Misteri Teror Arwah Mika

Misteri Teror Arwah Mika
Bertemu syifa


__ADS_3

Kali ini Alex merasakan seperti sedang di manja oleh ibunya. Ia langsung teringat masa dimana dirinya selalu di perlakukan dengan baik oleh kedua orangtuanya sehingga ia lupa akan dirinya sendiri. Namun saat ini dia sudah sadar jika ia harus hidup mandiri karena tidak selamanya dirinya bersama kedua orangtuanya, tapi akan datang masa dimana dirinya akan berpisah dengan orang tuanya dan akan menjadi orang tua bagi anaknya kelak. "makan dulu nak, kamu pasti capek kan." kata ibu Alex pada nya. "iya bunda. Makasih udah nyiapin makanan buat aku." sahut Alex. Kemudian Alex langsung menyantap semua hidangan yang telah di sajikan oleh ibunya. Kemudian ia langsung mandi dan tak lupa mengganti baju nya. Setelah itu Alex langsung bersantai di atas sofa di ruang tv. Melihat anaknya sudah beranjak dewasa tanpa bimbingannya membuat ada kebanggaan tersendiri bagi ibu Alex. Ia tak menyangka jika anaknya yang dahulu cengeng dan juga manja sekarang tumbuh menjadi anak yang kuat dan pemberani. Ibu Alex pun segera menghampiri anaknya dan langsung menanyakan kegiatan dirinya selama di Indonesia. Alex pun menceritakan semua kegiatannya di Indonesia dan memberi tau jika semua bisnis yang telah di bebankan padanya berjalan dengan lancar. "bunda bangga banget sama kamu karena kamu tumbuh menjadi anak yang baik dan juga kuat. Tapi kamu juga ingat pesan bunda ya jaga diri kamu baik-baik di sana. Karena hidup di Indonesia tidak seperti apa yang di bayangkan orang luar negri. Namun jika kamu bisa beradaptasi maka kamu pasti dapat hidup dimana pun itu tempatnya." nasihat bunda pada Alex. "iya bunda aku selalu jaga diri kok." sahut Alex. "oh iya Leo sama Andri sekarang bagaimana kabarnya." tanya ibu Alex padanya. "mereka juga sehat kok Bun. Sekarang justru mereka ada misi tersendiri." jawab Alex. "misi apa nak, apa itu bersangkutan dengan Datuk kamu." tanya ibunya cemas. "bukan Bun entah misi apa sih cuma ya itu urusan mereka, aku gak tau persis sih." sahut Alex. "terus misi kalian untuk melawan dukun yang telah membunuh Datuk apa kalian lupakan." tanya ibunya. "kalau itu kami masih mencari cara Bun. Soalnya kami belum menemukan titik tepat keberadaan dukun itu. Tapi kami akan berusaha untuk bisa menemukanya dengan cepat." sahut Alex. Mendengar penjelasan itu maka ibunya sedikit lega, sebenarnya ia tidak mengizinkan anaknya untuk menjalankan misi tersebut. Namun karena mereka sudah di tuntut untuk menjalankan maka dengan sangat terpaksa ia mengizinkan Alex untuk mengikuti misi itu.

__ADS_1


"ya sudah nak kalau begitu sekarang yang terpenting kamu fokus untuk menyelesaikan kuliah kamu dulu, urusan itu bisa kamu selesaikan jika kamu sudah mengetahui titik terang dimana keberadaan dukun itu berada." kata ibunya. "iya bun. Makasih udah bisa membuat Alex tenang. Alex sedikit kepikiran soal kekhawatiran bunda. Takutnya bunda bakalan sakit kalau Alex kenapa-napa. Tapi bunda tenan aja soalnya Alex sudah bisa mandiri kok. Jadi Alex bakal jaga diri dari semua yang bisa mencelakai Alex. Sekarang bunda tinggal doain Alex supaya Alex selamat menjalan kan misi ini." pinta Alex pada ibunya. Mereka kemudian berpelukan dengan erat melepas rindu dan juga melepas kasih sayang yang tertunda. Setelah itu ibu Alex izin untuk keluar guna membeli keperluan bulanan karena sudah mulai menipis. Alex pun menawarkan diri untuk mengantar ibunya pergi belanja, tapi ibunya menolak karena Alex baru saja tiba takut dirinya kelelahan. Tapi Alex terus memaksa untuk menemaninya sehingga ibunya hanya pasrah dan mengizinkan Alex untuk ikut pergi. Mereka berdua pun langsung menuju ke parkiran apartemen, namun Alex baru ingat jika di sana jarang mempunyai mobil sehingga mereka berangkat dengan berjalan kaki menuju supermarket terdekat. Setelah sampai ibu Alex langsung mengambil troli belanjaan dan langsung memilih barang apa yang harus ia beli. Alex pun membantu mengambilkan barang yang sekiranya ibunya tidak bisa menjangkaunya. Saat di supermarket Alex menubruk seorang gadis sehingga membuat dirinya dan gadis itu terjatuh. Gadis itu pun sedikit mengomel dengan bahasa jepang yang cukup fasih. Namun saat gadis itu melihat kepada orang yang menabraknya ia lantas terdiam. Ia terus menatap Alex dengan tatapan heran, begitu juga Alex menatap gadis itu dengan tatapan seperti telah mengenalnya cukup lama. Saat sedang asyik saling beradu tatapan tiba-tiba ibu Alex datang dan memanggil Alex untuk membantunya membawa kan troli ke kasir. Namun saat melihat ibu Alex gadis itu juga memanggilnya dengan sebutan bunda. Alex pun heran dan langsung bertanya pada ibunya perihal gadis itu. ibunya pun langsung menjawab jika dia adalah adiknya yaitu syifa. Mendengar nama itu Alex langsung saja teringat dengan nya, kemudian Syifa pun segera memeluk kakaknya karena sudah beberapa tahun ini tidak berjumpa dengannya. "Kakak kapan datang, kenapa kok enggak ngasih kabar sih." kata Syifa pada Alex. "barusan aja datang. Kamu ngapain ke sini, pasti ini kerjaan kamu ya ngelayap gak jelas kaya gini." kata Alex pada Syifa. "enak aja tadi bunda suruh aku nungguin di sini katanya mau belanja bulanan mangkanya aku di sini, kalau enggak ya aku bakal langsung pulang." sangkal Syifa. "Halah alasan mu itu. Udah yuk pulang." kata Alex padanya. Kemudian mereka pun segera menuju kasir dan membayar semua barang belanjaan mereka. Setelah itu mereka langsung pulang.

__ADS_1


Sementara Liana ia sangat tidak enak hati pada pria itu, memanglah dirinya sudah membuat dia sakit hati pada malam itu, namun dirinya masih perhatian dengan orang sekitar. Liana sebenarnya masih menyimpan sedikit kekaguman padanya namun ia merasa tidak perlu hingga menaruh rasa yang begitu dalam. Jam pulang pun tiba Liana langsung menuju ke parkiran dan langsung mengambil motornya. Ia kemudian menunggu semua temannya datang untuk sama-sama pulang ke rumah. Di sepanjang perjalanan pikirannya selalu tertuju pada pria itu. Sesampainya di rumah ia langsung menuju ke kamarnya dan segera membersihkan diri. Kemudian ia langsung meraih ponselnya dan segera menelfon pria itu. Namun ternyata ia tidak bisa di hubungi, dia berada di luar jangkauan, Liana baru saja ingat jika pria itu sedang berada di luar negri mungkin saja nomor ponselnya telah di rubah di sana. Karena tidak ingin memikirkannya terlalu dalam Liana pun segera memeriksa tugas sekolahnya. Setelah di rasa tidak ada maka Liana langsung menuju ke warung kecil miliknya dan melihat persediaan yang ada. Tapi ia baru saja ingat jika seharusnya dia pergi ke pasar saat ia baru pulang sekolah, tapi karena dirinya selalu dihantui rasa bersalah pada pria itu sehingga dirinya tidak bisa mengingat jika hendak ke pasar. Kemudian dengan kesal ia meraih kunci motonya dan langsung tancap gas menuju ke pasar.

__ADS_1


__ADS_2