Ning.
Serangan Wu Bu Yun tadi tidak mengenai sasaran, dia kembali menyerang dan membentak, “Sebelumnya aku mengira kau adalah pemuda jujur, tidak disangka kau berteman dengan iblis ini. Sepertinya pemuda yang tidak tahu malu yang diceritakan oleh Tetua Gong Sun tak lain adalah kau. Hari ini kau sangat sial karena bertemu denganku, aku tidak akan melepaskanmu....”
Mengikuti suara amarahnya, tubuhnya yang tinggi berputar ke depan Guan Ning,telapak tangan menyerang ke arah Guan Ning.
Sejak kecil Wu Bu Yun sudah mempelajari ilmu silat dan mendapatkan ilmu turunan keluarganya yang tinggi.
Walaupun di dunia persilatan dia bukan nomor satu,tapi ilmunya sudah berada di atas banyak pendekar, sekarang karena marah, angin kencang yang dilancarkan untuk menyerng, benar benar membuat orang kaget.
Yi Jian Shen Jiu Zhou, Si Tu Wen,walaupun dia sangat terkenal karena selama berkelana dia selalu berlaku adil dan jujur. Guan Ning yang menjadi muridnya, walaupun sangat disayang oleh gurunya,tapi lantaran gurunya tidak mempunyai ilmu yang cukup tinggi, otomatis Guan Ning juga tidak bisa menguasai ilmu yang tinggi. Apalagi yang disebut dengan ilmu silat, kecuali bila ada
Riu yi Qing Qian yang bisa membuat orang dengan jalan pintas menguasai ilmu silat tapi jika ingin menguasai ilmu silat yang tinggi dalam waktu tiga tahun, itu hanyalah sebuah mimpi.
Maka walaupun dalam beberapa bulan, Guan Ning sudah berlatih ilmu yang terdapat dalam Ru Yi Qing Qian dan mempelajari tenaga dalamnya,tapi dia tetap tidak bisa menahan serangan Wu Bu Yun yang sejak kecil memang telah belajar ilmu silat.
Telapak tangan Wu Bu Yun seperti memenuhi langit, telapaknya membawa angin kencang siap menindih Guan Ning.
Guan Ning merasakan ada angin yang begitu kencang, dia tidak bisa menahan. Dia memejamkan mata pasrah menerima pukulan yang dilontarkan kepadanya tapi karena badannya bergerak secara refleks, membuatnya tanpa terasa mundur lagi, dia bisa menghindari serangan yang dilancarkan begitu dasyat. Tapi sebelum dia menarik nafas dengan normal, serangan itu datang lagi.
Tadi Wu Bu Yun memecut Guan Ning dan dengan mudahnya Guan Ning menghindar, dia mengira Guan Ning hanya seorang angkatan baru. Dia sama sekali tidak tahu kalau tadi Guan Ning hanya Asal asalan.
Fb@ardhy ansyah
Ig@ardhy_ansyah123
__ADS_1