Misteri Teror Arwah Mika

Misteri Teror Arwah Mika
menghubungi pria itu


__ADS_3

Tak butuh waktu lama rombongan bapak-bapak beserta pak ustad pun datang mereka langsung duduk dan acara pun segera di mulai. Saat sedang khusyuk melaksanakan pengajian tiba-tiba ada seseorang entah siapa yang menyalakan petasan. Sontak para warga pun terganggu konsentrasinya. Leo dan kedua adiknya pun tak tinggal diam ia segera mencari sumber suara itu mereka berpencar untuk lebih cepat menemukannya.


Ketika leo, alex dan andri sedang berpencar tiba-tiba datanglah tiga orang bertopeng dan langsung menghunuskan Senjata tajam ke arah jamaah pengajian. Sontak saja mereka langsung berlari menghindari amukan ketiga itu. Orang itu pun mengancam supaya mereka memberhentikan kegiatan mengaji itu. Tepat sebelum mengobrak-abrik acara itu tiba-tiba ada seorang yang melompat dan langsung menendang salah seorang dari mereka. Orang itu pun terpental membuat kedua temanya langsung menolongnya. Ternyata itu adalah andri ia tidak ikut berpencar sebab ia tau pasti itu jebakan.


Orang yang tadi menendang pun langsung menyuruh kedua temanya untuk menyerang andri dengan senjata. Namun dengan sigap andri menghindari serangan itu bahkan ia berhasil merampas senjata salah seorang dari mereka. Senjata itu lalu di patahkannya seperti mematahkan ranting yang lapuk. Lalu yang tadi di tendang tiba-tiba menyerang andri. Andri pun terjatuh karena serangan itu, saat andri hendak di hantam dengan tongkat baseball ia pun langsung menghindar. Orang-orang di situ hanya menonton tidak berani membantu karena mereka tidak punya cukup ilmu untuk bertarung.


Saat suasana telah genting leo pun datang dan langsung menghajar orang yang menjatuhkan andri. Untuk kedua kalinya orang itu pun terpental dan tongkat baseball nya terlempar jauh. Leo pun langsung mengambil tongkat dan mengarahkan ke orang itu. Orang itu pun berhasil menghindar dan kedua temanya langsung membantunya. Saat leo sedang di keroyok andri pun bangkit dan membantu leo. Mereka bertarung cukup sengit hingga kedua orang itu dapat di kalahkan.


Melihat kedua temannya kalah orang itu pun bergegas hendak kabur. Namun ia justru menerima tendangan untuk ketiga kali nya dari alex. Lagi-lagi ia terpental dan meringis sembari memegangi dadanya. Namun ia langsung bangkit dan menyerang alex. Awalnya alex hanya menghindari serangan itu namun karena ia sudah terpojok maka ia membalas serangan orang itu dan tepat mengenai tulang rusuknya. Orang itu pun langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri. Melihat ketuanya sudah kalah kedua orang tadi lantas menyerang alex secara bersamaan, alex pun berhasil menghindar, saat ia hendak menyerang balik ia di lempar pasir dan mengenai mukanya. Ia pun kelilipan dan kedua orang itu langsung membawa ketuanya pergi jauh dari kosan itu.


Leo dan Andra langsung menolong alex untuk berjalan menuju kran air. Alex lantas mencuci mukanya dan membersihkan pasir yang masuk ke matanya. Karena kelelahan mereka pun langsung duduk beristirahat. Mereka meminta maaf jika acara nya harus terganggu oleh penyusup itu.


"maaf ya seluruh warga, untuk kejadian tadi, kami benar-benar tidak menduga juga tidak mengenali orang itu dan kasus ini akan segera kami laporkan ke pihak berwajib." kata leo pada seluruh warga


"bapak- bapak semua tidak apa-apa kan." tanya alex


"syukurlah nak kami tidak apa apa, terima kasih juga karena sudah datang tepat waktu untuk kami jika kalian tidak datang maka entah apa yang terjadi pada kami." sahut pak ustad mewakili seluruh warga

__ADS_1


"syukurlah jika demikian. sekarang langsung berdoa saja ya pak ustad karena sudah mendekati isya." ujar andri


Mereka pun berdoa untuk keselamatan mereka dan untuk di jauhkan dari marabahaya. Setelah selesai berdoa mereka langsung di suguhkan dengan hidangan yang ada. Mereka pun menyantap hidangan itu dengan penuh khidmat sembari membicarakan soal penyerangan tadi dan kehebatan ketiga bersaudara itu dalam melawan ketiga penyusup itu.


"wah tadi untung saja nak andri cepat datang nya coba kalau tidak pasti kami sudah pindah alam ini." kata pak RT setempat yang juga ikut menghadiri acara itu


"ya sebenarnya kami tidak benar berpencar mencari mereka, tapi kami hanya berpencar untuk bersembunyi karena tadi kami telah melihat mereka sedang menunggu di semak-semak depan situ." ujar andri


"tapi gaya kalian bertarung lumayan juga ya, belajar di mana emangnya kalian." tanya salah seorang warga


"ya kebetulan datuk kami adalah seoarnhg guru beladiri silat, jadi kami belajar langsung dari beliau. Kami juga pernah belajar di beberapa perguruan selain silat." sahut leo


"saya pamit dulu ya mau adzan." kata pak mukidi muadzin tetap mushola setempat


Para warga yang lain pun ikut serta langsung ke masjid sedangkan pak ustad dan pak RT masih tetap di situ untuk membicarakan soal penyerangan tadi. Pak rt menawarkan untuk melapor kepolisian dan memberi bukti cctv yang kebetulan terpasang di depan kosan mereka. Alex pun segera melihat cctv itu yang telah ia sambung ke hp nya. Benar saja mereka telah mengintai sejak setelah magrib di tempat itu namun karena gelap muka mereka tidak terlalu jelas. sehingga agak membuat mereka kesulitan. Namun mereka menggunakan mobil jadi plat nomor mobil mereka terekam jelas ini bisa mereka gunakan untuk penyelidikan.


Setelah berunding cukup lama dan adzan pun sudah berkumandang mereka pun langsung berangkat ke mushala sementara seluruh anggota kos putri di minta untuk masuk ke dalam kosan dan menutup pintu rapat-rapat. Leo masih merasa khawatir akan serangan susulan itu jadi ia meminta seluruh anggota untuk patuh dengan perintahnya.

__ADS_1


…………


Liana pun sampe di rumah namun pikiran ya tidak terlepas dari pria itu, ia terus memikirkan kesopanan pria itu yang membuat hatinya meleleh. Setelah bersih-bersih liana langsung melaksanakan shalat yang tertunda, setelah shalat ia mengendap-endap mengambil kartu nama milik pria itu dari tas ibunya. Setelah ia mencatat nomor itu ia langsung mengembalikan ke tempat semula dan segera meng hubungi nomor itu. Namun sayang nomor pria itu sedang tidak aktif jadi ia tidak tahu keadaan pria itu.


Karena lelah menunggu balasan dari pria itu liana pun hampir tertidur. Untung saja adzan isya berkumandang sehingga ia memutuskan untuk shalat isya terlebih dahulu. Setelah shalat isya ia langsung membuka ponsel nya berniat untuk memainkan game nya. Tapi tiba-tiba ponselnya berdering menandakan notifikasi masuk ke ponselnya melalui aplikasi hijau awalnya ia cuek namun ia cukup penasaran siapa yang mengirim pesan itu. Liana pun melihat isi pesan itu yang ternyata dari pria yang tadi di tabrak oleh ibu nya. Liana pun girang karena ia tidak sia-sia menunggu.


"hay ak lia, maaf ya tadi ibu aku nabrak kamu, ada yang luka enggak." tanya lia di pesannya


"enggak kok, palingan luka ringan tapi udah aku obatin tadi." sahut pria itu


"aduh maaf ya jadi gak enak, emm besok bisa ketemu gak aku mau ngajak kamu ke suatu tempat." tanya liana


"maaf aku gak bisa soalnya aku ada urusan penting besok. Jadi maaf ya, emm udah duluan aku mau kerja lagi." kata pria itu


"oh ya udah maaf ya aku ganggu, semangat ya kerjanya. bye bye." kata liana mengakhiri percakapan itu


walaupun sedikit kecewa liana masih merasa bahagia karena ia bisa mengobrol dengan pria itu. Namun ia lupa menanyakan namanya, ah sudah lah, liana pun langsung tidur sembari tersenyum.

__ADS_1


Tanpa ia sadari, ternyata ada sepasang mata yang memperhatikan liana sedari tadi. Ia terus menatap hingga liana tertidur dan sosok itu langsung pergi.


__ADS_2