
"enggak ah kak,Udah kenyang aku." sahut gadis itu. Alex pun kemudian turun dari motornya dan langsung memesan 2 martabak manis dan 1 martabak telur. Setelah pesanannya selesai maka ia langsung kembali ke motornya. Alex meminta tolong pada gadis itu untuk membawakan martabak miliknya karena ia cukup susah untuk membawa sembari memegang kendali motornya. Sebelum berjalan gadis itu berpesan untuk berhati-hati saat melajukan motornya. Mereka pun segera pulang karena malam semakin larut. Karena takut gadis itu kedinginan Alex pun melambatkan motornya. Namun karena angin malam berhembus cukup kencang maka tubuh gadis itu menggigil kedinginan. Alex pun menepikan motornya untuk berhenti sejenak. Setelah berhenti maka Alex meminta gadis itu untuk turun dan meletakan martabaknya di bawah terlebih dahulu. Gadis itu pun heran dan sedikit takut seandainya Alex meninggalkannya. Namun ternyata Alex melepas jaketnya dan langsung memasangkannya di badan gadis itu. Seperti di perhatikan maka pipi gadis itu memerah karena malu. Namun ia berusaha menyembunyikannya karena ia sudah tau siapa Alex sesungguhnya. Kemudian Alex menyuruhnya kembali naik ke motornya karena jujur saja Alex sudah merasakan kantuk yang mendalam. Setelah itu Alex langsung melajukan motornya dengan cukup kencang karena rasa kantuk yang mendalam. Di sepanjang jalan Alex selalu mengingat kejadian tadi siang di mana nyawanya hampir melayang karena melawan dukun itu. Tapi syukurlah ada datuknya yang menolong dirinya. Walaupun itu bukan wujud asli datuknya namun ia senang karena masih di berikan kesempatan untuk membantu banyak orang lagi. Ia tidak menyangka jika pada hari itu ia telah tiada maka siapa yang akan menjaga keluarganya serta siapa yang akan melanjutkan misi melawan Ki Ageng Sukmo. Dia adalah seorang dukun ilmu hitam yang cukup kuat sehingga membuat datuknya meninggal beberapa tahun yang lalu. Ia terus mengingat kejadian itu karena dia lah yang menemani sang datuk dan dia juga yang melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana datuknya mati di tangan Ki Ageng Sukmo. Ia ingin membalas Budi pada Datuknya karena jika ia tidak menyelamatkannya saat kejadian itu maka mungkin ia tidak akan menjadi seperti sekarang.
__ADS_1
Karena sedang asyiknya melamun ia tak sadar jika kosannya sudah di depan mata. Alex pun segera membelokan motornya dan langsung menuju depan rumahnya. Setelah berhenti ia pun menyuruh gadis itu turun. Namun karena ia terlelap maka ia langsung membangunkannya. Tapi gadis itu malah berteriak karena terkejut di bangunkan. Untung saja Alex segera menutup mulutnya supaya tidak membangunkan penghuni yang lain. Setelah sadar gadis itu langsung bergegas ke kosannya, namun sebelum ia kembali ke kosan Alex memberikan sekotak martabak buatnya. Karena rasa kantuk yang mendalam maka ia langsung menerimanya, setelah mengucapkan terimakasih maka ia langsung kembali ke kosan. Setelah melihat gadis itu masuk kosan Alex pun langsung masuk rumahnya. Saat baru buka pintu ternyata Leo dan Andri belum tidur mereka masih memainkan ponsel masing-masing dan duduk di sofa. Alex pun masuk dan langsung meletakan martabak itu di meja depan mereka. Kemudian ia langsung duduk di sofa itu sejenak. "widih ada yang baru kencan nih." kata Leo meledek. "paka loe itu bang kencan. Gua di sono di jadiin embek hitam ama gadis itu malahan." kata Alex. "tapi kan lumayan bang bisa peluk pelukan ama dia." kata Andri. "yeh sekatekate loe ndri. Tapi bener juga sih. Udah lah jangan loe bilangin ini ya sama calon gua ntar dia ngambek lagi." kata Alex pada Andri. "kalau soal itu udah sih bang. Gebetan loe udah tau masalah ini." kata Andri pada Alex. "sialan loe ya ndri, kapan loe ngasih tau dia." tanya Alex. "mana gua tau. Bang Leo tadi yang ngirimin foto loe sama dia ke gebetan loe." sahut Andri. "wah bang sialan loe. Awas aja besok loe yang gua kaya gituin. Gebetan loe kan kalau udah cemburu mampus loe." kata Alex mengancam. "apaan sih kok gua lagi. Gua tau juga kagak." kata Leo sewot. "Halah bacot loe berdua. Gua tidur duluan ya. Tuh martabak loe pada habisin aja. Gua tidur duluan ya." kata Alex lalu masuk ke kamar. "iya bang ati ati semoga mimpiin kejadian yang tadi sama gadis itu." sahut Andri. Karena Alex sudah ngantuk berat maka ia pun langsung tertidur dengan pulasnya.
__ADS_1
Sementara Leo dan Andri mereka langsung membuka buah tangan dari Alex dan langsung melahapnya. Kemudian mereka melanjutkan permainan online di ponsel mereka. Namun beberapa saat kemudian mereka merasa ngantuk karena kekenyangan memakan martabak itu. Mereka pun segera mengakhiri permainan mereka dan segera tidur. Namun baru saja Leo hendak mematikan lampunya indra ke enam miliknya merespon sebuah bayangan di depan rumahnya. Karena penasaran ia langsung mendekat ke arah jendela dan benar saja ia melihat sesosok hantu perempuan berwajah pucat ada sedikit darah yang menghiasi wajahnya itu. Hantu itu berjalan menuju ke kosan miliknya. Namun karena kosan itu sudah di bacakan doa maka ia tidak dapat masuk ke dalam. Loe terus memperhatikan gerak-gerik hantu itu, ia terus berusaha untuk masuk seperti ada hal yang hendak ia sampaikan. Namun karena usahanya gagal ia pun memutuskan untuk segera meninggalkan kosan itu. Ia kembali berjalan menuju depan gang dan beberapa kali menoleh ke arah kosan mereka. Setelah itu ia pun menghilang menjadi asap putih tipis. Setelah hantu itu menghilang Leo pun lekas memadamkan lampu nya dan bergegas tidur. Saat hendak tidur Leo masih memikirkan tentang hantu itu, ia sangat yakin jika hantu itu ingin menyampaikan sesuatu pada nya atau salah satu dari kedua adiknya. Namun pikiran itu ia tepis dalam-dalam karena ia sudah terlanjur mengantuk dan ingin cepat tertidur.
__ADS_1
Di lain tempat ada seorang gadis yang sedang menangis sesenggukan. Ternyata itu adalah pelayan di kafe milik Alex yang baru saja di pecat. Ia seperti kehilangan harapannya untuk menyembuhkan penyakit yang di derita ibunya. Ia kemudian memandangi ibunya yang telah terlelap sembari meneteskan air matanya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda ada notifikasi yang masuk di aplikasi hijau miliknya. Ia pun segera membuka aplikasi itu dan ternyata itu berasal dari bosnya yaitu pak Dio. Ia hanya menyampaikan akan membantu mencarikan pekerjaan yang lain, dan dia meminta maaf pada nya karena tidak bisa membujuk pak Alex supaya tidak memecatnya. Gadis itu pun membalas dengan ucapan terima kasih pada bosnya itu. Namun di sisi lain dia sangat dendam pada Alex karena ia semena-mena pada dirinya. "karena anda saya menjadi kehilangan pekerjaan. Maka tunggu saja pembalasan saya pak Alex." kata gadis itu berapi-api
__ADS_1