
Tujuh puluh tahun yang lalu, di gunung yi Shan di sebuah gua, untuk pertama kali ditemukan uang Ru yi Qing Qian. Karena mata uang ini tujuh belas orang pesilat tangguh berkumpul di Gunung Yi Shan. Setelah pemimpin Kun Lun membuka untaian mata uang itu di depan ke enam belas orang lainnya, didalam uang itu terselip delapan belas lembar saputangan. Baru diketahui ternyata jumlah Ru Yi Qing Qian itu sebenarnya ada sepuluh dan yang asli hanya ada satu."
Guan Ning berpikir, “Pesilat tangguh bila melakukan suatu hal benar benar sulit ditebak, dia takut ilmu silatnya bisa musnah tapi untuk apa mempermainkan orang?“
Lalu Guan Ning bertanya, “Mengapa mereka tahu kalau Ru Yi Qing Qian berjumlah sepuluh dan hanya ada satu yang asli?"
“Waktu itu pemimpin Kun Lun sangat marah dia kembali lagi ke gua di yi Shan ternyata di atas meja yang terdapat di dalam gua itu tertulis 'Ru Yi Qing Qian sembilan palsu satu asli, mana yang asli mana yang palsu, orang pintar bisa memilihnya sendiri."
Gong Sun Zuo Zu berkata lagi, "Kata kata itu terdengar seperti puisi, hanya dalam waktu setengah bulan sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia, begitu Ru Yi Qing Qian kedua ditemukan
di E Mei Shan, dan yang menemukannya adalah E Mei, Ling Xu Shuang Jian (Sepasang pedang Ling Xu), tadinya Ling Xu Shuang Jian seperti saudara kandung, setelah menemukan Ru yi Qing Qian tidak peduli asli atau palsu mereka langsung bertarung dan saling membunuh, akhirnya kedua duanya terluka berat, setelah terluka baru mereka membuka uang hijau itu."
Guan Ning bertanya, "Apakah uang itu palsu?“
"Benar" jawab Gong Sun zuo Zu, "Tapi sudah terlambat, hanya karena barang rongsokan mereka mati di E Mei Shan."
Gong Sun Zuo Zu menceritakan sebuah rahasia dunia persilatan, hati Guan Ning semakin berat mendengarnya, dadanya seperti tertindih oleh batu yang sangat besar.
"Sewaktu Ling XU Shuang Jian akan meninggal, mereka menulis dengan darah mereka di baju mereka sendiri, mereka berharap sikap mereka seperti itu tidak dituruti oleh orang dunia persilatan, tapi..gagal"
Gong Sun Zuo Zu berkata lagi, "Puluhan tahun kemudian muncul lagi tiga untai Ru yi Qing Qian. Sewaktu uang ini muncul, banyak pesilat tangguh yang mati lagi, karena mereka takut orang lain akan menemukan aslinya, karena itu tidak ada seorangpun yang mau lepas tangan, walaupun pengalaman membuktikan semuanya tapi tampaknya semua orang tetap seperti tidak mau mendengar."
Angin meniup pepohonan.
__ADS_1
Guan Ning merasa tubuhnya menjadi dingin, dia berpikir, "Demi harta orang harus mati, demi makanan burung akan mati. Kematian para pesilat karena dosa ini siapa yang harus bertanggung jawab?“
Gong Sun Zuo Zu mengerutkan dahi dan berkata lagi, “Anehnya setiap ada yang menemukan uang Ru Yi Qing Qian, pasti tidak hanya ada satu orang disana, sehingga setiap kali pasti akan terjadi pertumpahan darah, sampai...."
Suaranya berhenti sebentar kemudian melanjutkan lagi, "Tetap mati,tetap ada yang mati satu...."
Dia mengepalkan tangan semakin kencang sampai sampai tangannya yang kurus dan kering itu terus berderak.
Melihat tingkah laku Gong Sun Zuo Zu seperti itu, Guan Ning berteriak, "Ada apa Tetua?“
Gong Sun Zuo Zu seperti baru tersadar dari mimpi buruknya, pelan pelan dia berkata lagi, “Setengah tahun yang lalu, aku dan Gong Sun Er pergi keperbatasan karena ada suatu keperluan, sewaktu dalam perjalanan pulang, kami melewati Chang Bai Shan,tapi kami tersesat di dalam hutan, setengah harian kami terus berputar putar di gunung itu dan kami merasa sangat tidak beruntung, tidak sengaja kami menemukan sarang harimau.
dan menemukan seuntai uang sejumlah delapan belas keping berwarna hijau, tapi kami tidak bertarung hanya kerena seuntai uang itu, bersama sama kami membukanya satu per satu,ternyata uang itupun bukan yang asli, mula mula kami merasa kecewa tapi juga merasa beruntung karena yang mendapatkan uang itu adalah kami. Jika orang lain yang mendapatkannya, paling sedikit salah satu dari mereka akan mati! Masih…"
Dia menundukkan kepalanya. Orang yang sangat terkenal di dunia persilatan dan berjiwa besar, sekarang tetap merasa sedih dan bisa meneteskan air mata.
Angin berhembus, seorang pendekar meneteskan air mata, walaupun sekarang bukan musim dingin tapi Guan Ning merasa bumi dan langit diliputi rasa dingin seperti musim dingin.
Dia teringat bahwa tangannya sudah menguburkan banyak mayat di Wisma Si Ming, kesedihan Gong Sun Zuo Zu hanya salah satunya.
Keluarga mereka yang ditinggalkan jika sudah mengetahui keadaan mayat mayat itu, apakah merekapun akan bereaksi sama seperti Gong
Zuo Zu?
__ADS_1
Kemudian dia teringat lagi pada suami istri Si Ming Hong Pao (Si Ming baju merah). Mereka mati dengan keadaan saling berpelukan, benar benar seperti Yuan Yang (Nama burung yang hidup harus berpasangan)
Guan Ning memikirkan nasibnya, apakah pada saat dia mati nanti, akan ada orang yang merasa sedih? Dia berpikir lagi mengenai setiap keadaan mayat di Wisma Si Ming.
Tiba tiba....
Dia menepuk dahinya dan berteriak, sepertinya dia teringat sesuatu.
Terlihat kedua matanya tampak berubah, mulutnya berkata, “E Mei tas kulit Cheetah… Lup Fu Cai n.... E Mei tas kulit cheetah." Guan Ning merasa sedih.
Dia membalikkan badannya dan bertanya, “Tetua, apakah Anda tahu siapa E Mei tas kulit Cheetah?“
Dengan pelan Gong Sun Zuo Zu menjawab, “E Mei Bao Nang berasal dari keluarga Tang yang terkenal dengan senjata rahasia beracun. Ilmu mereka diturunkan secara turun temurun. Tas yang mereka bawa terbuat dari kulit cheetah. Mereka sering memakai baju berwarna cerah. Disebut E Mei Bao Nang tapi mereka sebenarnya bukan murid E Mei Pai."
Gong Sun Zuo Zu merasa pertanyaan pemuda itu sedikit aneh. Tapi dia tetap memberitahukannya.
Setelah selesai memberitahu semuanya, terlihat Guan Ning sangat senang dan bertepuk tangan.
"Ternyata semua benar." Gong Sun Zuo Zu bingung. Pemuda ini sedang apa?
Terlihat Guan Ning mendekatinya dan duduk bersama sama di batu gunung itu lalu dia berkata, "Tadi aku mendengar murid Luo Fu Cai Vi pernah melihat E Mei Bao Nang bersaudara pergi
Fb@ardhy ansyah
__ADS_1
Ig@ardhy_ansyah123