Misteri Teror Arwah Mika

Misteri Teror Arwah Mika
Misi untuk Alex


__ADS_3

"iya kak hati-hati."sahut Liana. Kemudian Leo pun segera keluar dari kelas itu. Namun entah mengapa ia kembali masuk ke dalam. Kemudian ia mendatangi guru yang tadi memarahi Liana. Awalnya guru itu tersenyum pada Leo dan ingin menjabat tangannya. Namun Leo justru menepis tangan guru itu dengan kasar. Guru itu pun kaget dan lantas bertanya pada Leo. "maaf tuan muda mengapa anda menepis tangan saya dengan begitu kasarnya." tanya guru itu. "tidak usah tau mengapa saya melakukan demikian pada kamu. Kelihatannya kau bersekongkol dengan ayah Sigit untuk segera mengeluarkan Liana dari sekolah ini." kata Leo penuh intimidasi. "maaf tuan, maksud tuan muda apa ya." tanya guru itu keheranan. "tidak usah berkelit. Sedari tadi saya perhatikan kamu selalu menjatuhkan Liana dan memojokinya. Padahal kamu sendiri sama sekali tidak mengetahui fakta sebenarnya. Kamu sepertinya sengaja di datangkan untuk membuat suasana menjadi keruh dan semua orang memandang Liana adalah penjahat." tegas Leo pada guru itu. "tidak tuan muda, saya sama sekali tidak mempunyai niat seperti itu. Yang saya lakukan tadi itu hanya tugas saya sebagai guru BK, tidak lebih tuan muda." sangkal guru itu yang ternyata seorang guru BK. "tapi apakah pantas seorang guru mempermalukan muridnya di depan murid yang lainnya. Apakah tidak ada ruang BK di sini untuk menanyai Liana perihal kejadian ini." tanya Leo padanya. "ada tuan namun saya tidak sempat memikirkan hal itu karena saya sangat kecewa dengan Liana setelah mendengar kabar tersebut." sangkal guru itu. "udah kak, aku gak apa-apa kok, yang terpenting sekarang telah jelas siapa yang salah dan siapa yang benar jadi aku minta tolong jangan apa-apakan guru aku." kata Liana memelas. "ok, sekarang kamu masih selamat karena Liana yang meminta langsung pada saya, tapi jika kamu mengulanginya lagi maka langsung berurusan dengan saya, permisi." kata Leo kemudian langsung pergi keluar dari kelas itu dan segera berangkat ke kampusnya. "Liana maafin ibu ya, terimakasih juga sudah ngebelain ibu." kata ibu BK pada Liana. "iya buk sama-sama." sahut Liana. Kemudian ibu BK itu langsung mempersilahkan pada wali kelas yang ingin mengajar kelas itu untuk masuk. Kemudian Liana langsung mengikuti pelajaran itu hingga jam istirahat tiba.

__ADS_1


Saat jam istirahat tiba Liana langsung mengirimkan pesan pada semua temanya untuk segera kumpul di kantin sekolah. Setelah mengirim pesan itu Liana langsung menuju ke kantin ia segera duduk di salah satu bangku dan segera memesan minuman. Kemudian datanglah ketiga temannya dan langsung duduk di dekat Liana. "temen-temen, aku ngerasa bersalah deh sama kakak itu." kata Liana pada ketiga temanya. "bentar tadi urusannya sama Sigit gimana, udah beres kan kak." tanya Laila pada Liana. "kalau itu udah beres, ternyata memang mereka yang mau menjebak aku, tapi syukurlah ada kakaknya pria itu, jadinya aku selamat deh." sahut Liana. "kakak pria itu, maksud kakak pria yang waktu itu asyik makan batagor itu kan." tanya Dian. "iya, dia datang ke sini karena di suruh sama adiknya, sekarang adiknya itu lagi pergi ke luar negeri ada urusan mangkanya dia tidak bisa datang ke sini." kata Liana menjelaskan. "terus kakak bilang tadi gak enak. Kenapa kak." tanya Dian. "ya kalian tau lah. Semalam aku pergi seenaknya waktu aku ngelihat pria itu jalan sama cewek. Setelah itu aku benci banget sama dia dan aku berjanji untuk tidak menghubungi dia lagi. Terus pas aku mintain tolong sebelumnya dia juga cuek banget. Jadi aku pikir dia enggak peduli sama aku. Tapi nyatanya, dia tetep mau nolong aku walaupun bukan dia langsung yang turun tangan. Aku jadi gak enak nih sama dia." kata Liana pada ketiga temanya itu. "aku sih setuju aja kak. Tapi maaf nih kak ya. Kakak harus jaga jarak juga, karena dia sudah ada yang punya. "kalau itu sih pasti Dian. Lagian aku kan sama sekali enggak naruh perasaan sama dia." kata Liana. "enggak usah di tutupin kan. Semalam juga kakak kaya cemburu berat ngelihat pria itu jalan sama cewek lain. Iya kak woi." kata Dian pada Laila. "apaan sih gak gitu tau konsepnya. Ini lagi malah sibuk main hp." omel Liana pada seorang yang tengah sibuk dengan ponselnya. "udah udah jangan bahas itu lah, kalian mau pesan enggak. Aku deh yang traktir." tawar Liana pada ketiga temannya. "gak usah lah kak aku bayar sendiri aja." sahut Laila. "Halah sudah, hitung-hitung ini syukuran karena aku tidak jadi di penjara." kata Liana sedikit memaksa. Karena paksaan Liana mereka pun akhirnya mau untuk menerima traktiran Liana. Namun mereka tetap sadar diri dan membeli dengan harga yang murah walaupun di traktir oleh orang yang sangat baik bagi mereka.

__ADS_1


Sementara Alex dia telah sampai di jepang. Ia langsung menuju ke kota Osaka dan segera pergi ke kantor perusahaan milik ayahnya. Setelah sampai ia langsung menemui ayahnya di ruangan pribadi miliknya. "assalamualaikum ayah." kata Alex saat baru masuk ke ruangan ayahnya. "waalaikunsalam, masuk nak." kata ayah Alex padanya. "ayah sehat." tanya Alex pada ayahnya. "syukurlah ayah sehat. Kamu bagaimana kuliah di Indonesia, lancar." tanya ayah pada Alex. "iya ayah, lancar. Emm ngomong-ngomong ayah ngapain manggil Alex ke sini." tanya Alex pada ayahnya. "jadi semalam ayah mendapat telfon dari rekan bisnis ayah di Indonesia, dia sebenarnya bukan direktur namun hanya asisten pribadi. Dia bilang jika perusahaan milik bosnya di ambang kebangkrutan. Jadi ayah menyuruh kamu untuk menjadi investor dan juga donatur perusahaan itu. Kamu bantu perusahaan itu hingga berjaya kembali. Kamu bisa kan." terang ayah Alex. "bisa kok yah. Nama perusahaannya apa, nanti biar Alex bisa langsung menghubungi perusahaan itu." tanya Alex pada ayahnya. "ayah sudah kirimkan di i mail kamu. Jadi ayah minta kamu bisa belajar dari perusahaan ini, kenapa perusahaan ini mengalami kebangkrutan dan juga apa pencegahan untuk itu. Oh iya ayah juga dapat kabar dari ayah Andri katanya Andri siap untuk menjadi konsultan bisnis di perusahaan yang sama. Jadi kalian bisa bekerja sama untuk memulihkan perusahaan itu." ujar ayah Alex. Kemudian mereka mengobrol cukup lama sehingga Alex teringat dengan ibunya. "oh iya bunda mana yah. Kok gak kelihatan." tanya Alex pada ayahnya. "bunda lagi di apartemen. Palingan sebentar lagi datang. Biasa ngantar makanan buat ayah." sahut ayah Alex. Benar saja tak lama setelah itu bunda Alex pun datang. Ia sangat terkejut melihat anaknya berkunjung ke jepang. "ya ampun nak kapan kamu datang." tanya ibunya. "barusan kok bunda, bunda sehat." ujar Alex. "kalau bunda tau kamu bakal datang pasti bunda bawain makanan lebih banyak, kamu sih datangnya mendadak." kata bunda Alex. "udah lah bun lagian aku juga capek, mending kita pulang aku makan di apartemen aja." kata Alex kemudian mereka berdua pun pulang dan Alex langsung beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2