
"Sebenarnya ayah pernah memakai mobil ini kak, waktu itu kami sedang berbincang sangat asyik. Tanpa kami ketahui ada orang yang sedang menyebrang jalan. Ayah yang tiba-tiba tersadar langsung membelokan mobil ini dan untung saja kami tidak jadi menabrak orang itu. Namun ia seperti merasa kesal pada kami, dia seperti seorang psikopat yang sedang mencari mangsa. Sebelumnya ayah tidak tahu jika orang itu adalah psikopat, ayah kemudian turun dan menghampiri orang itu. Ayah berniat meminta maaf padanya, namun ia justru menyerang ayah dengan brutal. Ayah pun hanya menghindari serangan itu dan dia bergegas masuk ke mobil dan segera menyalakannya. Kami melihat jika dia memotret mobil ini sembari terus mengejar kami. Untung saja ayah segera melajukan mobil dengan cukup kencang sehingga kami bisa terselamatkan." kata Syifa menjelaskan. Mendengar penjelasan itu Alex pun paham mengapa mobil itu sangat di hindari oleh keluarganya. Mungkin mereka masih trauma dengan kejadian itu, atau mereka takut jika psikopat itu terus mengejar mereka dan membunuh mereka satu persatu. Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka ke rumah Mika. Sepanjang perjalanan Syifa seperti tampak gelisah, ia seperti takut terjadi sesuatu padanya hari itu karena ia mengendarai mobil itu lagi. "oh iya dek, apa ada ancaman lagi setelah kejadian itu." tanya Alex pada Syifa. "ada kak, sempat ada tulisan di mobil ini yang berisi ancaman pada kami. Oleh karena itu kami tidak berani memakainya palingan ayah cuma memanasinya seminggu sekali." sahut Syifa. "udah lah kan ada Kakak di sini jadi kamu tidak usah khawatir dengan psikopat itu." kata Alex menenangkan. Kemudian mereka pun berbelok dan memasuki sebuah gang, mereka berjalan beberapa meter dan kemudian mereka langsung sampai di depan rumah Mika. "tin,tin,tin." suara mobil Alex mengklakson rumah Mika. Sesaat kemudian Mika pun keluar dan langsung menyuruh Alex dan Syifa masuk ke rumahnya. Alex menolak karena ia harus mengantarkan adiknya ke sekolah takut ia terlambat. Mika pun sedikit kecewa namun ia juga sebenarnya sudah sedikit terlambat. Ia pun segera menaruh makanan yang ia masak di kotak makanan dan langsung memberikannya pada Alex. "ini kamu makan ya, ini masakan aku lho." kata Mika sembari memberikan kotak makanan itu pada Alex. "oh masakan kamu ini pasti agak sedikit asin." ujar Alex meledek Mika. "enak saja, masakan aku mah enak terus ya." kata Mika kesal pada Alex. "iya deh si paling bisa masak." sahut Alex. "emm dek, aku boleh enggak duduk di sebelah kakak kamu." tanya Mika pada Syifa. "ya bukan bileu lagi ini mah harus. Soalnya kalau kakak di belakang nanti malah bahaya. Mending aku aja yang di belakang." sahut Syifa kemudian ia langsung keluar untuk pindah ke belakang. Namun saat ia baru saja membuka pintu mobil belakang tiba-tiba ada seseorang yang mengayunkan pisau ke arahnya. Untung saja Syifa berhasil menghindari serangan itu. Ia kemudian berteriak memanggil Alex untuk meminta tolong. Mendengar teriakan adiknya Alex langsung keluar dan ia segera berlari ke arah Syifa berada. Alex sangat terkejut ada seseorang yang memakai jubah hitam dengan bagian luar yang berwarna merah. Ia seperti sedang bersiap untuk menyerang Syifa lagi. Benar saja ia kembali melayang kan serangan pisaunya itu pada Syifa. Untung saja Alex dengan sigap menendang orang itu begitu juga dengan Syifa. Karena mendapatkan tendangan dari dua arah orang itu pun membungkuk menahan kesakitan. Alex segera menyuruh Mika untuk membawa Syifa ke rumahnya terlebih dahulu, untuk menenangkannya. Kemudian orang itu berbalik menghadap Alex dan segera menyerangnya bertubi-tubi. Dengan sigap Alex menghindari serangan itu dan ia membawa orang itu lari jauh menuju ke tempat yang agak sepi supaya dia tidak memperalat orang agar dia lolos saat dia sudah terdesak. Setelah mendapatkan tempat yang cocok untuk fighting Alex pun langsung mengarahkan pukulannya ke rahangnya. Setelah menerima pukulan itu ia langsung terkapar memegangi rahangnya yang sakit. "kamu siapa kenapa kamu mengincar keluarga saya." tanya Alex pada orang itu. ''kamu tidak perlu tau saya siapa, yang jelas saya akan membuat keluarga kamu menderita karena sudah hampir menabrak saya." jawab orang itu. "kamu sudah tidak waras ya. Hanya karena kami hampir menabrak kamu, sampai segininya kamu ingin membalas kami. Sekarang dimana yang terluka biar aku obati, atau barang apa yang rusak atas kejadian itu, biar saya menggantinya." kata Alex. Namun bukanya menjawab ia justru bangkit dan langsung menyerang Alex. Kali ini Alex tak tinggal diam dia juga terus menyerang area lemah di tubuhnya. Kali ini Alex menyerang nya dengan segenap tenaga, terlihat orang itu begitu kewalahan mendapat serangan dari Alex. Ia pun lelah dan saat itu lah Alex langsung menendang perutnya hingga ia memuntahkan cairan merah. Setelah itu Alex langsung meraih kerah baju nya dan bertanya aliran apa yang ia ikuti. "kamu seperti mengikuti sebuah sekte. Sekarang beritahukan pada kami sekte apa yang kamu anut." tanya Alex pada orang tersebut. "hahaha, apa gunanya aku memberitahumu tentang sekte yang aku anut. Aku yakin kamu pasti akan meledek sekte ku dan mungkin saja kamu akan menghancurkan sekte ku ini." sahut orang itu. Mendengar jawaban itu Alex terlihat sangat kesal, ia pun kemudian menendang kepala orang itu dengan tulang keringnya. Tendangan itu tepat mengenai tengkuk orang itu ia kembali mengerang kesakitan karena terkena tendangan itu. Ia terus memegangi tengkuknya dan berusaha untuk kabur saja dari pada mati sia-sia di situ. Namun karena rasa sakit yang teramat sangat ia pun tak bisa berlari. Ia berkali-kali jatuh bangun dan akhirnya ia hanya pasrah dengan semua yang akan menimpanya. Melihat lawannya telah lemah Alex pun segera mendekatinya dan langsung menjambak rambutnya. Ia melakukan hal ini karena kesal keluarganya telah ia ganggu. "sekarang kamu sudah lemah. Kamu tidak memiliki seorang pun penolong di sini. Sekarang jawablah dengan jujur sekte apa yang kamu anut dan apa tujuan lain kamu ingin mencelakai keluarga saya." kata Alex memperciut nyali dan mental orang itu. Karena sudah terdesak orang itu pun dengan terpaksa memberitahukan sekte apa yang ia anut dan tujuannya selalu meneror keluarganya. Ia memberitahukan jika ia menganut sekte modarisme siapa yang mencelakai anggota sekte itu atau hendak mencelakai mereka. Walaupun itu mengenai mereka atau tidak. Mereka terluka atau tidak maka orang tersebut harus mati atau setidaknya terluka. Setelah mendapat jawaban itu Alex langsung membawanya ke mobil, ia menyeret tubuh lemah orang itu dan kemudian menghempaskannya di bangku belakang. Setelah itu ia menutup kedua matanya dan mengikat kaki serta tangannya. Mulutnya ia sumpal dengan secarik kain kemudian ia membawa orang itu pergi ke suatu tempat.