
Tiba tiba dia mengangkat kepala dan berkata kepada Guan Ning, “Tadi kau bercerita kepada orang lain, sekarang aku akan bercerita untukmu....”
Dia berhenti sejenak lalu berkata lagi, “Dulu ada seorang anak Perempuan, sewaktu masih kecil ayahnya telah dibunuh oleh Jin Wan Tie Jian (pedang baja emas). Karena nama ayahnya adalah Tie Wan Qiang, Jin Wan Tie Jian menganggap ayahnya salah karena memberi mereka nama yang sama.”
Kapala Guan Ning tidak bisa digerakkan, mulutnya tidak bisa berbicara, tapi bola matanya masih bisa diputar, tapi dia tetap tidak bisa melihat ekspresi Du Yu.
Guan Ning menghembus nafas dan berpikir, “Ternyata di balik semuanya sangat berliku liku....“
“Nasib anak itu tidak baik,juga tidak mempunyai adik, dia hanya Menjadi seorang pengemis! Kemudian dia bertemu dengan seorang pesilat tangguh perempuan. Orang itu membawanya ke sebuah gunung, kemudian mengajarkan kepadanya ilmu silat serta membantunya membalaskan dendam ayahnya. Karena waktu itu Jin Wan Tie Jian tidak membunuh anak ini, maka diapun melepaskan sepasang anak Du Sou Chang.”
Ling Ying berhenti bicara.
Tiba tiba dia bertanya kepada Guan Ning, “Menurutmu apakah anak perempuan itu harus membalas dendam? Kalau kau menjadi aku apa kau Akan membunuh putri Du Sou Chang.”
Guan Ning bengong melihat Ling ying, hatinya benar benar sangat tidak enak.
Terlihat sepasang mata Ling ying berkilau terkena cahaya bulan di dalam kegelapan seperti ada dua buah bintang.
Tiba tiba mata seperti bintang ini dipejamkan dan dia menghembuskan nafas, “Tapi dia tidak melakukan ini karena jika dia melakukan ini, maka dia akan membuat hati seseorang terluka. Orang itu malah akan membalas budi,walaupun dia ingin Du Sou Chang membunuh putrinya tapi dia sama sekali tidak membenci orang ini. Karena... aku tidak perlu menyebut siapa nama orang ini, kau pasti sudah mengetahuinya.”
Guan Ning merasa gelombang dan bongkahan batu berubah manjadi tenaga besar dan menindih kepalanya.
Du Yu benar benar merasa tidak enak.
Terdengar Ling ying menghembus nafas panjang, “Walaupun sifatnya jelek juga bukan orang baik tapi sekarang dia membiarkan orang yang dia sukai duduk bersama dengan musuhnya dan dia sekarang harus pergi. Pergi… jauh.... jauh.... ke tempat yang jauh, semua ini untuk apa.... dia sendiripun tidak tahu alasannya.”
Ling Ying mulai menangis, begitu selesai bercerita, dia berlari dengan dua tangan menutupi wajahnya tapi dia kembali lagi dan Pelan pelan mendekat Guan Ning.
__ADS_1
Lalu dia berkata, “Aku menotok nadimu karena aku takut sewaktu aku bertemu dengan Du Yu, akan membuatmu serba salah. Aku tidak membuka totokanmu karena aku ingin kau duduk lama bersama dengannya. Apakah kau… kau tahu maksudku?”
Kemudian Ling ying sudah secepat kilat berlari kedepan pintu dan menghilang di dalam kegelapan, hanya terdengar suara tangisan yang masih terus terngiang disisi telinga Guan Ning.
Perasaan apakah ini?Timbul perasaan apa lagi dihati Guan Ning?
“Aku tidak bisa menjelaskan perasaanku karena didunia ini bagitu banyak perasaan indah dan sempurna, aku tidak bisa menJelaskannya, apakah kau bisa?“
Kali ini Guan Ning dan Du Yu sekali lagi bisa mendengar detak jantung mereka masing masing,tapi Guan Ning dan Du Yu saat itu ingin detak jantung mereka berhenti berdebar, mereka tidak tahan dengan penghinaan ini,juga tidak bisa menerima kebaikan yang diberikan oleh Ling ying.
Hati Du Yu serasa menjerit, “Kenapa kau tidak membunuhku saja?”
Tapi sekarang dia sama sekali tidak bisa bicara,jeritan hatinya tidak ada orang yang bisa mendengar.
Di luar, malam semakin larut, salju mulai turun.
Sekarang kaki, tangan, dan badannya seperti sudah bukan seperti miliknya lagi. Hanya pikirannya masih seperti gelombang terus menerus melambung hingga masuk ke dalam hidungnya.
Walaupun kaki dan tangannya ditotok hingga kaku,tapi dia bisa merasakan badan lembut yang bersandar ke tubuhnya. Dia sadar tubuh lembut dan mengeluarkan harum manis dan tubuh itu milik Du Yu.
Dia ingin menggesertubuhnya sedikit tapi totokan istimewa dari ling ying,walaupun sangat ringan tapi dalam satu jam cukup membuat badannya kaku.
Karena itu diantara kekacauan pikirannya, ditambah lagi perasaannya yang tidak tenang, di dalam kegelapan malam, dia dan seorang gadis begitu dekat,dikehidupan Guan Ning ini adalah pertemuan yang sangat kebetulan.
Guan Ning bisa mendengar desah nafas Du Vu, begitu juga dengan Du yu, irama nafas mereka sama,tubuh saling menyandar, mengingat kata kata Ling ying tadi, mereka tidak tahu harus melakukan apa sekarang
Du yu memejamkan matanya, dia takut kalau sorot matanya bisa membocorkan perasaan yang ada didalam hatinya.
__ADS_1
Karena dia sadar sejak pertama kali bertemu dengan pemuda tampan dan luwes ini, dia sudah mempunyai perasaan aneh.
Perasaan ini biasanya dialami oleh gadis yang baru puber, tapi dia harus menahan semua kesedihan yang tidak dimiliki gadis lain, karena itu dia mengubur perasaannya dalam dalam di lubuk hatinya.
Sejak lama dia tidak berani memandang Guan Ning, dia menganggap Guan Ning adalah sebuah pohon besar yang indah sedangkan dia hanya rumput kecil yangtumbuh di bawah pohon besar itu, tentu semua ini karena tidak adanya rasa percaya dirinya.
Tapi perasaan seperti itu saja sudah cukup membuatnya bahagia, sekarang dia sedang bersandar kepada Guan Ning dan dia memang mengharapkan dia bisa bersandar kepada Guan Ning.
Sewaktu Guan Ning keluar rumah untuk pesiar, dia selalu setia menunggu kepulangan Guan Ning.
Begitu tahu Guan Ning pulang, dia malah lari dari kebelakang untuk melihat kepulangan Guan Ning. Melihat Guan Ning tertawa kepadanya, itu sudah cukup.
Tapi....
Dia benar benar sudah pulang, tapi dia membawa senang gadis cantik. Mereka tampak begitu dekat, dia melihat ternyata gadis ini adalah musuh bebuyutannya.
Perasaan ini benar benar membuatnya sedih. Du Yu hampir pingsan di teras tempatnya berdiri!
Akhirnya dia kembali ke kamarnya, dia mengeluarkan papan nisan ayahnya dan barang barang peninggalan ayahnya, lalu mengganti bajunya dengan baju ketat hitam dan satu satunya baju yang dia miliki, dia berlutut di depan papan nisan ayahnya dan berdoa Sambil menangis, walaupun dia tidak pernah berhenti berlatih ilmu silat tapi dia sangat mengerti kalau dia tidak mampu melawan Ling ying.
Tapi hal ini tidak menjadi penghalang baginya. Tetapi.…
Guan Ning tiba tiba pulang, membawa peru bahan dan hal hal yang berada diluar dugaan nya
Fb@ardhy ansyah
Ig@ardhy_ansyah123
__ADS_1