MISTERI DUNIA PERSILATAN

MISTERI DUNIA PERSILATAN
EPISODE 11


__ADS_3

Gadis itu menarik nafas.“Sebenar nya aku pun tidak mengenal suami istri Wisma Si Ming, aku datang kemari hanya untuk mencari mereka dan mengajak mereka bertarung."


Sekarang dia tahu kalau pemuda ini tidak berbohong kepadanya, karena dari pandangan mata pemuda ini dia telah mendapatkan jawaban yang membuat nya percaya, omongan yang mempunyai sorot mata jujur jarang bisa membohongi orang lain.


Gadis itu merasa sedikit menyesal karena telah melontarkan kata kata pedas kepada pemuda ini, sekarang sikapnya berubah mulai membaik dan juga melembut.


Guan Ning ingin mengatakan sesuatu tapi gadis itu sudah berkata sambil menarik nafas, "Tidak disangka dia mati dengan cara seperti itu. hehh..."


Dia menarik nafas karena merasa sedih dan juga menyayang kan, "Sampai sekarang orang dunia persilatan hanya tahu kalau diantara pendekar pendekar perempuan ada yang disebut Hong Fen San Chi Tiga dewi perempuan). Tapi kesempatanku bertarung dengan nya sekarang sudah tidak ada lagi. Aku benar benar


sial, sudah mengelilingi Jiang Nan,tidak satu orang pun yang kutemu kan, aku sengaja datang ke 5i Ming Shan Zhuang (Wisma Si Ming) berharap mengajak nya bertarung. Ternyata...."


Dia menarik nafas lagi, dia merasa sedih dan menyayang kan, bukan karena kematian nyonya Wisma Si Ming melainkan karena nyonya wisma matinya terlalu cepat, dia merasa sedikit terkejut.


Dalam hidup Guan Ning, dia tidak pernah bertemu dengan seorang perempuan begini aneh. kelihatan kecuali dirinya, gadis ini tidak pernah memikirkan kepentingan orang lain.


Tampak gadis "Itu tersenyum. Dia memasuk kan pedang pendek itu ke dalam sarung nya dan berkata kepada Guan Ning, "Ilmu silatmu terlalu rendah, kau pasti tidak akan mengerti bagaimana perasaanku perlu kau ketahui..."


Guan Ning merasa malah, dia menyela kata katanya, "Aku tahu ilmu siiatku tidak bisa menandingi Nona. Kemampuan ilmu silat yang tinggi atau rendah, sama sekali tidak ada hubungan nya dengan martabat dan kedudukan seseorng, walaupun ilmu silatku rendah,


tapi aku bukan orang yang mudah dihina begitu saja."


Guan Ning berhenti sejenak, gadis itu terkejut, sejak kecil dia selalu dimanja dan disayang. dalam pikirannya hanya ada kepentingan diri nya. tidak ada orang lain, kalau ada orang tidak menghormati dirinya, dia akan menganggap bahwa orang itu telah berdosa besar kepada nya.Tapi jika giliran dia menghina orang lain, dia menganggap itu memang pantas, belum pernah ada seorang pun yang berani membantah nya.


Maka setetah mendengar kata kata Guan Ning, dia merasa aneh.


Guan Ning berkata lagi, "Kata kataku tadi bukan untuk menjelas kan perasaanku kepada Nona. Nona harus tahu kalau aku tidak suka berbohong, kau boleh percaya boleh tidak kepada kata kataku tadi, semua terserah Nona."

__ADS_1


Suara Guan Ning sangat rendah dan pelan tapi semua kata katanya berat seperti beribu ribu kilogram batu.


Nada dan logat nya keras, seumur hidupnya gadis itu belum pernah mendengar perkataan seperti ini, dia menjadi terpaku dan tidak bisa berkata apapun.


Guan Ning baru selesai bicara, tangan yang memegang pedang itu tiba tiba dibalik kan, dengan posisi horisontal dia siap memotong ke leher nya diri nya.


Gadis berbaju hijau itu merasa kaget dan dia berteriak, dengan kecepatan seperti kilat dia berlari ke arah Guan Ning,walaupun gerakannya sangat cepat tapi sudah terlambat.


Guan Ninga akan mati dengan darah memuncrat.


Tapi begitu pedang sedikit lagi mengenai tenggorokan nya,


tiba tiba di sisi nya terlihat bayangan putih berkelebat kemudian siku tangannya terasa kaku, tangannya menjadi tidak bisa digerakkan lagi, gadis itu datang dan langsung memegang pergelangan tangan Guan Ning.


Pemuda angkuh ini ingin mencuci penghinaan terhadapnya dengan cara mengucurkan darahnya tapi hal itu tidak bisa dilakukan nya.


Guan Ning membuka matanya,yang pertama tama dilihatnya adalah mata gadis yang bersinar sinar, dia memandangnya dengan sorot mata aneh dan tidak mengerti.


Guan Ning merasa siku tangannya kaku, rasa itu menyebar ke semua bagian tangannya, tapi dengan sebentar kemudian menghilang


Kemudian dia merasa pergelangan tangannya dipegang oleh sebuah tangan yang hangat juga lembut, perasaan ini merambat melewati pergelangan dan menyebar ke seluruh tubuhnya.


Mereka saling memandang. Guan Ning dengan sedih berkata, "Untuk apa kau menolongku?"


Pemuda yang dalam hidu pnya tidak pernah dihina itu, perasaannya benar benar terpukul, dalam satu hari dia sudah mengalami berbagai macam cobaan....


Takut, bingung, aneh, putus asa, lapar dan lelah semua membuat harga diri dan kepercayaan dirinya tersiksa dan terpukul.

__ADS_1


Begitu gadis itu menghina, hatinya yang lemah sudah tidak bisa menanggung beban beratnya.


Sekarang dia masih bingung di tempatnya, pikirannya buntu dan tidak bisa berpikirjauh.


Dia berusaha memberontak, melepaskan pergelangan tangan nya dari pegangan gadis itu tapi dia masih merasa lemas, rasa itu membuatnya malas bergerak.


Gadis itu merasa masih memegang tangan Guan Ning,wajahnya langsung menjadi merah.


Segera dia melepaskan tangan Guan Ning dan dia menurunkan tangannya....


Terdengar suara dingin yang berkata dengan perlahan, "Mengapa tiba tiba kau ingin mati? Kau tidak boleh mati karena kau telah berjanji kepadaku, dan janji itu belum terlaksana."


Guan Ning membalikkan kepalanya, dia tahu sikunya kaku karena laki laki berbaju putih itu telah menotoknya, dia tahu kalau


laki laki berbaju putih itu adalah seorang pesilat berilmu tinggi karena itu Guan Ning tidak merasa aneh.


Sekarang gadis itu baru sadar selain pemuda itu ternyata masih ada orang ketiga disana,dengan aneh dia bertanya kepada dirinya sendiri, "Mengapa tadi aku tidak memperhatikannya?"


Karena itu wajah yang tadinya sudah merah sekarang bertambah merah lagi. Dia merasa sejak pandangan pertama dan dimulainya pembicaraan dengan pemuda ini, di dalam hatinya timbul perasaan aneh.


Perasaan ini belum pernah dia rasakan sebelumnya, karena itu dia merasa sangat terkejut dengan perasaan hatinya.


Dengan segala keangkuhan dan kesadisannya, dia pura pura menutupi perasaannya tapi sekarang dia tahu kalau semua caranya sudah gagal.


Dengan kesal dia melihat laki laki berbaju putih itu, dia melihat ada sesuatu yang lebih aneh lagi.


Wajah laki laki berbaju putih itu seperti ada yang kurang beres, bentuk wajahnya begitu jelas,wajahnya tampan seperti diukir tapi ada suatu kekurangan yang membuat wajahnya terlihat dingin dan masa bodoh…

__ADS_1


Karena itu sepasang mata gadis yang bercahaya itu terus melihat bajunya kemudian baru dia berteriak, "Orang ini sama sekali tidak berperasaan sebagai manusia!"


__ADS_2