
“Semua orang dunia persilatan tahu kalau pesilat tangguh yang mati di Wisma Si Ming semua mati ditangan iblis yang sekarang berada di dalam keretamu,jangankan Shao Lin,Wu Dang yang berhubungan langsung dengan peristiwa ini, Kun Lun dan Tian Zhang, perkumpulan ini pun karena peristiwa berdarah
Ini, mereka keluar untuk meminta keadilan. Sekarang daerah Chang Jiang dan Huang He, di kedua sungai itu menjadi tempat berkumpulnya orang persilatan, mereka akan meminta keadilaan karena peristiwa di Wisma Si Ming.Walaupun iblis yang ada di dalam keretamu berilmu silat tinggi, apakah dia bisa menahan gabungan semua orang dunia persilatan?” Dia tertawa tapi juga menghembuskan nafasnya. “Kali ini aku membawamu ke Gunung Miao Feng hanya sekedar untuk mencari tabib sakti,jika hal ini diketahui oleh dunia persilatan, akupun akan sulit melarikan diri.... heehh Di depan sana ada rumah makan, kita mampir kesana dulu setelah itu baru naik ke Gunung Miao Feng, bagaimana menurutmu?“
Guan Ning mengikutinya dari belakang, dia terus memikirkan kata kata Wu Bu Yun, bukan karena mendengar kata kata Wu Bu Yun maka dia menjadi takut,tapi yang dia khawatirkan adalah apakah dia bisa mengungkapkan rahasia Wisma Si Ming.
Karena sampai saat ini dia semakin tenggelam ke dalam kabut yang tebal, sedikit bukti untuk mulai mencari tahu juga tidak ada, diam diam dia berkata pada dirinya sendiri. “Cangkir yang tiba tiba Saja menghilang itu sebenarnya siapa yang telah mencurinya? Di pondok itu tiba tiba saja muncul pak tua, sebenarnya siapa pak tua itu? Di jembatan kecil pada saat aku menyeberang siapa yang telah menyerangku dengan senjata rahasia? Apakah E Mei Bao Nang? Pelajar berbaju putih itu kapan dan dimana telah terkena racun? Siapa yang telah meracuninya? Semua ini hanya pelajar berbaju putih saja yang bisa menjawab walaupun hanya sebagian, Siapapun tidak akan bisa memberikan jawabannya tapi pelajar berbaju putih ini sudah hilang ingatan. Siapa namanya juga dia tidak tahu.“
Dia menghembuskan nafas panjang. Mereka sudah sudah sampai di rumah makan, arak bisa membuat semua masalah sirna untuk sementara.
Dengan langkah besar dia pun masuk ke dalam rumah makan itu, lalu dengan langkah tergopoh gopoh dia keluar lagi, angin dingin menghembus tubuhnya, dia sudah tidak merasa dingin lagi.
Wajah Wu Bu Yun pun sudah berubah menjadi merah, mereka berdua mabuk di rumah makan kecil ini, dengan tidak bersuara mereka terus saja minum tapi sekarang perasaan mereka mulai bergejolak.
Dua orang pemuda berbaju compang camping, mereka pasti tidak akan menarik perhatian orang.
Wu Bu Yun merasa sangat senang,tapi bagi Guan Ning ini adalah Partama kalinya tidak dipedulikan orang lain.
Karena itu sewaktu dia akan meninggalkan rumah makan, dia memberikan uang cukup banyak kepada pelayan, membuat Palayan itu merasa kaget hingga terpana.
Sekarang dengan langkah besar dia berjalan menuju keretanya. Dia berkata, “Kakak Wu, tadi kau sudah menasehatiku dengan beberapa kalimat. Sekarang giliranku yang bicara.... Pertama, aku tidak tahu mengapa T etua Gong Sun hisa terluka....”
Wu Bu Yun menjawab, “Tetua Gong Sun terluka karena dia merasa sedih telah kehilangan saudara kembarnya, maka dia merasa marah dan dengan sekuat tenaga berusaha melawan iblis itu.,tenaga dan nafasnya habis, ditambah lagi dengan adanya angin dingin yang menyerang tubuhnya, karena hal inilah maka beliaupun roboh di gunung terpencil itu. Jika bukan secara kebetulan bertemu danganku, tetua yang selalu bersikap adil, lurus, dan mempunyai hati pendekar ini, pasti akan mati ditangan kalian.“
__ADS_1
Guan Ning tertawa terbahak bahak, “Apa? Mati ditangan kami.... hei, kakak Wu, kau salah besar, walaupun aku.... tidak ada Hubungannya dengan peristiwa ini, sekalipun orang yang ada di dalam keretaku berniat mengambil nyawa Gong Sun Zuo Zu, sejak awal dia pasti sudah mengambilnya tidak perlu menunggu sampai sekarang…”
Wu Bu Yun mengerutkan dahinya. Dia ingin membantah.
Guan Ning dengan cepat berkata lagi, “Aku harus bersulang dengan Kakak Wu, kelak aku pasti bisa mencari kebenaran tentang semua persoalan ini dan membuktikan bahwa tetua yang ada di dalam keretaku tidak ada hubungannya dengan semua peristiwa ini.... aku ingin melihat bagaimana para tetua dunia persilatan menjawabnya.”
“Kalau memang dia yang melakukannya, bagaimana?”
Tangan kanan memukul tangan kiri. Guan Ning berkata, “Kalau Dia memang biang keladi semua hal ini, aku akan membunuh dia untuk membalaskan dendam pendekar pendekar dunia persilahan yang sudah mati.”
Wu Bu Yun tertawa dingin, “Apa? Kau ingin membunuh dia. Hei, hei… Hei”
Segera dia membalikkan badan dan menjalankan keretanya, dia Sama sekali tidak melihat ke arah Guan Ning lagi.
Guan Ning dan Wu Bu Yun sedikit mabuk, mereka menjalankan kereta lebih kencang lagi. Walau pun Guan Ning merasa banyak persoalan yang harus dia sampaikan kepada Wu Bu Yun, tapi roda kereta mengeluarkan bunyi keras
Bila dia memaksa bicara,tetap tidak akan terdengar oleh Wu Bu Yun,terpaksa dia hanya menyimpannya di dalam hati.
Malam musim dingin di utara datang lebih awal.
Guan Ning melihat ke depan, di depan tampak gelap dan banyak lampu yang mulai dinyalakan.
Dia tahu kota yang ada di depan sana adalah kota yang lumayan besar, walaupun dia lahir dan besar di ibukota, tapi dia tidak tahu apa nama kota itu, lebih lebih tidak tahu berapa jauh lagi mereka harus berjalan?
__ADS_1
Salju masih turun, dari dalam kegelapan tiba tiba muncul dua kuda yang besar.
Kedua ekor kuda itu datang dengan cepat dan tampak terburu buru, kecepatannya seperti kilat.
Guan Ning kaget. Peristiwa kereta mereka yang bertabrakan seakan terulang lagi.
Karena itu dia segera berteriak, “Cepat tarik tali kekang kudanya!“
Hanya dalam waktu singkat kedua ekor kuda itu lewat, dalam derap lari kuda, terdengar suara tawa dan marah, “Bocah penakut, kau tidak perlu merasa takut sampai seperti itu, kami tidak akan menabrakmu.”
Suaranya tinggi dan menggunakan logat Shan.
Dari sana dapat diketahui bahwa orang orang tadi tak lain adalah pendekar pendekar yang akan berkumpui disini.
Guan Ning bertanya kepada Wu Bu Yun, “Kakak Wu, apakah kau melihat dengan jelas bagaimana wajah mereka?”
Tapi begitu menoleh ke arah Wu Bu Yun,topi Wu Bu Yun sudah tertarik ke bawah.
Begitu mendengar kata kata Guan Ning, dia tidak mengangkat kepalanya, hanya terdengar suara dari hidungnya, “Jangan mengurusi masalah orang lain.”
Fb@ardhy ansyah
Ig@ardhy_ansyah123
__ADS_1