MISTERI DUNIA PERSILATAN

MISTERI DUNIA PERSILATAN
EPISODE 48


__ADS_3

Matanya terlihat bersih dan bening. Sorot mata dan baju yang dipakainya benar benartidak cocok tapi orang yang berlalu lalang di sepanjang jalan tidak memperhatikan hal itu.


Keluar dari kota, tidak ada seorangpun yang melihat kusir berbaju usang itu, karena itu lah dia menjadi tertawa, dari mulutnya terlihat giginya yang bersih.


Siapakah dia?


Tidak perlu dikatakan lagi, kita pasti sudah mengetahuinya,supaya tidak menarik perhatian orang, kusir ini menutupi penampilan sehari harinya kalau dia adalah seorang sastrawan terkenal, orang kaya,dan Tuan Muda Guan Ning yang tampan.


Sesudah berpamitan dengan Si Tu Wen, beban dihatinya terasa berkurang banyak. Pak tua yang berjiwa besar itu sudah memberikan kepercayaan diri yang besar kepadanya karena itu dengan tenang dia bisa meninggalkan rumah dan memulai petualangannya didunia persilatan.


Sekarang di bawah tiupan angin dingin, dia tidak bisa lagi melihat tembok kota Bei Jing yang gagah, perasaannya kepada kota Bei Jing yang kuno,dia merasa rindu karena itu dia tidak berani membalikkan kepalanya untuk melihat lebih jelas, karena dia takut kalau kerinduan pada kota itu akan bisa menghapus keinginan hatinya untuk berkelana.


“Kemarin sewaktu aku akan meninggalkan kota Bei Jing....”


Kemarin ini sewaktu dia akan meninggalkan kota Bei Jing, ingatan itu masih segar dalam pikirannya,tapi dia tidak berani berpikir lebih lanjut karena dia akan teringat kepada Nang Er, teringat kepada Du Yu, teringat kepada Ling ying yang cantik dan berbaju hijau,teringat sepanjang perjalanan pulang ke Bel jing, Ling ying selalu memberikan kehangatan dan perhatian.


Dia tahu semua hal itu akan memberinya rasa rindu yang sangat dalam dan tidak pernah terlupakan.


Kereta berjalan lebih cepat lagi.


Dia berpikir, “Aku harus pergi ke Miao Feng Shan terlebih dulu dan aku akan mencari seorang tabib sakti untuk menghilangkan racun yang ada di tubuh pelajar berbaju putih misterius ini... pil Cui Xiu Xin Tan benar benar manjur. Bisa membuat orang yang keracunan, walaupun tidak bisa ditawarkan dan orang yang terkena racun tidak sadarkan diri tapi setidaknya dia tidak akan mati. Meskipun sepuluh tahun ke depan belum ada obat penawarnya,tapi dia tetap tidak akan mati!“


Guan Ning baru merasakan kebesaran dunia dan anehnya dunia yang membuatnya tidak bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya.


Sejak kecil hingga dewasa, dia telah membaca banyak buku tapi pengalaman dan pelajaran yang dia dapatkan di sekolah tidak sebanyak pengalaman yang didapatkannya di Gunung Si Ming yang lamanya hanya beberapa hari itu.

__ADS_1


Sewaktu dia sedang melamun,tiba tiba di depannya ada seseorang yang sedang marah, ““Cepat menyingkir, pelayan buta!“


Terlihat di depan ada sebuah kereta berlari dengan kencang dan siap menabrak keretanya.


Walaupun Guan Ning kaget, dia juga merasa marah dan berpikir, ““Kenapa kusir itu sangat tidak sopan, baru saja membuka mulut dia langsung memarahi orang dan mengatakan aku adalah pelayan buta, dia sendiripun seorang pelayan tapi dia memarahi orang lain buta, bukankah ini hanya seperti lelucon yang tidak lucu?“


Sejak kecil dia memang sudah hidup berkecukupan, sekarang pada saat dia dimarahi sebagai pelayan buta, ini adalah pengalaman pertama baginya ditambah lagi orang yang memarahinya hanya kusir biasa.


Karena itu dia segera marah dan berteriak, “Apakah kau tidak bisa menghindar dulu... kau yang pelayan buta.“


Karena kedua kereta berjalan sangat cepat dan Guan Ning masih marah, kuda yang menarik kereta meloncat menghindar, kedua kusir itu sama sama kaget dan menarik tali kekang kuda mereka, kedua kereta miring kesisi, hampir saja kereta terguling.


Tangan Guan Ning penuh dengan keringat, untung sekarang tenaga dalamnya sudah maju pesat kalau tidak, benar benar tidak terbayang apa yang akan menimpa dirinya.


Sedangkan kusir kereta itupun sama kagetnya dan diapun segera meloncat turun.


Suaranya belum habis, pecut yang dipegangnya tampak melayang ke wajah Guan Ning.


Guan Ning marah dan membentak, ““Apa kau ingin mencari mati?”


Dengan cepat tangannya menyambar pecut itu, ilmu pedangnya memang sudah ada dasar ditambah lagi selama beberapa minggu dia berlatih dengan rajin, apalagi ilmu silat yang dipelajarinya sekarang adalah ilmu silat paling sempurna.


Walaupun tidak ada orang yang memberi petunjuk ilmu ilmu itu, ditambah lagi ilmu silat yang didapatnya sangat misterius, dengan dasar dia mempunyai bakat dalam ilmu silat, karena itu dengan cepat,tepat, pecut berhasil dipegangnya,Tapi.…


Pecut yang dipegang oleh kusir itu seperti mempunyai mata.

__ADS_1


Begitu Guan Ning mengeluarkan tangan untuk menyambar, pecut itu melengkung kearah lain. Suaranya terdengar kencang dan menyerang nadi Guan Ning yang lain.


Kalau peristiwa ini terjadi beberapa hari yang lalu, mungkin Guan Ning akan terluka karena pukulan pecut ini,tapi sekarang walaupun dia dalam keadaan terkejut tapi dia tetap bisa memutar pergelangannya, kedua jarinya membentuk seperti gunting dengan cepat menggunting pecut yang siap menyerang telinganya.


Jurus ini terlihat sangat biasa tapi perubahan yang terjadi sangat Cepat dan tepat, gerakan ini biasanya hanya bisa dilakukan oleh Pesilat tangguh yang bisa mempunyai jurus ini.


Pesilat biasa yang berlatih selama hidupnya juga belum tentu bisa mengeluarkan jurus sangat sederhana dan tidak aneh ini.


Kusir yang sedang marah besar itu sekarang mulai terkejut, pecutnya turun dengan dengan posisi miring.


Perubahan yang terjadi beberapa jurus berlangsung secara tiba tiba dan cepat seperti kilat,tapi di dalam hati mereka masing masing merasa sangat terkejut.


Sebelum mereka berkelahi tidak menyangka kalau lawan mereka adalah kusir yang bisa mengeluarkan jurus yang begitu hebat.


Guan Ning turun dari keretanya dan bersiap marah. Begitu dia melihat....


Lawannya ternyata adalah kusir yang mengenakan mantel yang terlihat berat dan tebal, dia juga memakai topi usang, pecut yang baru saja diturunkan, siap diayunkan lagi...


Mata mereka sudah saling memandang, sama sama mempunyai sepasang mata yang bersih dan berkilau, dalam hati mereka tidak menduga lawannya ternyata adalah laki laki yang begitu tampan.


Begitu beradu pandang, mereka sangat terkejut dan terpaku.


Guan Ning dengan tenang berkata, ““Kenapa Tuan berjalan begitu tergesa gesa, untung yang ada dikereta itu adalah aku. Jika orang lain bukankah akan mati seketika karena ditabrak oleh kereta Tuan, apalagi di dalam kereta ada orang yang sedang terluka dan sakit!“


Pengalamannya sangat sedikit, didikan yang diterimanya sejak kecil membuat kata katanya terdengar sangat sopan, dia tidak terpikir kalau dari mulut seorang kusir kasar apakah akan keluar kata kata seperti itu?

__ADS_1


FB@ardhy ansyah


Ig@ardhy_ansyah123


__ADS_2