Misteri Teror Arwah Mika

Misteri Teror Arwah Mika
Rumah tersendiri


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama Rio pun sampai di area proyek itu. Ia tak habis pikir ternyata pujaan hati nya sudah ada yang memiliki. Kelihatanya ia lebih mapan dan lebih baik dari pada Rio. Ia pun berjalan ke warung kopi dengan sangat lesu menerima kenyataan ini. Setelah sampai di warung kopi ia lantas memesan secangkir kopi dan memakan gorengan yang tersedia. Mulai saat itu ia pun sering melamun karena ia tidak bisa mendapatkan gadis itu. "woi loe kenapa kok murung gitu. Telat gajian loe." tanya preman itu saat ia datang. "bukan gitu bang gua lagi ada masalah aja sih. Cuman masalah kecil aja." kata Rio. "tapi proyek aman kan." tanya preman itu. "aman aja semuanya lancar." sahut Rio sembari berusaha tersenyum. Setelah itu Rio langsung menyeruput kopi nya. Entah mengapa di pikirannya kali ini hanya gadis itu di bawa oleh siapa, ia begitu kecewa karena seluruh perjuangannya tidak membuahkan hasil. Saat sedang memikirkan hal itu tiba-tiba ia melihat jika gadis itu datang ke proyek dengan laki-laki yang menjemputnya tadi. Tidak sampai di situ ia juga berhenti di dekat warung itu, kemudian gadis itu turun dan membeli dua botol air mineral dan beberapa gorengan. Tidak seperti biasanya ia seperti menganggap Rio tidak ada. Ia hanya fokus pada keperluannya untuk membeli. Rio terus memandangi gadis itu dengan tatapan sinis, kali ini emosinya tidak dapat di bendung. Rio segera meraih tangan gadis itu dan menariknya, ia juga memeluk gadis itu dan ingin menciumnya. Tapi Andri dengan sigap merebut gadis itu dari tangan orang seperti Rio. Dengan sedikit kesal Andri langsung ngomel ke Rio. "eh mas maksud kamu apaan kenapa seenaknya gitu sama pacar saya. Selama saya pacaran ama dia saya tidak pernah melakukan itu sama dia, kamu siapa kok kurang ajar gitu ama dia." bentak Andri pada Rio. "yang kurang ajar itu kamu seenaknya kamu merebut dia dari aku. Dia itu sudah di calonkan dengan aku. Mending kamu berikan dia pada saya atau kamu akan menyesal berurusan dengan saya." ancam Rio. "heh kamu pikir saya takut lagian juga. Kayaknya kamu salah orang deh mana mungkin dia mau sama kamu. Kenal aja enggak." kata Andri. "iya kamu siapa, sok kenal banget, mana kurang ajar lagi." kata gadis itu yang sedang memeluk Andri. "apa kamu bilang, kamu gak kenal aku, memang ya kalian sama saja. Dan untuk kamu aku bakal habisin seluruh keluarga kamu di desa." ancam Rio pada gadis itu. "sorry ya aku dari dulu tinggal di kota jadi mana mungkin aku punya keluarga di desa. Jangan ngaco kamu." kata gadis itu sedikit ciut. "udah yuk sekarang kita pergi aja dari tempat ini, kamu juga udah mulai capek kan. Kita pulang ya." kata Andri seperti orang pacaran betulan. "iya kita pulang aja." sahut gadis itu.

__ADS_1


Melihat kemesraan mereka Rio pun marah dan ia segera melayangkan pukulan ke arah Andri. Dengan sigap Andri langsung menghindari pukulan itu, ia juga melindungi gadis itu supaya tidak terkena pukulan dari Rio. Andri menyuruh gadis itu untuk segera menuju ke motornya dan langsung memasang helm. Karena target Rio adalah gadis itu maka ia berusaha mengajar gadis itu. Tapi langkahnya di cegah oleh Andri, Andri kemudian mendorongnya dan memperingatkannya supaya ia tidak macam-macam dengan gadis itu. Tak suka di peringati, Rio pun langsung menyerang Andri. Tapi dengan mudah Andri menghindari serangan Rio. Karena tidak ingin berlama-lama dengan pertarungan itu Andri pun segera melumpuhkan Rio dengan menendangnya. Rio pun tersungkur dan ada dua satpam proyek yang melihatnya langsung berlari untuk melerai Andri dan Rio. Melihat itu Andri segera menuju motornya dan langsung meluncur dengan cepat. Rio yang melihat itu berusaha mengejar namun karena tidak hati-hati kakinya terbentur dengan kursi warung itu. Ia pun mengerang kesakitan dan juga sangat kesal, kedua satpam yang ingin membantunya justru ia hempaskan dan ia caci-maki. Sementara preman itu ternyata sudah pergi sejak Rio mulai berkelahi dengan Andri. Rio yang sudah tidak berdaya hanya marah-marah tidak jelas membuat semua karyawan proyek memandang ke arahnya.

__ADS_1


Di sisi kanan-kiri nya tidak ada satupun rumah yang berdiri di situ. Ia terus menyusuri tempat itu hingga ia menjumpai Rio sedang mengetuk pintu rumah tersebut. Alex pun segera bersembunyi supaya keberadaannya tidak di ketahui oleh Rio. Tak butuh waktu lama pintu itu pun terbuka dan ia melihat seorang pria bungkuk dan berjanggut keluar dari rumah itu. Ia kemudian menyuruh Rio untuk masuk dan bersegera menutup pintu. Alex pun segera memberitahu pada Leo dan Andri tentang kejadian itu. Mendapat kabar dari Alex mereka berdua langsung meluncur ke tempat itu mengikuti jps yang telah terpasang di motor Alex. Sembari menunggu Andri dan Leo datang Alex pun kembali mendekat ke rumah itu. Untung saja di sisi rumah itu ada pohon besar sehingga dengan mudah untuk Alex bersembunyi jika sewaktu-waktu ia ketahuan.

__ADS_1


__ADS_2