
"kemampuan beladiri mu lumayan juga ya, belajar di perguruan mana." tanya ketua sekte itu pada Alex. "tidak usah banyak bicara mendingan kamu maju sini hadapi saya, tunjukan lah jiwa kepemimpinan mu kepada semua anggota busuk mu ini." tantang Alex pada ketua sekte itu. "apa kau bilang, kurang ajar sekali ya kamu beraninya mengatai kelompok ku ini kelompok busuk. Oh ini artinya kamu mencari mati di sini. Asal kamu tau ini adalah tempat kami semua membuat ritual, dan kamu sekarang berada di kandang kami. Namun aku akui nyalimu di atas rata-rata, tapi jangan sombong dulu ayo kita duel tunjukan siapa dirimu sebenarnya." kata sekte itu pada Alex. Kemudian ketua sekte itu langsung menyerang Alex secara bertubi-tubi, tapi Alex menanggapi serangan itu dengan hanya menghindari saja. Ini ia lakukan supaya ia memiliki sedikit tenaga guna menghabisinya. "ayo serang aku, tunjukan kesombongan mu itu wahai anak muda." ujar ketua itu pada Alex dengan nafas tersengal-sengal. "kamu betul mau melihat jurus beladiri ku." kata Alex pada ketua itu. "tunjukanlah jangan hanya banyak bicara saja." sahut ketua itu. Alex pun mundur beberapa langkah dan tanpa basa-basi ia langsung menyerang ketua sekte itu. Melihat pergerakan Alex yang sangat lincah, ketua sekte itu tidak bisa mengelak dari terkena pukulan dan tendangan yang Alex lancarkan. Ia begitu kewalahan dengan serangan Alex yang sangat membabi-buta itu. Hingga akhirnya Alex menendangnya dan tepat mengenai dada dari ketua sekte itu. Ia langsung terpental menabrak pohon serta memuntahkan cairan merah dari mulutnya. Melihat hal itu Alex hanya tertawa dengan sangat kencang. Mendengar ketawa Alex yang cukup menakutkan itu membuat semua anggota sekte ketakutan. Mereka tidak menyangka jika ketua mereka yang sangat mereka takuti kalah dengan mudah di tangan pemuda yang mungkin tidak sebanding dengan ketua mereka. Namun mereka juga harus mengakui jika ilmu beladiri pemuda itu sangatlah tinggi sehingga ia dengan mudah untuk mengalahkan ketua mereka. Melihat hal itu mereka tidak ada yang berani mendekati Alex. Mereka justru mundur beberapa langkah dan sebagian ada yang menolong ketua mereka. Tapi bukanya berterima kasih ketua itu justru menghempaskan anggotanya yang sedang menolong dirinya. Ia kemudian bangkit dengan bersusah payah dan langsung mengambil dupa dari balik jubahnya. "kamu jangan jumawa dulu anak muda. Aku belum kalah sekarang aku mau memanggil junjungan ku dan bersiaplah dia akan menghancurkan mu sehancur-hancurnya." kata ketua itu kemudian ia tertawa dengan sangat keras. Setelah itu ia langsung membakar dupa yang ia bawa, asap mengebul dari atas dupa itu dan dia langsung membacakan mantra untuk memanggil junjungannya itu. Sesaat kemudian angin bertiup sangat kencang, hal itu membuat gadis yang ia tolong segera mendekatinya dan langsung memeluk Alex dengan sangat kencang. Ia terlihat sangat ketakutan dan tampak kecemasan yang teramat sangat di wajahnya. Berbeda dengan Alex kali ini ia justru agak sedikit merinding menghadapi amukan dari ketua sekte itu. Ia seperti menyadari jika yang ia hadapi adalah iblis bukan lagi jin ataupun dedemit yang kasta mereka sangat rendah di bawah iblis itu. Ia merasa badanya terkunci dan sangat sulit untuk ia gerakan. Namun dengan sekuat tenaga ia berlari melepaskan pelukan dari gadis itu dan segera mematahkan dupa yang menyala. Syukurlah dengan cara itu ia berhasil meredakan angin yang sangat kencang tersebut. Kemudian Alex segera menendang ketua sekte itu dengan sangat keras hingga terdengar gesekan dari tulangnya. Kemudian setelah itu datanglah kelompok mafia yang sempat Alex telepon. Dengan segera mereka langsung menghajar semua kelompok sekte itu. Kali ini Alex hanya terdiam melihat pertempuran yang sangat sengit itu. Kelompok mafia yang membantunya, mereka semua membawa alat untuk memukul seperti tongkat baseball dan lain-lain sedangkan kelompok sekte hanya mengandalkan tangan kosong saja. Sungguh pertempuran yang sangat tidak imbang namun itu sangat memanjakan mata bagi mata Alex yang sudah lama tidak melihat pertempuran semeriah itu.
__ADS_1
Kala sedang asyik nya melihat pertempuran kedua belah pihak itu Alex justru mendapatkan serangan dari ketua sekte itu. Ia tidak menduga jika sekte itu masih bisa menyerangnya. Karena serangan itu Alex pun tersungkur, ia memegangi punggungnya yang kesakitan akibat di hantam dengan sebilah kayu. Melihat Alex tersungkur gadis itu hanya berteriak memanggil nama Alex. Ia sangat khawatir karena Alex tidak kunjung bangkit dari jatuhnya. Kemudian ketua sekte itu berteriak pada anggotanya dan kelompok mafia supaya mereka berhenti bertarung. "wahai kalian semua lihatlah orang sombong ini, sudah tidak berdaya dan aku sudah mengembalikan kesombongannya pada junjungan kita. Sekarang ia sudah mati dan tidak ada lagi yang bisa menghentikan kita." kata ketua itu pada semua orang. "wahai ketua sekte yang bodoh. Tidak segampang itu kamu mengalahkan ketua kami. Ia tidak mudah di kalahkan walaupun kalian semua menyerangnya secara bersamaan, dia pribadi yang kuat dan tangguh, kekuatannya sama dengan seratus orang di antara kalian." ujar ketua mafia itu pada mereka. "tidak mungkin, jika kekuatannya seperti seratus orang dari kami maka dia tidak akan mati dengan mudah seperti ini. Tapi kalian lihatlah dia sudah terkapar dan tidak akan bisa bangkit lagi." kata ketua sekte itu. Namun apan yang di katakan oleh ketua mafia itu benar, tiba-tiba Alex bergerak dan langsung berbalik melompat ke arah ketua sekte itu. Ia kini menjadi liar dan seperti tidak terkendali. Sesaat kemudian tubuhnya berubah menjadi seekor macan loreng. Ia kemudian menyerang ketua sekte itu dengan buasnya. Sesaat kemudian ia berdiri dan berubah menjadi siluman harimau. Setelah itu ia langsung meraih jubah anggota sekte itu dan segera melemparkannya ke atas pohon. Seketika ketua sekte itu langsung melayang dan nyangkut di sebatang ranting pohon itu.
__ADS_1
Sesaat kemudian Alex langsung terkulai lemas dan tubuhnya ambruk seketika. Namun tubuhnya berhasil di tangkap oleh gadis yang ia tolong tadi. "kalian semua cepat tangkap semua anggota sekte itu kemudian kalian bawa ke basecamp kita." kata Alex pada semua anggota mafia itu kemudian ia terkulai pingsan. Dengan sigap mereka mulai menangkap satu-persatu anggota mafia itu dan mereka tidak menunjukan perlawanan sedikitpun saat di tangkap. Sepertinya mereka sudah merasa takut menghadapi Alex yang notabene dirinya bukan manusia lagi di mata anggota sekte itu. Setelah itu mereka semua di bawa ke basecamp kelompok mafia tersebut.
__ADS_1