Misteri Teror Arwah Mika

Misteri Teror Arwah Mika
Bertemu kakek imam


__ADS_3

Mereka semua pun berjalan mengikuti langkah Alex, mereka semua merangkul tangan satu sama lain supaya menghilangkan sedikit rasa takut. Tepat saat mereka berada di tengah jembatan itu tiba-tiba munculah sesosok makhluk dengan badan hanya bagian atas dan membawa sebilah celurit. Ia dengan cepat lari ke arah Alex dan kelima pemuda itu. Alex pun segera meminta air sisa minum mereka. Kemudian dengan perhitungan yang matang Alex segera menyiramkan air itu ke arah sosok tadi. Untung saja air itu tepat mengenai sosok itu, sehingga sosok itu langsung terbakar dan mengeluarkan suara yang sangat melengking kemudian menghilang seperti asap. Kelima pemuda itu sangat takjub dengan apa yang mereka lihat barusan. Kemudian air yang tersisa Alex gunakan untuk menyiram sekitar area jembatan itu supaya tidak ada yang menggangu orang yang melewati jembatan itu. Kemudian mereka melewati jembatan itu dengan perasaan sedikit tenang. Setelah sampai di ujung jembatan mereka berlima langsung hormat pada Alex dan mengucapkan banyak terimakasih padanya. Alex pun langsung berpamitan pada mereka dan segera pergi ke masjid. Untung saja saat dia sampai di masjid ternyata iqomah baru saja berkumandang. Alex pun segera bergegas mengambil air wudhu dan segera memasuki masjid untuk melaksanakan shalat. Setelah shalat Alex duduk sebentar di serambi masjid dan langsung mengeluarkan ponselnya. Alex langsung menghubungi bundanya untuk memberi tahu bahwa dia akan pulang sedikit lambat. Setelah itu ia menelpon Mika. "oi Mika Chan."kata Alex pada Mika setelah teleponnya tersambung. "oi Alex Kun apa kamu sudah sampai apartemen." tanya Mika pada Alex. "maaf aku belum sampai apartemen aku masih di masjid belum sempat pulang karena tidak sempat tadi." sahut Alex. "sekarang kamu di mana." tanya Mika lagi. "aku ada di masjid baru aja shalat." jawab Alex. "oh gitu ya, terus setelah ini kamu mau langsung pulang apa gimana." tanya Mika pada Alex. "ya mau langsung pulang sih nanti shalat isya nya di masjid dekat apartemen aja." sahut Alex. "oh gitu ya udah hati-hati ya. Mata ne Alex Kun." ujar Mika. "mata ne." sahut Alex.

__ADS_1


Kemudian Alex langsung memakai sepatunya dan segera menuju ke parkiran sepeda. Namun langkahnya di berhentikan oleh seseorang. "oi Alex Kun mau kemana." kata orang yang memanggil Alex. "oi Ichi kazama Kun. Gimana kabar kamu." kata Alex sembari menoleh dan menyebutkan nama orang yang memanggilnya. "kabar baik, kamu bagaimana kabarnya." tanya Ichi kazama. "baik juga. Ada apa kamu memanggil ku." tanya Alex pada Ichi kazama. "kebetulan sekali kamu di sini. Ustad yang biasa memberi pengajaran di sini sedang tidak hadir, apa kamu mau untuk menggantikannya." kata Ichi kazama pada Alex. "waduh bagaimana ya, ilmu ku belum sempurna tidak pantas untuk duduk dan ngajar kalian." kata Alex pada Ichi kazama. "waduh tidak usah merendah, ustad itu pun muridmu jadi tidak ada bedanya kau dengan dia. Bahkan mungkin kau lebih hebat dari dia." kata ichi kazama pada Alex. "tapi aku kan sudah lama tidak ke sini jadi mungkin sudah tidak pantas lagi aku untuk duduk di atas kursi ustad itu." tolak halus Alex. "sudah lah mari jangan sampai membuat mereka menunggu, cepatlah." kata Ichi kazama pada Alex. Ichi kazama pun menarik tangan Alex dan segera memasuki masjid. "assalamualaikum semuanya. Mungkin sebagian dari kalian sudah mengenal beliau namun bagu yang belum kenal maka saya akan mengenalkan beliau adalah tuan Alex pemimpin ponpes At-Tin. Beliau adalah guru besar kita semua, kebetulan beliau baru datang kembali ke negri kita ini. Sekarang beliau akan menggantikan ustad kita yang kebetulan sedang tidak hadir malam ini. Jadi mohon perhatiannya saya minta kalian menyimak dengan baik apa yang akan beliau sampaikan, supaya kita bisa mengambil manfaat dari apa yang beliau sampaikan. Sekian perkenalan ini terima kasih dan selamat mendengarkan." kata Ichi kazama pada semua yang hadir di sana.

__ADS_1


Dengan rendah hati Alex duduk di kursi yang telah di sediakan dan segera memulai pelajaran malam itu. Ia memberi pelajaran sembari mempraktekkan dan sesekali bercanda dengan leluconya. Itu semua membuat para jamaah merasa terhibur dengan pengajaran Alex. Mereka merasa nyaman karena metode pembelajaran yang cukup santai sehingga mudah untuk menerima apa yang di sampaikan oleh Alex pada mereka. Setelah beberapa saat waktu isya pun tiba, Alex segera menutup majlis ilmu itu dan menyuruh muadzin untuk mengumandangkan adzan. Setelah adzan selesai Alex segera memanggil Ichi kazama. Merasa terpanggil Ichi kazama pun segera mendekat kepada Alex dan dengan sopan ia duduk di dekat Alex. "setelah shalat tolong siapkan makanan untuk kita makan makan. Ini uang untuk membeli makanan sekarang suruh langsung iqomah saja." kata Alex pada Ichi kazama. Ichi kazama pun menerima uang itu dan segera mengumandangkan iqomah. Setelah itu Alex maju untuk menjadi imam dan mereka melaksanakan shalat dengan khusyuk.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan shalat nya alex pun langsung menuju ke kumpulan jamaah masjid itu dan segera menyapa mereka. Mereka pun tersenyum dan kembali menyapa Alex, Alex kemudian duduk di sebelah jamaah yang usianya sudah cukup renta dan ia tak lain adalah imam tetap masjid itu. Alex pun langsung meminta maaf karena ia sudah lancang mengambil tugas nya saat shalat isya tadi. Imam itu hanya tertawa memperlihatkan barisan giginya yang telah hilang entah kemana. "sudah lah justru kamu yang lebih pantas di situ. Saya berharap kamu saja yang terus mengimami masjid ini karena saya sudah cukup renta dan tidak fasih membaca alfatihah." kata kakek imam itu pada Alex. "ya kalau anda mau pensiun penggantinya harus orang sini karena saya jauh tidak bisa pulang pergi dari Indonesia ke jepang." sahut Alex pada kakek imam

__ADS_1


__ADS_2