Misteri Teror Arwah Mika

Misteri Teror Arwah Mika
Kebusukan ayah Sigit terbongkar


__ADS_3

Melihat rekaman itu kepala sekolah lantas mulai curiga dengan Sigit dan ayahnya, kemudian rekaman itu di berikan kepada kedua polisi itu. Polisi itu melihat dengan seksama isi dari rekaman tersebut, dan benar saja jika Sigit lah yang menarik Liana hingga ke semak-semak dan ada 3 orang yang menolong Liana saat di tarik oleh Sigit ke dalam semak tersebut. Melihat bukti itu polisi pun mulai curiga kepada keduanya. Mereka langsung menanyakan perihal kejadian itu pada Sigit dan ayahnya. Sigit dan ayahnya pun langsung mati kutu di buat oleh pria itu. Namun memang sifat penjahat pasti akan mencari seribu cara untuk menutupi kejahatan mereka. "itu paling rekaman palsu pak, mana ada putra kami yang sangat terdidik ini melakukan hal kotor seperti itu." kata ayah Sigit. "mana ada penjahat mengaku, kalau semua penjahat ngaku negara sudah maju." sangkal pria itu. "heh anak muda jangan asal menuduh ya. Saya bisa bawa kamu ke pengadilan dan akan di pidana sangat berat." ancam ayah Sigit pada pria itu. "emang saya takut pak dengan ancaman anda. Adik saya pengacara kok. Ngapain saya harus takut berurusan dengan anda. Seharusnya anda yang harus berhati-hati, karena lawan anda tidak sebanding dengan anda." kata pria itu mengancam balik ayah Sigit. "ok buktikan saja, saya akan membayar pengacara kondang dan akan mengalahkan kamu di pengadilan." kata ayah Sigit sesumbar. "sudah-sudah, kita biarkan urusan ini di serahkan pada polisi saja." kata kepala sekolah menengahi pertikaian pria itu dan ayah Sigit. "ya kalau gitu bawa saja Sigit dan bapaknya dia yang jelas bersalah dengan membuat laporan palsu dan juga menuduh tanpa bukti." kata pria itu. "pengecut siapa sebenarnya kamu. Beraninya mengancam saya seperti itu." tanya ayah Sigit pada pria itu. Pria itu pun langsung membuka jaketnya dan segera melepas topi beserta maskernya. Melihat pria itu ternyata adalah orang yang membuat dirinya dan kakaknya babak-belur maka Sigit langsung mundur dan hendak berlari. Namun polisi mencegahnya dan memegangi tangannya supaya tidak kabur. "kenapa kamu kaget. Dengan jelas kan kamu yang ingin memperkosa Liana dan kamu juga yang hendak memukul Liana pada waktu itu. Dan saya orang yang menghabisi kamu dan juga kakak kamu." kata pria itu pada Sigit. "siapa kamu sebenarnya." tanya ayah Sigit pada pria itu. "saya Leo denandra, putra bapak Alfian denandra." jawab Leo. Ayah Liana pun langsung pucat mendengar pertanyaan pria itu. Ia sangat kenal betul dengan Alfian denandra, beliau adalah seorang usahawan yang begitu kaya dan memiliki segalanya.

__ADS_1


"kenapa kok setelah mendengar nama saya kalian berdua langsung pucat." tanya Leo pada ayah Sigit. "maafkan kami tuan muda kami tidak bermaksud untuk menuduh anda melakukan kejahatan pada anak saya. Saya juga mohon jangan bawa kami ke pengadilan tentang kasus ini." kata ayah Sigit dengan memohon. "basi tau gak. Saya tidak butuh permohonan maaf dari kamu dan anak kami itu. Memang lah kamu tidak becus untuk mengurus anak kamu. Kamu selalu memanjakan dia sehingga membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang pecundang dan selalu bergantung pada orang lain." kata pria itu pada ayah Sigit. "maafkan kelakuan anak saya jika sudah melukai tuan, tapi sekali lagi kami mohon jangan seret kami di pengadilan. "kata ayah Sigit pada Leo. "enggak kalian tidak akan saya seret ke hukum. Tapi kalian sendiri kan yang menantang saya tadi. Jadi dengan senang hati maka saya akan menerima tantangan anda. Bersiaplah untuk bertemu di pengadilan." kata Leo pada ayah Sigit. "tapi tuan muda beri kami satu kesempatan lagi supaya saya bisa memperbaiki diri saya dan anak saya juga." kata ayah Sigit kepada Leo. "pak tangkap mereka. Percuma saja di kasih kesempatan namun mereka tidak menjadikan masa lalu untuk pelajaran." kata Leo pada kedua polisi itu. "tapi tuan saya berjanji akan merubah diri saya dan saya akan menghukum anak saya ini dengan seberat-beratnya." rengek ayah Sigit pada Leo. "oh iya lagian kamu juga punya masalah kan dengan ayah Liana. Kamu sudah menyabotase perusahaan ayah Liana sehingga sekarang dalam masa kebangrutan. Kamu juga yang menyuruh Sigit dan kakaknya untuk melukai Liana untuk balas dendam pada ayahnya. Betulkan." ujar Leo pada ayah Sigit. "tuan muda tau dari mana info tersebut." tanya ayah Sigit pada Leo. "kamu tidak perlu tau saya dapat info dari mana. Yang pasti semua itu saya dapatkan karena di setiap preman yang beberapa orang suruh untuk melakukan kejahatan pasti ada salah seorang dari anggota saya. Jadi sangat mudah bagi saya untuk mengacak-acak perusahaan di seluruh Nusantara ini. Namun tidak bagi saya untuk melakukan hal bodoh itu. Semua itu saya lakukan untuk membantu perusahaan lain dan supaya saya dan mereka bisa bersaing dengan sehat. Karena hal itu dapat membantu saya untuk lebih memahami pasaran dalam produk dan juga pembangunan. Tidak seperti kamu yang seenaknya menggunakan kekuasaan untuk menindas orang. Banyak karyawan saya di perusahaan yang sebelumnya bekerja di tempat kamu mereka mengeluh tentang anda. Jadi untuk itu anda harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah kamu lakukan pada mereka." kata Leo membuat ayah Sigit mati kutu dan tidak bisa bicara lagi. Ternyata kali ini ia kalah saing, orang yang telah ia remehkan ternyata seorang intelejen yang handal dan tidak ada seorang pun yang bisa menipu dirinya.

__ADS_1


"sekarang kamu mau mengelak apa lagi. Cepat serahkan diri kamu ke polisi dan tunggu saya di pengadilan nanti." kata Leo pada ayah Sigit. Kemudian polisi pun segera menangkap kedua orang itu dan juga kakak Sigit yang sedang terbaring di rumah sakit. Mereka semua lantas di interogasi dan dengan terpaksa mereka mengakui semuanya. Sementara Liana ia begitu kaget dengan kedatangan kakak dari pria itu. Ia masih tidak percaya jika kakaknya lah yang datang, padahal ia meminta langsung pada pria itu untuk datang menolongnya. Tapi syukurlah ada Leo, karenanya ia tidak jadi di tangkap polisi. "makasih kak sudah nolongin aku lagi." kata Liana pada Leo. "iya sama-sama. Oh iya tadi adik aku ngirim pesan supaya ke sekolah kamu karena kemungkinan Sigit akan mencelakakan kamu lagi. Dia tidak bisa datang karena harus terbang ke luar negeri. Jadi ia minta sama aku untuk gantiin dia menolong kamu. Oh iya nama aku Leo, salam kenal Liana." ujar Leo pada Liana. "salam kenal juga kak Leo. Sekali lagi makasih ya kak sudah bantuin aku." kata Liana pada Leo. "iya sama-sama, aku pamit dulu ya soalnya mau masuk ke kampus dulu." kata Leo kemudian menenteng tas miliknya dan berjalan keluar.

__ADS_1


__ADS_2