
Kemudian Alex pamit pulang kepada ketua mafia dan tak lupa dia juga mengucapkan terima kasih padanya. Kemudian Alex meminta kunci mobil miliknya untuk ia pulang. Namun ketua mafia itu segera memerintahkan kepada anak buahnya untuk segera mengantarkan Alex. Alex pun memasuki mobilnya dan langsung menyuruh anggota mafia itu untuk segera melajukan mobilnya. Mobil Alex pun pelan-pelan melaju meninggalkan basecamp kelompok mafia itu. Namun ia kembali di cegat oleh gadis tadi. Ia meminta Alex untuk mengantarkannya pulang. Alex pun mengiyakan dan menyuruhnya segera masuk ke dalam mobilnya. Namun saat dia hendak masuk ke jok belakang Alex menyuruh pengemudi untuk mengunci pintu itu. Kemudian dia membuka sedikit kaca mobilnya dan berkata pada gadis itu supaya dia duduk di sebelah pengemudi. Ia pun segera membuka pintu depan dan langsung masuk. Setelah itu mobil Alex pun melaju meninggalkan basecamp itu. Sepanjang jalan Alex sibuk dengan ponselnya. Ia seperti sedang berbalas pesan dengan seseorang. Mobil itu pun segera melaju dengan cepat sehingga mereka keluar ke jalan raya. Mobil itu melaju dengan pelan di jalan yang cukup sepi. Kemudian Alex menyuruh pengemudi untuk berhenti sejenak dan Alex pun turun dari mobil itu. Ia memasuki sebuah swalayan dan membeli beberapa keperluan. Setelah itu Alex kembali ke mobilnya dan menyuruh pengemudi untuk segera berjalan kembali. Setelah itu ponsel Alex berbunyi dan ia segera mengangkatnya dan berbicara sejenak kemudian ia segera mematikannya. "Alex-sama siapa yang menelpon anda, kenapa anda seperti kesal sekali." tanya pengemudi pada Alex. "bukan siapa-siapa, dia hanya orang yang mau menipuku." ujar Alex. Mereka kembali melanjutkan perjalanan dan sesaat kemudian sampailah mereka di rumah Mika. Alex melihat Mika yang segera keluar saat mendengar suara deru mobilnya. Alex pun langsung keluar dan segera menghampiri Mika. Ia berjalan sempoyongan karena fisiknya belum terlalu pulih. Melihat Alex yang sempoyongan Mika pun bergegas untuk membantunya berjalan. Ia langsung lari dan segera memapah serta membawakan belanjaan Alex. Ia kemudian mendudukkan Alex di kursi terasnya dan memasukan barang belanjaan Alex ke dalam rumah. Sesaat kemudian ia datang membawa secangkir air hangat dan langsung memberinya pada Alex. Alex pun meminumnya dan segera menyandarkan tubuhnya di kursi itu. Kemudian dia melihat anggota mafia itu datang dan memberi tahu perihal gadis tadi yang tidak mau pulang ke rumahnya. "Alex-sama, maaf menggangu gadis itu tidak mau pulang ke rumahnya. Jadi bagaimana ini dan dia harus saya antar ke mana." tanyanya pada Alex. "sudah, suruh dia ke sini dulu." perintah Alex padanya. Kemudian dia berbalik dan segera memanggil gadis itu. Melihat gadis itu Mika langsung menjewer telinga Alex dan memarahinya. "Alex-kun siapa dia, jawab jujur kalau nggak aku pukul kamu." kata Mika pada Alex sembari menarik telinganya. Alex pun memegangi tangan Mika supaya tarikannya tidak terlalu sakit. "iya sebentar dulu aku mau jelasin ini." sahut Alex. "eh nona jangan kamu tarik telinganya." kata gadis itu pada Alex. "memang kenapa, apa urusan kamu dia ini tunangan saya jadi terserah saya mau saya apakan dia." kata Mika pada gadis itu. "iya saya tau anda ini tunangan dia, tapi saya mohon jangan tarik telinga dia, kasihan dia kesakitan dan juga dia belum pilih total." kata gadis itu pada Mika. "oh kamu kenapa membela pacar saya. Apa kalian ada hubungan di belakang kami." tanya Mika penuh intimidasi. "tidak nona, saya dan dia baru saja saling kenal. Jadi saya tidak mungkin menjadi simpanannya". kata gadis itu pada Mika. "sekarang jelaskan kepada ku siapa dia sebenarnya." tanya Mika pada Alex. Alex pun menjelaskan semuanya pada Mika dan dia tidak menutupinya sedikitpun. Mendengar penjelasan dari Alex dengan sepontan Mika langsung menampar gadis itu. Namun untung saja Alex segera menghentikannya, ia tidak mau masalahnya akan menjadi tambah panjang jika Mika sampai menampar gadis itu. "sudah lah yang penting aku kan sudah kembali, dan aku hanya membutuhkan istirahat beberapa saat supaya segera pulih." ujar Alex melerai mereka. "sekarang kamu pulang saja ke rumah kamu, aku tidak lagi mau melihat wajahmu di sini." kata Mika mengusir gadis itu. "maaf nona, saya tidak ingin pulang ke rumah, saya takut kepada keluarga saya, pasti mereka akan mengancam saya lagi, saya takut pulang, jadi sudikah nona memberi saya tempat tinggal untuk malam ini." pinta gadis itu memohon. Namun keputusan Mika sudah bulat dia tidak mau menerima gadis itu karena dia sudah membuat kekasihnya terluka. Alex pun kemudian menelpon ayahnya dan menanyakan soal mes karyawan apa ada yang masih kosong. Ternyata mes karyawan itu sisa satu kamar dan dia menyuruh gadis itu untuk menggunakan mes itu sementara waktu. Kemudian Alex memesankan taksi online untuknya dan ia segera berangkat menggunakan taksi itu menuju ke mes karyawan milik ayah Alex. Kemudian Alex menanyakan Syifa ke pada Mika. Mika pun memberi tahu jika Syifa sedang tidur di kamarnya, namun ia menjawabnya dengan sangat ketus. Hal itu membuat Alex tersenyum kepadanya. Melihat Alex tersenyum Mika pun lantas memukul pelan badanya. Ia langsung mempersilahkan Alex untuk masuk ke dalam rumahnya. Setelah itu Alex segera menuju kamar Mika dan langsung membangunkan adiknya. Syifa pun terbangun segera memeluk Alex. Dia menangis tersedu-sedu di pelukan Alex. Ia masih takut untuk keluar rumah karena mungkin saja kelompok mereka sudah mengenali wajahnya. Namun Alex menenangkannya dengan memberi tahu jika sebagian besar dari anggota sekte itu sudah dia amankan. Mendengar hal itu membuat hati Syifa sedikit tenang, kemudian dia mengelap air matanya dan mengajak Alex untuk segera pulang ke rumah. Alex pun mengiyakan dan ia segera mengajak Syifa untuk pulang. Syifa pun bangkit dari duduknya dan segera berjalan keluar kamar. Namun ia melihat Alex berjalan dengan di papah, ia lantas bertanya kepadanya kenapa dia bisa di papah seperti itu. Kali ini Mika yang menjawab pertanyaan Syifa dan dia seperti masih menaruh dendam dengan gadis itu. Syifa kemudian membantu Alex untuk berjalan dan dia menanyakan apakah dia masih bisa mengemudikan mobil. Alex pun menjawab jika sudah ada yang mengemudikan mobilnya, dia adalah salah seorang anggota mafia yang dulu Alex pernah bergabung dengannya. Syifa hanya manggut-manggut mendengarkan hal itu. Kemudian mereka langsung masuk ke mobil. Mika pun ikut masuk ke mobil Alex dia duduk di sisi Alex sementara Syifa di sebelah pengemudi. Melihat Mika ikut masuk Alex pun segera menyuruhnya keluar. Namun Mika justru memukulnya dan menatapnya dengan tatapan marah. Alex kemudian meledeknya dengan kata "bercyanda".