Misteri Teror Arwah Mika

Misteri Teror Arwah Mika
Benih cinta di hati gadis itu


__ADS_3

Alex berjalan tertatih-tatih, ia sangat lemah setelah perubahan wujud yang begitu menguras tenaganya. Ia berjalan sempoyongan sehingga ia hampir saja jatuh. Untung saja ada gadis itu yang dengan sigap memapah Alex sehingga ia tidak jadi terjatuh. "kamu tidak apa-apa." tanya gadis itu pada Alex. "iya tenang lah kamu tidak usah khawatir. Aku sudah biasa melakukan ini, aku hanya ingin beristirahat sejenak saja." ujar Alex. Kemudian mereka berjalan menuju ke mobil milik kelompok mafia itu. Setelah itu Alex memasuki mobil Mersi di dampingi oleh gadis tadi, kemudian mereka semua berangkat menuju ke basecamp kelompok mafia itu. Sepanjang jalan mereka selalu mengawasi gerak-gerik anggota sekte itu, mereka masih curiga dengan diamnya semua anggota sekte itu. Mereka harus selalu waspada jika ada sedikit gerakan dari anggota sekte itu. Karena selalu di perhatikan membuat semua anggota sekte yang di tawan merasa tidak nyaman. Mereka merasa ingin menghajar kelompok mafia itu namun apalah daya kaki dan tangan mereka sudah terikat. Mereka hanya bisa menunduk mengindari tatapan mereka yang penuh intimidasi itu. Sesekali mereka menanyakan perihal kelompok mafia itu dengan intonasi sok akrab mereka. Namun pertanyaan mereka hanya di jawab dengan sangat santai. Salah satu dari anggota sekte itu mencoba membujuk salah seorang kelompok mafia supaya dia mau melepaskannya. "hey kamu, aku punya beberapa lahan di sekitar Aokigahara, jika kamu mau itu semua untukmu namun lepaskan aku." kata salah seorang anggota sekte itu. "apa lahan, tawaran yang cukup menarik, tapi menyiksa mu lebih menarik dari pada mendapatkan suap dari mu yang tidak seberapa itu." ujar seorang dari anggota mafia itu. Mendengar jawaban itu nyali mereka semakin ciut. Mereka tidak menyangka jika kelompok kriminal seperti mereka tidak menerima sepeserpun suap untuk membantu keuangan kelompoknya, namun mereka lebih senang melihat tangisan dan mendengarkan jeritan yang sungguh tidak ada gunanya bagi manusia pada umumnya. Mereka semua seperti sudah memiliki segalanya sehingga mereka tidak membutuhkan lagi uang dan kesenangan mereka adalah penderitaan orang lain.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang. Mereka akhirnya sampai di basecamp kelompok mafia itu. Mereka semua langsung di bawa ke sel yang memang sudah tersedia di basecamp itu. Sementara Alex ia langsung di tidurkan di sebuah ruangan yang begitu rapi dan wangi. Nampaknya mereka sudah membersihkan ruangan itu sesaat setelah Alex menghubungi mereka. Alex pun segera beristirahat sementara gadis itu keluar dari ruangan Alex setelah seorang anggota mafia itu menyuruhnya. Kemudian mereka membagi tugas, sebagian menjaga Alex sebagian yang lain menjaga sel anggota sekte itu. Sisanya menyiapkan hidangan untuk menyambut kedatangan Alex. Kebetulan sekali gadis yang Alex tolong iyalah seorang juru masak di sebuah resto ternama di jepang sehingga ia ikut andil dalam menyiapkan hidangan. "maaf tuan, ini minyak apa, kok sedikit aneh." tanya gadis itu pada seseorang dari kelompok mafia itu. "ini minyak Samin minyak yang sangat di sukai oleh tuan Alex." sahut orang itu. "kenapa tidak memakai minyak babi saja, itu bisa menambah citarasa masakan dan juga membuat masakan lebih lezat." ujar gadis itu mengusulkan. "maaf nona, tuan Alex tidak mengkonsumsi segala sesuatu yang berasal dari babi. Ia tidak mau karena menurut dia itu sangat bertentangan dengan ajaran yang ada di agamanya. Dia juga tidak meminum minuman yang memabukkan. Jika dia ingin mabuk maka dia kan melipat daun sirih yang sudah di beri beberapa ramuan yang bisa memabukkan. Itu menurut nya lebih baik dari pada meminum secangkir bir." sahut orang itu menjelaskan. "hah dia punya agama. Sungguh bodohnya dia, agamanya pasti banyak sekali larangan dan aturan yang membuat tidak nyaman. Menyusahkan saja beragama lebih baik tidak usah beragama sehingga bisa melakukan apapun tanpa aturan." kata gadis itu mengutarakan pendapatnya. Mendengar ucapan gadis itu semua anggota mafia langsung menatapnya dengan tatapan tidak suka padanya. Mereka semua hanya diam dan terus menatap gadis itu yang sedang memotong rempah-rempah. Saat ia hendak menggoreng bumbu yang sudah ia potong ia tak sengaja melihat semua anggota mafia itu terdiam dan terus menatap dirinya. Ia heran dan bertanya pada mereka mengapa menatap nya sedemikian rupa. Tapi bukanya menjawab mereka justru pergi dan membuat tungku perapian lagi guna memasak untuk Alex. Melihat hal itu gadis itu bertambah heran ia bingung mau berbuat apa karena semua bahan sudah mereka bawa di tungku baru mereka. Ia berpikir sejenak apa ada ucapannya yang membuat mereka kesal dengannya. "oi kenapa kalian menjauhiku apa ada ucapanku yang salah pada kalian." tanya gadis itu pada semua anggota mafia. "sudah salah masih bertanya. Kamu tadi telah menghina agama tuan Alex. Kami semua tidak suka jika segala sesuatu yang berhubungan dengan tuan Alex di hina oleh orang lain. Untunglah kamu ini perempuan, jika tidak kamu sudah kami ***** sehancur-hancurnya." kata orang yang ada di samping gadis tadi. Mendengar jawaban itu gadis itu segera membungkuk dan meminta maaf pada semua orang ia berjanji tidak akan mengulangi perkataan itu lagi. Ia sedikit takut pada mereka yang hendak ******* dirinya. Ia juga sangat takjub pada mereka untuk melindungi orang yang bernama Alex yang telah menolongnya dari kematian. "emm maaf apakah kalian semua memiliki kepercayaan seperti apa yang di percayai oleh tuan Alex." tanya gadis itu. " tidak, kami tidak sepaham dengan tuan Alex. Namun itu semua tidak menghalangi kami untuk selalu hormat pada tuan Alex. Karena berkat dia kelompok mafia naga merah ini masih berdiri hingga sekarang. Dia lah yang telah membantu kami dari kekalahan saat melawan kelompok mafia topan biru." ujar seorang dari anggota mafia itu. "oh begitu ceritanya, pantas lah kalian semua sangat menghormati tuan Alex." gumam gadis itu.

__ADS_1


Tiba-tiba datang lah salah seorang yang bertugas menjaga ruangan Alex. Ia berlari menuju dapur sementara itu dan memberi tahu jika tuan Alex sudah bangun, ia meminta segelas air hangat untuk memulihkan tenaga tuan Alex. Ia juga meminta di segerakan makanan agar tuan Alex bisa cepat pulih. Mendengar hal itu mereka semua berhamburan untuk segera menyiapkan apa saja yang di minta oleh penjaga tadi. Mereka bahu-membahu untuk segera menyiapkan makanan dan minuman yang telah mereka rencanakan. Mereka semua terlihat seperti semut pekerja yang sangat giat dalam pekerjaan mereka. Gadis itu bertambah kagum dengan orang yang bernama Alex itu. Ia seperti terpikat pada pria itu, ia sangat suka dengan kepribadian Alex. Selain tampan Alex juga baik hati, ia tidak memandang siapapun untuk ia tolong walaupun nyawa menjadi taruhannya.

__ADS_1


__ADS_2