MISTERI DUNIA PERSILATAN

MISTERI DUNIA PERSILATAN
EPISODE 16


__ADS_3

Orang orang yang mendengar merasa terkejut. Pendeta berbaju biru yang selalu tersenyum juga merasa terkejut, saat itu senyumannya sudah tidak terlihat lagi.


Guan Ning menceritakan tentang dua orang yang tiba tiba datang dan tiba tiba pergi.


Vi Juan bertanya, “Apakah mereka membawa tas yang terbuat dari kulit Cheetah?”


Guan Ning menggelengkan kepala, dia juga menceritakan tentang gadis berbaju hijau yang sifatnya aneh.


“Apakah dia adalah si lengan baju hijau dari Huang Shan?” tanya Fei Shen.


Guan Ning menggelengkan kepala lagi tapi dia tidak menceritakan tentang laki laki berbaju putih yang hilang ingatan, semua ini karena Guan Ning merasa kasihan kepada pelajar berbaju putih dan tidak ingin mengatakan musibah yang dialaminya kepada orang lain.


Walaupun dia bercerita dengan singkat dan padat,tapi tetap saja menghabiskan waktu lama dan sekarang mulutnya terasa kering.


Para pendeta dan laki laki berbaju mewah terus mendengarkan semua ceritanya dan merasa terkejut, hati mereka diliputi pertanyaan dan perasaan mereka bergejolak,tapi tidak ada seorangpun yang berani memotong kata katanya.


Terlihat orang orang yang mendengarnya saling memandang dan tidak berkata sepatah katapun.


Lama dan lama...


Yi Juan menghembuskan nafas panjang, wajahnya melihat pendeta berbaju biru dan berkata, “Jika semua yang diceritakan benar, itu membuat orang merasa takut. Sekarang aku tidak mempunyai ide lain. Tuan Pendeta lebih berpengalaman dari kami,Tuan pasti sudah mempunyai rencana dan kami pasti akan Menuruti pendapat Tuan.”


Pendeta itu tampak berpikir sejenak, dengan perlahan dia berkata lagi, “Hal ini sangat aneh juga misterius, bukan aku tidak bisa menebak tapi pikiranku masih bingung.”


“Kalian berdua biasanya sangat teliti dan kalian adalah orang yang paling dekat dengan ketua Luo Fu Pao, apa maksud Ketua Si Ming mengundang kakakku dan paman gurumu ke sana, kau pasti tahu lebih jelas.“


Guan Ning mendengar semuanya dengan teliti. Guan Ning belum tahu apa sebenarnya yang terjadi di Wisma Si Ming, dia hanya tahu kalau dia Sudah masuk kedalam suatu kemelut.


Diapun tahu perkumpulan perkumpulan itu pasti tidak akan melepaskan dirinya begitu saja. Jika belum menceritakan semuanya dengan jelas, sepertinya masih banyak kesialan yang Akan terjadi nantinya.

__ADS_1


Dia ingin mendapat informasi lebih lengkap berdasarkan dari percakapan mereka, dan dia sangat ingin tahu siapa pelajar berbaju putih itu sebenarnya?


Jika semuanya sudah jelas dan tahu siapa pembunuh sebenarnya, dia akan melunasi janjinnya.... membalas dendam kematian Nang Er.


Karena itu dia mulai menebak nebak, kedua orang jahat yang kurus kering seperti bambu itu adalah E Mei Bao Nang (Macan buas dari E Mei) Qi Du Shuang Sha (Sepasang pembunuh tujuh racun).


Awan menutupi matahari yang baru terbit, karena itu jalan di Pegunungan itu terasa lebih sepi.


Hutan, kicauan burung, suara air mengalir, dan suara angin meniup pepohonan tidak seindah biasanya.


“Ketua Wisma Si Ming mengundang guruku datang, aku tidak Tahu terlalu banyak, aku hanya mendengar tentang sebuah pusaka yang ada di dunia persilatan dan akan ditentukan siapa yang berhak mendapatkan dan masih ada satu masalah besar Lagi yang harus dibicarakan, mengenai hal apa, guruku tidak mengatakannya dan aku pun tidak berani bertanya....” kata vi Juan.


Pendeta berbaju biru itu mengangguk.


Dia berkata, “Aku merasakan semua ini sangat aneh, karena antara kedua masalah ini tidak pantas dibicarakan dalam rapat umum, tidak ada bukti. Begitu guruku mendapatkan undangan ini, beliau sudah menebak pasti ada rencana busuk menunggu mereka, ternyata Tebakan guruku tidak meleset.“


“Yang membuatku aneh adalah mengapa dalam rapat Wisma Si Ming tidak terlihat adanya murid Huang Shan Cui Xiu, Kun Lun, dan Dian Zhang. Penjahat penjahat yang tidak sejalan dengan dunia persilatan juga datang kesana tapi hanya dia sendiri yang tidak mati,” kata W Juan.


Hati Guan Ning tergerak, “Apakah yang mereka maksudkan adalah pelajar berbaju putih?”


Kata pendeta berbaju biru, “Aku kira E Mei Bao Nang patut dicurigai.”


Dia melihat Guan Ning lagi dan bertanya, “Aku mengira yang menyerangnya dengan senjata rahasia dijembatan menuju


Wisma Si Ming adalah E Mei Bao Nang, karena dalam tas mereka tersimpan tujuh macam senjata beracun. Hanya mereka berdua yang tidak mati dan di pondokan mereka membunuh anak yang mengikuti tuan ini. Kemudian menyerang lagi dengan


Senjata rahasia mereka. Semua bertujuan untuk membunuh orang Dan menutup mulutnya.”


“Demi apa mereka melakukan semua ini?Apakah demi.... apakah mereka tidak berpikir lebih jauh? Apakah mereka masih bisa berdiri di dunia persilatan kalau sudah melakukan perbuatan seperti itu?”

__ADS_1


Fei Shen menghembuskan nafas, “Tapi dengan ilmu silat yang mereka miliki, mana mungkin bisa membuat Si Ming si baju merah, Gong Sun kaki kanan dan Wu Dang tiga bangau mati di tangan mereka?”


Pendeta berbaju biru menjulurkan tangannya lalu menepuk dahinya dan dengan suara kecil berkata, “Apakah benar semua ini karena dia?”


Tiba tiba dia mengangkat kepalanya melihat Guan Ning lalu berkata, “Tuan dengan sekuat tenaga menguburkan semua mayat itu, aku merasa terharu karenanya. Orang orang dunia persilatan pasti akan memuji tindakanmu. Tuhan pasti akan memberkatimu.“


Guan Ning menjadi bingung mengapa pendeta ini berkata demikian? Apa maksudnya?


Guan Ning berkata, “Betul, memang aku yang menguburkan mereka dan barang barang yang ada didalam tas sudah kubawa semua. Aku tidak bermaksud mengambilnya, hanya ingin menyampaikan barang barang tersebut kepada keluarga mereka, aku bersumpah,jika kalian....”


Pendeta baju biru mengayunkan tangannya, dia segera menghentikan kata kata Guan Ning.


Tiba tiba mata pendeta berbaju biru itu mengeluarkan cahaya aneh, katanya, “Tuan jangan salah paham, aku bertanya seperti itu tidak bermaksud apapun. Tuan adalah seorang yang juiur, aku Percaya kepadamu, hanya saja…”


Dia tertawa secara aneh dan berkata lagi, “Apakah Tuan bisa memberitahuku, barang barang apa saja yang Tuan dapatkan. Hai.... terpaksa aku harus melakukan ini, harap Tuan bisa memahami dan memaklumi perbuatanku!”


Guan Ning berpikir sejenak dan menjawab, “Jika hal ini menang sangat penting, aku akan mengatakan....”


Yi Juan dan Fei Shen saling memandang. Mata mereka memancarkan cahaya aneh tapi Guan Ning tidak melihatnya.


Selamat membaca dan menikmati novel ini,walapun mungikin masih ada kekuranagan dari cara saya menulis dalam membuat novel ini semoga para pembaca dapat terhibur dengan adanya novel ini,saya sebagai author sangat berterima kasih kepada para pembaca atas aspirasinya agar kedepannya novel ini menjadi lebih menarik lagi dan tentunya membuat para pembaca puas


Salam hangat dari author


Ardhy ansyah


Fb@ardhy ansyah


Ig@ardhy_ansyah123

__ADS_1


__ADS_2